Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Bom Meletup


__ADS_3

"Romeo, aku sangat merindukanmu."


Keningnya terlihat mengkerut saat Saira menyebutnya sebagai Romeo. Bahkan ia tidak tahu siapa Romeo. Gadis itu langsung memeluknya dan menangis. Apa ia sudah membuat sebuah kesalahan sebelum lupa ingatan.


"Maaf Nona, tapi Saya Dominic bukan Romeo."


Saira melepaskan pelukannya. Ia menatap dalam manik yang terlihat kosong. Ia sekarang tahu jika Romeo pasti kehilangan ingatannya sampai tidak mengingat kenangan mereka.


"Kamu tidak mengenaliku?" tanya Saira dsngan sedih.


Pria itu menggeleng dan mencoba mengingatnya. Namun, kepalanya kembali sakit membuat Saira panik. Ia kembali memeluk Romeo dan menumpukan kepala pria itu ke bahunya.


"Tidak perlu diingat jika sangat membuatmu kesakitan." bisiknya lembut.


"Maafkan aku," bisik Romeo sangat kecil sampai tidak bisa didengar oleh Saira.

__ADS_1


Romeo sejak tadi memperhatikan perut buncit Saira dengan saksama. Matanya sangat betah memandanginya seolah ia memiliki ikatan dengan bayi tersebut. Saira tiba-tiba membawa tangan kekar Romeo menuju perutnya. Ia menginginkan pria itu mengelusnya dan hati Romeo bergetar hebat saat tangannya menyentuh perut gadis itu.


"Usianya empat bulan," bisik Saira tersenyum lembut.


Romeo tidak bisa mengatakan apa pun selain dari perasaan terharu yang sangat dalam membuncah dan menyelimuti hatinya saat ini. Entah mengapa ia ingin mengakui bayi itu sebagai anaknya. Mata mereka berdua saling menatap dengan masing-masing makna.


Saira perlahan bangkit dan menghampiri Romeo yang masih duduk di sofa. Ia segera duduk dipangkuannya dan mengalungkan kedua tangan di leher. Menyatukan bibirnya dengan Romeo dan mengelus kepalanya dengan lembut. Romeo mengikuti gerakan Saira sampai suara decapan keduanya mendominasi ruang itu.


Saira berusaha membangkitkan sesuatu dalam diri Romeo karena ia sudah sangat mendamba. Persetan dengan tempat mereka saat ini. Ia hanya sangat merindukan Romeo mengisi dirinya. Dengan perlahan Saira meraba dada Romeo yang sedikit demi sedikit semakin turun menuju sebuah benda yang sudah mengeras sejak tadi.


Dengan penuh tekad Saira membuka resleting itu dan mulai merabanya dengan kerakan abstrak membuat Romeo tidak bisa berkata-kata. Saira kemudian mengubah posisi dngan melebarkan kedua paha dan menekuknya hingga milik Romeo bisa menyentuh areanya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Romeo dngan napas tertahan.


"Hanya memberimu sedikit hadiah," bisik Saira dengan sensual.

__ADS_1


Saira perlahan menggerakkan pinggulnya membuat perasaan Romeo tidak karuan. Ia ingin menerobos masuk bukan hanya mengelus dari luar saja. Perlakuan Saira membuat ia sangat frustrasi sekaligus merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan.


"Aku menginginkanmu!"


"Aku tidak mendengarnya," ucap Saira tertawa kecil.


"Kau menyiksaku," erang Romeo membuat Saira semakin tertawa.


Kesal karena dipermainkan oleh Saira, Romeo segera mengubah posisi. Di mana ia membaringkan Saira di sofa panjang dan melepas pembatas miliknya dengan segera. Lingganya mengancung perkasa membuat Saira tertawa. Meski Romeo hilang ingatan, tapi pria itu sangat mudah diprovokasi.


Romeo melepas pembatas milik Saira ke sembarang arah dan melebarkan kedua kaki gadis itu dan siap menancap. Namun, baru saja akan melakukannya pintu terbuka dan menampilkan sosok Marry bersama Angelina menatap keduanya dengan syok. Saira segera menolak Romeo dan menurunkan rok yang ia singkap. Romeo juga melakukan hal yang sama.


------


Nah nah nah ayo sini gelut wkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2