Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Sadar


__ADS_3

Romeo perlahan sudah membuka matanya, sedikit menyilaukan saat lampu pijar menyambut korneanya. Penglihatan sedikit kabur tapi perlahan kembali jernih dan melihat beberapa orang berdiri di sampingnya. Menatap tersenyum dengan berbagai ekspresi.


Romeo mengernyit saat tidak ada seorang pun yang ia kenali di sana. Bahkan dia tidak ingat siapa dirinya sendiri.


"Sayang, kamu akhirnya membuka mata."


Marry tampak menangis terharu dan sangat bahagia. Hari yabg ia tunggu akhirnya tiba. Lalu Romeo melirik ke arah gadis yang berada di sebelah wanita yang menangis.


"Syukurlah kamu kembali Dom."


Ia sengaja memakai nama kesayangannya agar Romeo hanya akan mengingatnya seorang. Ia tidak akan membiarkan ada kenangan mengenai wanita di masa lalu pria itu. Karena sekarang Marry memberinya restu penuh.


"Siapa kalian? Saya benar-benar tidak mengingat apa pun."


Marry tersenyum meski air mata masih terisa di sana. Sedih memang, tapi ia lebih baik seperti ini dari pada mengingat Evellyn. Gadis itu harus dia jauhkan dari putranya.


"Sayang, ini Mama," tunjuknya pada diri sendiri.

__ADS_1


"Mama?"


"Iya, Mama. Panggil Mama, kamu mengalami kecelakaan hebat sampai membuatmu seperti ini sayang."


Romeo mencoba mencerna semuanya. Namun, kepalanya terasa ingin meledak saat itu juga. Dokter yang saat itu sedang menuju ke sana segera memeriksa kondisinya.


"Nyonya, jangan ingatkan dia dengan masa lalu karena hal ini bisa memicu otak bekerja lebih keras sehingga menyebabkan benturan ingatan."


"Biarkan saja dia yang mengingat dengan perlahan," saran dokter tersebut.


"Baik, terima kasih dok."


----


"Dominic, hari ini kamu ada rapat kan?" tanya Merry saat di meja makan.


"Iya, Ma."

__ADS_1


"Ya sudah, kamu segera berangkat, nanti ketinggalan rapatnya."


"Ini sudah mau berangkat Ma," ucapnya dan segera berpamitan menuju kantornya. Perusahaan keluarga Romeo ada di beberapa negara termasuk Kanada.


Di sebuah hotel, Saira sedang menuju pintu. Sebelum pergi ia mengelus perut yang sudah menonjol sambil tersenyum. Ia kemudian segera berangkat ke sebuah perusahaan tempat ia dijadwalkan rapat tender dengan salah satu perusahaan yang maju pesat.


"Sayang, jangan buat Mama kesusahan ya. Jadilah anal baik," bisiknya karena beberapa kali ia merasakan mual sampai terduduk lemas dalam kamar mandi, untungnya ia selalu ditemani oleh Alyne kemana pun.


Romeo selalu disambut dengan jejeran karyawan muda dengan sembunyi-sembunyi. Ketampanannya yang dia miliki mampu menjerat wanita mana pun. Namun, tidak ada yang berani menyatakan dengan gamblang karena sekretaris dari Romeo sangat galak. Sesudah Romeo masuk ke dalam lift. Sekretarisnya datang dan menatap mereka dengan tajam.


"Apa kalian tidak punya kerjaan selain melihat tunangan saya!" hardiknya kesal.


"Maaf, Bu."


"Awas kalau sekali lagi kalian seperti ini! Kalian semua akan dipecat!"


Mereka sangat takut dan segera pergi kembali ke ruangan. Sedangkan Angelina segera menyusul Romeo ke dalam lift yang hendak tertutup. Bertepatan juga dengan datangnya Saira dan Alyne yang disambut baik oleh resepsionis dan mengantarnya ke arah lift.

__ADS_1


-----


Halow semuanya, saya tahu kalian resah fan mengira endingnya akan sama dengan novel kebanyakan. Bagi yang sudah mengenal saya, mereka pasti tahu jika otak saya isinya bisa apa saja ekwkwkwkwk


__ADS_2