Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Was Was


__ADS_3

Mereka yang sudah mengendarai mobilnya terpojok di jalanan luas yang sepi. Romeo sampai hampir kehilangan kendalinya. Namun,ia berhasil mengembalikan keadaan.


"Sayang, mungkin kita tidak akan selamat, kirim buktinya segera."


"Aku sudah mengirimnya langsung kepada Riko dan Alyne. Jika kita celaka mereka sudah memiliki bukti tersebut."


"Kekasihku sangat cerdas," ucap Romeo tersenyum lembut sambil menginjak rem mobilnya karena di depan sudah berhenti sebuah mobil dan tidak ada jalan untuk mereka melewatinya. Sedangkan di belakang sudah ada sebuah truk. Kini mereka benar-benar sudah terjebak. Saira merasa itulah senyuman terakhir yang akan ia lihat.


"Sayang, kamu harus tahu kalau aku sangat mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintai kamu sayang," ucap Saira. Ia berjanji jika selamat dari maut, kemarahannya akan seribu kali lipat dari yang sekarang.


Saira dan Romeo bisa merasakan mobil mereka dihantam oleh benda keras yang melaju dengan kecepatan kencang. Ya, truk tersebut menabrak mobilnya hingga terpental jauh dan terlihat ringsek. Beberapa kali terguling dan jatuh di jurang yang tidak begitu dalam.


Kondisi Saira dan Romeo sangat memprihatinkan dan mereka segera mengambil bukti dari tangan Saira yang sudah berlumuran darah. Gadis itu tidak bisa membuka matanya.


"Bos mereka sudah mati!" lapor salah satu dari anak buahnya.


"Bagus, ayo kita pergi."

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan Saira dan Romeo yang sudah tidak sadarkan diri. Sedangkan Saira masih bisa bangun dan segera membantu Romeo keluar dari sana dengan susah payah. Membawa tubuhnya menjauh dari mobil yang mengalami kebocoran dan segera meledak.


"Sayang, sayang, Romeo." panggil Saira, tidak ada jawaban sama sekali.


"Saira menangis melihat kondisi Romeo yang sangat parah, pria itu mengalami beberapa luka di bagian kepala. Saira meraih ponselnya dan segera menghubungi seseorang.


"Tolong bantu saya," ucapnya sebelum ia jatuh pingsan.


Saira terjaga setelah tiga hari lamanya. Ia bangun dan teringat dengan Romeo.


"Eve, jangan banyak bergerak dulu. Kondisimu sedang tidak baik-baik saja."


Gadis itu terlihat tertunduk lesu dan mengusap air mata saat melihat kondisi Saira.


"Kamu harus tenang dulu Eve," ucap Alyne sambil mengusap air matanya.


"Jawab aku Alyne, mana Romeoku." teriak Saira.


"Dia ... dia sudah pergi," ucapnya dengan napas tercekat.

__ADS_1


"Pergi? Pergi kemana? Jangan bercanda Alyne, aku tidak sedang ingin bercanda." isak Saira, tubuhnya masih sangat lemah.


"Kondisinya sangat parah dan keluarganya segera membawa Romeo pergi jauh dan tidak pernah mengatakan membawanya kemana."


Napas Saira mencekat dan ia menangis. "Alyne, aku ingin kembali ke Australia, dia pasti berada di sana kan."


Gelengan Alyne membuat Saira putus asa, ia ingin melihat Romeo nya. Saira menangis dalam pelukan Alyne yang juga ikut menangis melihat kondisinya. Gadis itu sangat tahu bagaimana sepak terjang Saira, dan kini ia harus kembali kehilangan orang yang sangat dia cintai.


"Kalau Bibi tidak memberitahu kemana mereka membawa Romeo, dia pasti sangat marah kepadaku Alyne. Aku sudah menyebabkan putera mereka dalam bahaya."


"Kamu harus bisa tenang Eve, ingat orang-orang yang sudah menyebabkan semua ini terjadi. Kita harus membalasnya."


Saira menajamkan mata dan menghapus air matanya. Kebencian, dendam dam amarah menyatu dengan nadinya. "Mereka akan mneyesali setiap darah, luka dan air mata yang keluar dari tubuhku."


Alyne bahkan sampai bergetar mendengar desisan Saira yang sangat mematikan.


--------


Gais maaf banget, aku jatuh sakit, anu sakit perut berkepanjangan karena mamam kacang. aku lupa kalau kacang muduh bebuyutanku 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2