Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Semua selalu Indah


__ADS_3

Romeo bangkit dan mengerjakan pekerjaannya selagi Saira memejamkan mata. Ia dengan telaten mengerjakan setiap lembar dengan serius karena sudah menunjukkan pukul enam. Waktu jam pulang akan segera datang. Sekretaris Romeo segera pulang sesuai dngan jam yang sudah ditentukan oleh Romeo sendiri. Kini hanya mereka yang tersisa di sana.


"Lyn, kemana?"


"Apa kau lupa, dia sedang berada di ruangan Pak Asthon."


"Astaga, aku sampai melupakannya." Elca kembali menyambung kalimatnya. "Menurutmu, apa yang sedang mereka lakukan sekarang?"


"Kalau kau begitu penasaran, kenapa tidak mengintip ke ruangan beliau."


"Kamu ini, ayo kita pulang." ajak Elca karena malu. Ia terlalu kepo dengan urusan kedua sejoli tersebut. Bisa saja mereka sedang mengerjakan pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan oleh mereka berdua. Elca beberapa kali menggelengkan kepala.


"Sudah, jangan dipikirkan. Apa pun yang mereka lakukan, tidak akan pernah merugikan kita berdua." Alyne berjalan mendahului Elca.


"Kamu benar Ae, kamu sangat bijaksana."

__ADS_1


Gadis itu terkekeh geli melihat ekspresi yang terpatri di wajah Elca. Tampak menggemaskan.


Di ruangannya, Romeo sudah selesai degan tugasnya. Ia segera memasuki ruang rahasia tersebut danembersihkan diri. Suara air tersebut membangunkan Saira dari tidur lelapnya. Ia melihat Romeo tidak berada di sana. Matanya tertuju pada satu ruangan di mana suara sumber air berasal. Ia menguap sambil merenggangkan kedua tangannya.


"Sepertinya aku ketiduran," ucapnya.


Dari kamar mandi, Romeo keluar dengan tampilan seksi. Tubuhnya Hanya diilit handuk yang berukuran sedang. Ukiran perutnya terbentuk sempurna dengan beberapa otot yang terletak dengan sempurna. Lalu rahangnya yang kokoh dialiri air sisa mandi dan terlihat sangat menggoda untuk dijamah. Mata liar Saira kini perlahan menatap bibir padat milik Romeo yang sedang tersenyum menatap kearahnya.


"Kenapa?" tanya Romeo saat melihat wajah Saira memerah.


"Apa kamu tidak senang melihatku seperti ini Sayang?" goda Romeo dan mendekat ke arah Saira yang masih berada di ranjangnya.


"Bu ... bukan begitu tapi pakai dulu pakaianmu." Ia belum siap jika harus digoda dengan tampilan seperti itu.


Romeo tersenyum dan menatap Saira dengan lembut. Handuk masih melilit indah di pinggangnya. Saira bisa merasakan sesuatu di balik selimut tersebut sedang menyentuh pahanya saat Romeo mendekat. Gadis itu dengan posisi membuka paha tanpa ia sadari. Napasnya tampak tercekat apalagi wangi maskuli menguar dari tubuh tegap Romeo.

__ADS_1


"Apa kamu menyukainya?" tanya Romeo dengan suara serak. Matanya tampak redup saat kedua mata mereka saling bertemu, perlahan kedua bibirnya mendekat dan membelai lipatan bibir Saira dan memagut dengan sensual. Tarikan napas keduanya menyatu dengan decapan dan lenguhan dari Saira. Sesuatu di balik celananya perlahan lembab seiring mendekatnya lingga Romeo yang masih berada di balik handuk yang membungkusnya.


Saira kembali melenguh saat pagutan Romeo perlahan menurun ke leher jenjangnya. Tangannya bergerilia menyentuh dua benda kenyal yang selalu berhasil membuyarkan kewarasannya. Ia memilin dengan lihai dan sesekali meremasnya menciptakan sensasi luar biasa bagi Saira.


"Kamu sangat cantik saat seperti ini," bisik Romeo serak.


"Kau juga sangat tampan."


Keduanya kembali memangut dan Saira perlahan meraba sesuatu yang sudah menegang sejak tadi. Romeo menutup mata untuk menikmati belaian Saira yang memabukkan. Gadis itu membelai benda tersebut yang berhasil membuat Romeo menegang dan melenguh. Sedangkan Saira semakin melebarkan kedua paha dan memberi akses benda tersebut menuju lembah surgawinya yang masih tertutup rapat oleh kain tipis.


Ia memengang lingga Romeo sembari memajukan pinggulnya yang menimbulkan reaksi mematikan. Romeo dan Saira mulai hampir kehilangan kewarasannya. Namun, suara bunyi ponsel membawa mereka kembali ke alam nyata dan Romeo memeluk tubuh Saira sambil membisikkan kata maaf. Ia hampir saja menghianati janjinya.


-------


Uhuk, Jangan diresapi.

__ADS_1


__ADS_2