Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Begini rasanya


__ADS_3

Saira mengangguk meski tangis tidak mampu ia bendung. Selama ini ia sudah menunggu kehadiran buah hatinya meski tidak berada di samping Romeo. Tapi segala kesedihannya hilang begitu saja. Bayinya obat pelipur lara yang selama ini mencekik hatinya sampai tidak mampu bernapas dengan baik.


"Aku tidak akan pernah mengampuninya, tidak akan!"


Tatapan Saira menjadi sepekat malam gulita. Setelah semuanya selesai, ia akan kembali ke Autralia dan memulai hidup baru tanpa Romeo. Karena apa yang akan dia lakukan, bisa menyakiti hati pria itu.


"Untuk membalaskan semuanya, kamu harus segera sembuh."


Satu minggu sudah berlalu semenjak kejadian naas itu, kini Saira sudah kembali sehat. Tidak ada lagi senyuman bahkan saat bertemu dengan Romeo ia tidak menyapa lagi. Baginya lebih baik pria itu hilang ingatan sehingga mudah baginya untuk melupakan segalanya.


"Lihat, dia kan investor yang menggoda Pak Dominic, mampus anaknya mati." ejek beberapa karyawan yang mereka lalui.


"Malu karena punya ibu seorang pelacur. Aku juga akan malu jika menjadi bayinya."


Alyne mengepalkan tangan erat tapi Saira memberinya isyarat agar tidak meladeninya. Ia juga marah karena bayinya ikut dihujat. Andai mereka tahu siapa ayah dari bayinya, apa mereka masih akan mengatakan hal yang tidak-tidak mengenai bayinya. Ia sampai di ruang rapat dan tidak ada seorang pun yang menatapnya dengan hormat.

__ADS_1


"Akhirnya si penggoda datang juga!"


Saira mendengar mereka berbisik tapi suara sengaja dikeraskan dan ia tidak terpengaruh sama sekali. Selang beberapa menit, Romeo hadir bersamaan dengan sekretarisnya. Gadis itu menatap Saira sinis sedangkan Romeo menatapnya datar.


"Silakan Pak Dominic."


Seseorang menarik kursinya dan Romeo segera duduk di sana. Matanya bertemu dengan Saira, di mata Romeo hanya ada pandangan dingin tanpa ada rasa cinta yang selama ini selalu tergambar dalam maniknya.


"Bu Evellyn, setelah mengalami kejadian beberapa waktu yang lalu, saya memutuskan untuk tidak mempercayakan tender ini kepada Anda. Mengingat reputasi Anda sangat buruk!"


"Apa Anda tidak bisa bersikap profesional!" tekan Saira dengan sekuat tenaga.


Bagaimana sekarang ia mampu untuk berpijak jika Romeo sendiri mencoba menggulingkannya dari jurang.


"Anda yang tidak profesional. Sengaja menggoda saya dan menyebabkan reputasi saya tercoreng. Apa ini cara Anda berbisnis?" tanya Romeo sarkastik tanpa tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

__ADS_1


Saira menatap langit ruang dan sedikit tertawa kecil melihat betapa kjam Rome menuduhnya tanpa tahu apa pun yang terjadi. Ia menghela napas pelan lalu bangkit dari duduknya.


"Alyne, sepertinya perusahaan kita memang tidak cocok bekerja sama dengan mereka."


"Ibu, benar. Ayo kita kembali."


"Pak Dominic, jika Anda tidak mengerti apa pun, jangan suka menilai saya dengan sesuka hati karena Anda tidak pernah tahu bagaimana sepak terjang saya sampai bisa berdiri seperti sekarang!"


Setelah selesai mengatakannya, ia bersama dengan Alyne pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa melihat ke belakang lagi. Ia bersumpah tidak akan pernah memaafkan Romeo meski pria itu dalam fase lupa ingatan. Karena hatinya sangat terluka.


"Alyne, aku ingin kembali malam ini juga."


Alyne menghela napas. Jika Saira sudah berkata dengan nada lemah, artinya ia sangat terluka dengan perlakuan Romeo kepadanya. Ia menghapus sudut mata yang sempat berair dan menatap Saira lekat.


-----

__ADS_1


__ADS_2