
Izora dan Alvin kini sudah berada di sebuah tempat yang menurut Alvin cocok untuk mereka berdua. Mengingat gadis itu membutuhkan suasana yang bisa membuatnya merasa aman, damai dan tentram. Alvin juga sudah menyiapkan beberapa bekal untuk mereka santap. Alvin mengajak Izora ke sebuah taman dan membentangkan tikar serta menaruh beberapa makanan di sana. Mereka sedang piknik. Di mana taman tersebut terlihat sangat asri dan menakjubkan. Pepohonan yang rindang, bunga bermekaran, bau angin yang menerbangkan wewangian bunga membuat Izora sangat terpukau.
"Apa kamu senang berada di sini?" tanya Alvin lembut.
Izora menganguk antusias mendengar pertanyaan Alvin. Ia sangat menikmati setiap embusan napasnya dan menghirup wewangian. Alvin yang melihat hal tersebut sangat senang dan mengabadikan semua momen yang ia lalui bersama Izora. Ia mengambil poto gadis itu sampai tidak lagi terhitung jumlahnya.
"Terima kasih sudah membawaku kemari, taman ini begitu sangat indah dan menakjubkan."
"Syukurlah jika kamu neyukainya sayang, alu mencari tempat ini selama satu jam di internet."
Mendengar hal itu, Izora tersenyum dan lagi-lagi ia memeluk Alvin. Pria itu tentu sangat senang mendapat pelukan dari wanita yang sangat ia cintai. Mereka berdua pun terbawa suasana dan Alvin segera ******* pelan benda kenyal yang selalu berhasil membuatnya gila. Posisi mereka yang sedang rebahan membuat Alvin leluasa menjamah setiap lekuk bibir milik Izora. Awalnya gadis itu terlihat sangat kaku. Namun, Alvin meyakinkannya dan ia pun mengalungkan kedua tangannya ke leher Alvin. Paugutan mereka baru terlepas saat stok oksigen mulai menipis. Keduanya tampak terengah-enggah.
"Kamu sangat menggoda, Sayang." bisik Alvin pada Izora yang terlihat masih ngos-ngosan.
__ADS_1
Sesi romantis mereka pun harus berakhir saat perut Alvin terdengar keroncongan. Mereka berdua tertawa dan segera membuka bekal yang sudah mereka susun di sana. Izora menyuapi Alvin dan begitu pun sebaliknya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Alvin bersemangat.
"Apa ini masakanmu?" tanya Izora takjub.
"Tentu saja, Bukan." kekeh Alvin yang berhasil membuat Izora kesal. Meskipun setelahnya ia tertawa karena Alvin sangat lucu.
Kembali kepada Saita, setelah rapat selesai, ia segera menuju ruangannya untuk menemui Romeo yang ternyata sedang tertidur di sofa. Saira tersenyum emlihat wajah pria tampannya sangat damai.
"Tidur aja tampan, apalagi kalau bangun." kekeh Saira.
"Aku tahu, karena itulah aku pede menjadi kekasihmu." Romeo menyahut dan membuka matanya saat Saira hendak menjauh dari sana.
__ADS_1
"Apa kau sedang berpura-pura tidur agar aku memujimu." decih Saira kesal.
"Aku tidur beneran, cuma wangimu sampai ke hidungku." elak Romeo sambil tertawa pelan.
"Alasan," omelnya.
Lalu suara ponselnya mengalihkan atensi Saira. Ia segera mengecek isi pesan tersebut dan tersenyum misterius. Romeo yang melihat kekasihnya senyam senyum pun ikutan penasaran dan ikut mengintip. Ia sedikit cemberut karena Saira segera menutup ponselnya. Tapi Romeo kembali mengingat apa isi pesan tersebut dan ia memiliki sebuah ide agar ia bersama Saira memiliki banyak waktu untuk bersama tanpa gangguan dari Alyne.
Membicarakan Alyne membuat Romeo memikirkan satu hal mengenai sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Ia yakin keduanya akan merasa cocok karena sama-sama pekerja keras.
------
Maaf baru update Gais.
__ADS_1