Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Jebakan


__ADS_3

Saira dan Alyne sudah menyusun sebuah rencana untuk menjebak komplotan Wira. Pria itu tidak akan pernah ia ampuni, kekasihnya celaka karena mereka semua. Saira segera menjalankan rencananya yang dibantu oleh Riko.


"Kamu yakin dia tidak terlibat dengan semua ini?" tanya Alyne memastikan sekali lagi.


"Jika dia terlibat, aku cukup memberinya pembalasan yang setimpal."


Alyne menganguk dan mereka segera pergi menuju kediaman hakim yang dikenal sangat bijaksana. Namun, pada kenyataannya pria itu tidak lbih dari seonggok sampah yang rela menjual kebenaran dengan sejumlah uang.


"Pertama, aku akan membuat pria itu tidak mampu bernapas dengan tenang." kekeh Saira yang terdengar sangat kejam di telinga Alyne.


"Maaf Tuan, ada dua orang yang mau menemui Tuan, mereka bilang ada hal penting yang ingin mereka sampaikan."


"Suruh mereka masuk," ucap pria tersebut dari ruangan pribadinya.


"Baik, Tuan."


Wanita itu segera pergi dan menemui Saira. "Tuan menyuruh kalian masuk."


"Terima kasih!" Alyne menatap sekilas dan melangkah pergi mengikuti langkah Saira yang sudah lebih dulu.

__ADS_1


Mata keduanya meneliti ruang milik pria itu dengan seksama. Banyak penghargaan yang ditempel di dinding, mungkin tidak bisa dihitung pakai jemari. Kursi yang digunakan oleh pria tersebut juga ditaksir memiliki harga yang fantastik. Semua yang ada di sana sangat mahal dan tidak heran jika pria itu memiliki semua ini, mengi gat pekerjaannya.


"Silakan duduk," ucap pria tersebut dengan ramah.


Saira dan Alyne segera duduk dan menatap pria itu dengan lekat.


"Ada hal penting apa yang membawa kalian kemari?"


Saira melempar sebuah amplop besar kepada pria itu dengan kasar dan berhasil membuatnya sedikit terkejut. Selama ini tidak pernah ada yang berani bersikap kurang ajar kepadanya. Namun, amplop besar yang berada di depannya membuatnya tertarik. Ia mengambil dan membuka dengan pelan.


"Apa ini?" tanyanya.


Pria itu melihat ke arah Saira dan amplop, kemudian membukanya lalu terkejut melihat isinya. "Apa-apaan ini!"


"Kenapa harus terkejut seperti itu? Bukankah itu pekerjaan Anda?" tanya Alyne sinis dan disambut tawa oleh Saira.


"Kalian tidak tahu sedang berbicara dengan siapa hah?" teriak pria itu marah. Semua kejahatannya ada di sana dan dari mana mereka berdua bisa mengetahuinya.


"Hakim yang dikenal paling jujur, mendapat penghargaan dari banyak kalangan dan menjadi idola masyarakat. Benar begitu?" tanya Saira sarkastik.

__ADS_1


Pria itu tampak tercekat mendengar ucapan Saira barusan. Tapi ia mencoba bersikap tenang meski jantungnya berpacu dengan cepat. Karirnya bisa hancur hanya dalam sekedip mata. Ia menatap Saira dan Alyne secara bergantian. Dia tahu jika keduanya menginginkan sesuatu darinya.


"Siapa kalian dan apa yang kalian inginkan?" tanyanya.


"Anda tidak suka basa basi ternyata, saya menyukainya." kekeh Saira.


"Katakan saja apa yang kalian inginkan dariku!"


Saira menatap wajahnya dengan bengis. "Semuanya, Aku menginginkan semua yang kau miliki!"


"Kurang ajar, kau pikir siapa dirimu hah!" teriaknya.


"Hei, jangan berteriak. Anda ini sudah tua, nanti jantung Anda kumat dan bisa meninggal karena itu." Alyne menimpali sambil melipat kedua tangannya.


Pria itu semakin dibuat kesal oleh keduanya. Siapa mereka sehingga sangat berani dengannya. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Namun, gerakannya bisa dibaca oleh Alyne dan menyuruhnya untuk meletakkannya.


-----


Halo semuanya, maaf ya sebelumnya. Saya adiknya Mbak Nis, Mbak Nis ingin menyampaikan maaf karena sudah lama tidak update lantaran jatuh sakit. Doakan semoga beliau segera pulih ya.

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2