Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Sudah Kembali Normal


__ADS_3

"Silakan Nona Eve, sudah ditunggu di ruang rapat."


"Terima kasih!"


Untuk pertama kalinya ia mengucapkan terima kasih kepada wanita yang selalu menyambutnya saat datang kemari. Ia tahu gadis itu tidak seperti yang lain. Ia terlihat apa adanya dan selalu menebar senyum tulus tanpa dibuat-buat.


"Nona Eve baru saja mengatakan terima kasih ke padaku." ia sampai menggelengkan kepala dan mencubit tangannya. Ia takut ini hanya sebuah mimpi.


"Ternyata ini bukan mimpi tapi kenyataan." kekehnya dan segera menyusul ke dalam ruang rapat.


Saira segera duduk di kursinya. Mereka yang hadir di sana tampak memperhatikan tampilannya yang memakai kaca mata. Terlihat enggan melepaskannya, sedangkan Alyne berdiri di belakangnya. Saira sangat senang dengan kinerja tim yang sudah bekerja keras. Untuk merayakan keberhasilan mereka, Eiden mengadakan makan malam bersama di sebuah restoran ternama di Jakarta.


"Terima kasih karena sudah mempercayakan proyek ini kepada perusahaan kami." Aksa menjabat tangan Saira dan tersenyum.


Malam harinya—Saira dan Alyne sudah bersiap untuk menuju restoran tempat mereka akan menghadiri acara makan malam. Gaun merah menjuntai dengan belahan v membentuk tubuh Saira. Sedangkan Alyne memakai gaun hitam yang melekat indah sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna putih. Keduanya tampil dengan cantik dan menawan.


"Kau sangat cantik dan menawan Alyne!" puji Saira tersenyum lembut.


"Kamu juga sangat anggun, aku yakin, siapa pun yang menatapmu tidak akan bisa berpaling."

__ADS_1


"Kau bisa saja. Ayok pergi, nanti kita terlambat."


Mereka segera pergi dan sampai di sana dua puluh menit kemudian. Kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian. Bagai bidadari yang baru turun dari kayangan.


"Siapa mereka? Kenapa terlihat sangat cantik, lihatlah yang memakain gaun merah. Dia tampak mempesona dan seksi."


Beberapa pria melempar argumen mereka membuat Saira tersenyum tipis.


"Jangan lupakan yang memakai gaun hitam, lihatnya dia sangat seksi!"


Tentu saja ucapan mereka tidak bisa dimengerti oleh Alyne. Ia hanya menatap mereka dengan tenang sampai kepada tujuan mereka.


"Selamat datang, Nona! Silakan." dua waiters datang menyambut mereka lalu menunjukkan meja yang harus mereka tempati.


"Terima kasih!" Alyne tersenyum dan duduk bersama dengan Saira yang seperti biasa. Tidak akan mengatakan apa pun jika tidak minat sedikit pun.


"Bro! Awas nanti kamu mimisan, ditambah ilermu keluar menyentuh mangkuk di depanmu!" goda salah satu temannya. Aksa tersadar dan mengatupkan dengan segera.


Ia segera berjalan mendekat ke arah Saira dan mengambil tempat duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat tampan!" puji Saira dengan senyum andalannya. Kembali tatapan itu menghipnotis Aksa.


Alyne berdehem pelan untuk menyadarkan Aksa. Ia tersenyum canggung menatap Alyne yang sedang menggodanya.


"Maaf, saya tidak bermaksud lancang apalagi bersikap kurang ajar. Hanya saja, Eve terlihat sangat cantik."


Keduanya tertawa mendengar ucapan Aksa yang terlalu jujur. "Bos saya memang sangat cantik dan menawan, saya tidak heran jika Pak Aksa terpesona."


Saira menyenggol lengan gadis itu pelan. Dari arah berlawanan tampak seorang pria datang dan menghampiri Alyne yang sedang menertawakan Aksa yang mendadak salah tingkah.


"Selamat malam Nona! Apa aku boleh tahu siapa namamu?" tanya nya dengan penuh minat.


 


Adakah yang mau menghiburku dengan komen panjang kali lebar 😳😳😳


Nggak ada ya?


ya sudah, aku akan naik gunung saja, pulangnya bulan depan. Naik-naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali.

__ADS_1


Betewe guys, alhamdulillah aku sudah tidak lagi kecewa. Ternyata semuanya hanya perlu diterima tanpa perlu mengikuti kehendak. Karena semua akan berjalan indah jika kita memikirkannya dengan indah pula. Semangat selalu buat diriku dan selalu bersyukur. Jangan pernah melihat ke atas, lihatlah ke bawah wahai diriku. Setidaknya bernapas masih merdeka.


__ADS_2