Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Kabar Buruk


__ADS_3

"Kalau begitu saya permisi dulu Nona." dokter tersebut segera di antar sampai ke depan pintu oleh asisten rumah tangganya. Sedangkan Alyne masih mematung di tempatnya untuk beberapa saat sampai suara Saira membuyarkannya.


"Kamu sudah sadar, syukurlah."


Saira menatap wajah Alyne yang sedikit cemas. "Ada apa Alyne?"


"Tidak ada Eve, kamu tadi jatuh pingsan di kamar mandi, keadaanmu sangat lemah."


"Akhir-akhir ini memang tubuhku sangat lemas Lyn, mungkin karena jarang istirahat."


Alyne menatap wajah Saira dengan ragu, jika tidak diberitahu mengenai kehamilannya, Saira bisa saja membahayakan nyawa bayinya. Tapi jika diberitahu Apa Saira akan siap menerima kabar tersebut. Batin Alyne terus berperang, tapi pada akhirnya, ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Eve, ada yang mau kusampaikan," ucap gadis itu dengan sedikit ragu.


"Katakan saja Alyne," ucap Saira dengan suara lemah.


"Ini mengenai hubunganmu dengan Romeo, apa kalian sudah melakukan hal itu?" tanya Alyne dengan pelan.


"Maksudmu hubungan itu?" Saira belum mampu menangkap pertanyaan dari Alyne karena ia sedang tidak fokus sama sekali.


"Kamu sedang mengandung!"


Kalimat Alyne barusan mampu membuat setiap sendinya terasa kaku. Apa maksud dari gadis itu. Saira menatap Alyne tajam dan meminta mengulang kalimatnya barusan.

__ADS_1


"Coba ulangi lagi," ucap Saira tajam.


"Kamu sedang hamil dua bulan."


Saira terperanjat dan meraba perutnya yang masih datar. Entah harus senang atau sedih, wajah Romeo terbayang di benaknya dan hal itu kembali membuatnya sedih. Andai pria itu ada bersamanya saat ini, dia tidak akan merasa kesepian seperti saat ini.


"Eve, aku ...."


"Tinggalkan aku sendiri Alyne," ucapnya lemah.


Gadis itu menghela napas pasrah dan berlalu dari sana. Saira menutup kedua matanya dan menangis sampai bahunya terguncang kuat. Berbagai emosi menghantamnya telak hingga tidak bisa lagi menghirup oksigen yang menghampirinya.


"Romeo," ucap Saira dalam tangisnya.


Pria itu membuka matanya pelan, ia menatap seisi ruangan dengan tajam seolah sedang mengabsen.


"Dokter, pasien atas nama Romeo sudah sadarkan diri." beritahu seorang suster sambil tersenyum.


"Syukurlah, cepat hubungi keluarga pasien." perintah dokter dan tidak lama kemudian kedua orang tua serta seorang gadis cantik datang.


"Bagaimana dengan putra saya dok?"


"Kondisinya sudah membaik, hanya saja kemungkinan dia mengalami amnesia permanen mengingat benturan di kepalanya sangat keras."

__ADS_1


Mendengar hal tersebut senyumnya mengembang. Entahlah, ia antara sedih dan senang. Setidaknya putranya tidak akan mengingat lagi mengenai Evellyn. Ia tidak ingin lagi putranya sampai terluka.


"Kalian siapa?" tanya Romeo bingung.


"Sayang, ini Mama."


"Mama?" Romeo mencoba mengingat wanita itu tapi ia mendadak pusing dan meringis kesakitan.


"Tuan Romeo, jangan memaksa untuk mengingat karena bisa membahayakan bagi Anda, setidaknya untuk sekarang pulihkan dulu kondisi serta kesehatan Anda." terang dokter tersebut sembari teraenyum.


"Nyonya, kondisi Tuan Romeo belum benar-benar membaik, saya sarankan untuk tidak mengingatkannya pada sesuatu yang bisa menganggu pikirannya."


"Baik, Dokter. Saya akan menjaganya dengan sangat baik."


"Kalau begitu, saya permisi. Mari Bu!"


"Bibi, kenapa dengan Romeo?" tanya gadis cantik yang bernama Angelina.


"Dia mengalami amnesia permanen sayang, kemungkinan besar ia tidak bisa mengingat siapa pun." Mary menangis, sedangkan gadis itu tersenyum.


--------


Akan selalu ada twist kalau authornya sayahhh 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2