Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Masih Pusing


__ADS_3

"Sayang, apa yang sedang kamu katakan, Alyne sedang berada di sini."


Saira melihat Romeo bingung. Ia tidak melihat ada siapa pun di sana melainkan Romeo sendiri.


"Aneh, kenapa aku bisa melihat kalian berdua sedangkan kalian tidak saling melihat." Romeo pun berhasil dibuat bingung dan kini mempertanyakan kewarasannya.


"Apa kau sedang berhalusinasi?" tanya Saira dan Alyne bersamaan.


Tentu saja hal tersebut membuat Romeo semakin bingung. Mereka berdua mengucapkan kalimat secara serentak dengan bunyi yang sama.


Kini Romeo yakin, ia sedang bermimpi. Dengan keras menampar pipinya. Saira yang melihat hal itu segera mendekat dan memeluknya erat.


"Apa kamu nyata?" tanya Romeo dengan wajah cemas. Ia kini takut jika semua hanya halusinasinya.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Saira.


"Lihat, kau kembali berbicara dengan angin, sadarlah Romeo!" teriak Alyne.


"Kita harus segera mencari keberadaan Saira sebelum orang itu melakukan hal yang tidak kita inginkan."


"Ada apa sayang?" tanya Saira dengan lembut.

__ADS_1


Romeo mencoba menyentil kening Alyne dan gadis itu meringis kesakitan. Kini ia beralih ke arah Saira lalu mengecup bibirnya dan itu juga nyata. Romeo terus melanjutkan aksinya, matanya melihat Alyne masih menatapnya datar.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alyne berusaha menetralkan suaranya.


"Sedang menciumi kekasihku." kekehnya dan terus melanjutkan kegiatannya.


"Ahh," desah Romeo saat tangan Saira masuk dan membelai miliknya. Alyne bisa melihat benda itu mendesak keluar. Sampai desahan keduanya membuat Alyne menyerah dan segera kabur dari sana.


"Kalian sedang megerjaiku?" tanya Romeo kesal. Saira dan Alyne tertawa setelah mereka berada di ruang tamu.


"Kamu juga mengerjaiku dengan menculik Eve, jantungku sampai berhenti berdetak untuk sesaat."


"Kenapa tidak jadi mati?"


Saira tertawa melihat interaksi keduanya sudah seperti Tom & Jerry.


"Kalian sangat serasi kalau menjadi pasangan."


Perkataan Saira berhasil membuat mereka tersedak Alyne sampai sesak napas dan menangis. Entah kenapa dia selalu menangis belakangan ini. Emosinya benar-benar sangat labil.


"Alyne, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu menangis, aku hanya sedang bercanda." Saira merasa bersalah karena sudah membuat gadis cantik itu menangis.

__ADS_1


"Tidak, aku saja yang begitu labil. Akhir-akhir ini emosiku sangat tidak stabil."


"Apa kau sedang hamil?" tanya Saira curiga.


"Mungkinkah itu?" tanya Alyne. "Tapi aku belum pernah melakukan hal itu. Mungkinkah Romeo ...."


Romeo segera menyela saat namanya mulai disebut. Hal itu membuat kedua gadis itu tertawa melihat reaksinya. Padahal mereka sedang bercanda saja. Alyne yang tidak bisa dibuat penasaran dengan kemunculan Romeo pun mulai mengorek informasi. Ia juga mendesak Saira agar mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Romeo pun memulai ceritanya setelah banyak pertimbangan.


"Begitulah ceritanya, aku sangat bosan mendengar kalimat ini." desah Alyne saat Romeo akan mengakhiri ceritanya.


"Aku tidak pernah mengakhiri cerita seperti itu. Kau tahu, itu lebih terdengar aneh di telingaku sebagai pria."


"Kalian berdua akan terus bertengkar dan membuatku kesal?" tanya Saira tajam. "Kita harus menyusun rencana untuk melawan Angelina."


Mereka pun segera bersikap serius. "Kita akan mencari tahu titik lemahnya sebelum menyerang. Kalau dilawan dengan tenaga, kita jelas kalah. Di sini peran otak sangat diperlukan."


"Kau benar, sayang. Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Romeo penasaran.


"Kita pikirkan nanti, kepalaku masih berdenyut nyeri." keluh Saira.


-------

__ADS_1


Jadi gais, Alyne itu bakalan balas apa yang diperbuat orang. Kayak Romeo yang ngerjain dia sampai hampir gila. Dia juga ngerjain si Romeo dan Sairasama dengan Saira 🤣🤣🤣🤣 Gitu loh ceritanya. Bagaimana sudah tydak pusing kan?


__ADS_2