Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Sabar Kunci Segalanya


__ADS_3

"Sabarlah, semua akan kau dapatkan setelah melalui cobaan ini." kekeh Saira dan Romeo hanya bisa pasrah.


Ia kembali melenguh saat Saira memaju mundurkan pinggulnya dan sesekali sengaja menekan tepat di areanya sehingga dia bisa merasakan lembah surgawi yang menunggunya untuk disapa.


"Apa kau menyukainya?" bisik Saira sambil melepas kaitan ikat pinggang dan menurunkan resleting Romeo hingga menampilkan keperkasaannya di balik kain yang membungkusnya.


"Sayang, jangan siksa aku seperti ini." bisik Romeo saat Saira membelainya dengan perlahan.


Sebuah ide melintas di kepala Saira. Ia mengambil sebuah tali lalu mengikat kedua tangan Romeo. Meski awalnya pria itu berontak. Namun, kembali pasrah saat Saira yang menginginkannya.


"Aku tidak akan menyiksamu, hanya sedikit memberimu servis." kekeh Saira.


Ia memegang lingga Romeo yang sudah menegang dan siap untuk bertarung. Perlahan tangannya mengeluarkan benda tersebut dari kain yang menghalanginya. Saira selalu takjub melihat keperkasaan milik Romeo. Selama menya dang status sebagai istri dari Aksa, belum pernah sekali pun ia melihat milik Aksa. Ia hanya menatap benda tersebut dari balik celana karena Aksa sangat membencinya.

__ADS_1


"Kau pria pertama yang kusentub seperti ini. Bahkan milikmu menjadi yang pertama kulihat."


"Wow, aku sangat terharu sayang, matamu masih suci." kekeh Romeo bangga karena Saira tidak seperti gadis kebanyakan. Ia juga baru pertama kali menyentuh wanita, yakni Saira.


"Aku sangat senang memainkannya sekaligus menyiksamu." seru Saira yang berhasil membuat Romeo mendesah. Ia sudah seperti anak perawan yang haus akan belaian.


"Aku pasrah sayang," ucapnya dengan lemah. Saira tertawa mendengarnya dan kembali melanjutkan aksinya.


Saira mendesah dengan suara yang terdengar seksi, membangkitkan gairah romeo yang tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menatap Saira yang berada di atasnya. Ia ikut melenguh saat gadis itu menekan pinggulnya dan bisa merasakan denyut kecil dari milik Saira.


Gadis itu perlahan membuka kain tipis dan kini mereka sudah tidak lagi memiliki penghalang apa pun. Saira memegang kejantanan Romeo dan menggeseknya ke permukaan miliknya sampai menimbulkan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu pula dengan Romeo yang seperti kesetanan di bawahnya. Sejak tadi pria itu tidak berhenti melenguh nikmat saat keduanya bergesekan.


"Jangan memancingku sayang, kamu sangat menyiksaku." desahnya dengan ritme napas tidak menentu.

__ADS_1


"Aku menginginkanmu berada dalam diriku," bisik Saira dengan gairah yang sudah memenuhi maniknya dan Romeo pasrah. Saira terus saja menekan milik Romeo dan sesekali ia meringis kesakitan saat benda tersebut mencoba menerobos miliknya dan Romeo menatap Saira dengan lembut.


"Sayang, aku akan melajukannya, lepaskan tanganku." bisiknya.


"Janji?" tanya Saira dan Romeo menganguk. Ia tidak suka melihat Saira sampai harus melakukan hal seperti ini. Gadis itu melepas tali dan kini posisi mereka sudah berpindah. Mereka kini duduk di tepian sofa. Romeo mendudukkan Saira dipangkuannya. Ia dengan perlahan memasuki Saira yang beberapa kali meringis kesakitan. Romeo membelai wajahnya yang mengeluarkan air mata dan mengecupnya.


"Aku akan berhenti sayang," ucapnya dan Saira menggeleng.


"Lanjutkan saja," ucapnya.


-------


Gais aku crazy update buat nebus yang absen beberapa hari kemarin wkwkwkwkwk... beneran tepar aku tu

__ADS_1


__ADS_2