Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Tutup Matamu


__ADS_3

Saira mengirim poto mereka semua dan sontak membuat Angelina marah. Ia ketakutan saat mendengar suara tawa Saira yang memenuhi kepalanya.


"Kau tahu Angelina? Siapa yang menghabisi pria yang sudah menyebabkan Romeo kecelakaan? Apa kau pernah mendengarnya?"


Angelina sudah pucat pasi di ruangannya. Ia sempat mendnegar kabar tersebut karena pria itu juga dari lingkungan dunia bawah.


"Ah, aku bingung mau menggunakan benda yang mana untuk menyambutmu. Pisau ini terlalu tajam, aku tidak menyukainya." desah Saira.


"Siapa pun kau, tolong ampuni aku. A ... aku akan menyerahkan Romeo."


"Tawaranmu sangat menarik, tapi aku tidak tertarik, tanpa diserahkan juga akan kudapatkan."


"Jika kau membunuhku, ayahku akan mencari dan membunuh semua keluargamu." ancam Angelina berhasil membuat tawa saira semakin kencang.


"Bagaimana dia bisa tahu kalau aku yang akan membunuhmu? Ah, apa kau akan mrmberitahunya? Sayang sekali tombol di tanganku bisa kutekan kapan saja."


Mendengar kalimat Saira barusan, Angelina tahu telah terjadi sesuatu. "Apa yang kau lakukan pada ayahku!" teriaknya marah.


"Hanya memasang bom di mobil, kantor, rumah dan rumah bordir yang sering disinggahi oleh ayahmu. Kemana pun dia pergi, kematian terus mengikutinya."


Angelina benar-benar terpojok sekarang. Ia tidak tahu sudah berurusan dengan siapa. Gadis yang dia lihat lemah, kini seperti titisan iblis.

__ADS_1


"Dengar, aku akan memberikanmu segalanya tapi jangan membunuhku."


"Apa kau tahu siapa ayahku?" tanya Saira congkak. "Bahkan ayahmu berada jauh dari level ayahku."


"Aku akan membunuh Romeo kalau kau berani melakukannya." ancam Angelina yang tidak habis akal.


"Apa kau yakin?"


"Apa kau pikir aku tidak berani?" ejek Angelina tapi kalimat Saira selanjutnya membuatnya kehabisan napas.


"Maksudku, apa kau yakin kalau itu adalah Romeo."


Angelina yang dibuat bingung dan penasaran segera mendekati sosok Romeo yang dia ikat, tapi kini sudah tidak lagi terikat. Pria itu membuka topeng.


"Bagaimana menurutmu? Bukankah sangat menyenangkan bermain dengan Romeo, lebih tepatnya Romeo palsu. Sekadar informasi, pria itu hiper **** dan seperti yang kau pikirkan, dia akan memberimu kesenangan yang tiada tara."


Angelina yang mendengar itu langsung ketakutan. Ternyata selama ini dia sudah bermain dengan orang yang salah. Lalu dia teringat dengan dua belas pria yang bertugas menggilir para wanita. Ia tersenyum penuh kemenangan. Angelina menelpon mereka dan hal itulah yang ditunggu oleh Saira.


"Kau tahu, mereka ada di depan ruanganmu. Bukalah pintunya agar mereka melindungimu."


Angelina segera membuka ruangan tersebut dan muncul kedua belas anak buahnya. Kini mereka berdiri di belakangnya dan hal itu membuat Angelina merasa sudah menang. Ia mengejek Saira.

__ADS_1


"Kau lihat kan? Aku masih memiliki mereka. Mereka tidak hanya bertugas untuk memberi para wanita sampah itu belaian tapi mereka juga ahli bela diri."


"Aku sangat terkesan, tapi coba kau lihat arti dari tatapan mereka. Apa mereka benar-benar berada di posisimu? Atau malah sebaliknya."


Mendengar hal itu, Angelina berbalik tapi sayang tubuhnya sudah dibawa dan hal mengerikan pun terjadi. Kini dia berada di posisi wanita yang dia anggap bagai sampah. Angelina berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengarnya.


"Kalian akan kuampuni jika mampu membuatnya menjerit!"


Selesai dengan itu, Saira segera pergi dari sana. Perasaannya masih sangat terpukul melihat kondisi sang kakak.


Senyum sinis terukir sempurna.


"Tentu saja tidak akan semudah itu."


Saira mengurung mereka untuk selamanya bersama Angelina yang menjerit. Sedangkan suara Angelina segera dikirim oleh Saira kepada ayah Angelina.


"Ajarkan anakmu dengan benar, jika tidak ingin hal ini terjadi untuk kedua kalinya pada putrimu yang bungsu. Kau tahu? Aku cukup gila untuk melakukannya."


---


Macam-macam kau sama iblis, seiblis-iblisnya kau, saya jauh lebih iblis. karena saya yg mengibliskanmu 🤣🤣🤣 apaan sih 🤣🤣🤣

__ADS_1


 


__ADS_2