
Alyne mondar-mandir di kamarnya karena mengkhawatirkan keadaan Saira. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan gadis itu sampai mengurung diri di kamar. Karakternya memang dingin dan cenderung menutup diri. Tapi kali ini rasanya berbeda karena wajah Saira tampak menyimpan sesuatu yang tidak Alyne mengerti.
Belum lagi Alyne mendapat kabar jika pamannya membuat ulah dan hal itu membuatnya harus kembali ke Autralia. Ia sudah gerah selalu diganggu, untuk itu ia akan menjobloskan pria itu ke penjara. Namun, mengingat Saira, ia tidak bisa pulang dan meninggalkan gadis itu. Alyne sangat bimbang dengan semua ini.
Di kamarnya, Saira meringkuk di kepala ranjang. Ia memasukkan kepalanya ke dalam kedua kaki yang ia tekuk. Hari ini merupakan hari paling berat baginya. Ia harus bertarung dengan hati dan pikirannya yang saling berperang. Kemudian kabar mengenai ibunya juga sangat menganggu. Meski melampiaskan kemarahannya, ia tetap terluka. Waktu semalam dihabiskan dengan menangis.
Keesokannya, ia bangun dengan mata sembab, padahal hari ini akan ada rapat penting bersama Aksa mengenai proyek mereka yang akan segera rampung.
"Evellyn, hari ini kita ada rapat!" teriak Alyne dari lusr kamar.
Saira segera mengambil handuk lalu menuju kamar mandi. Ia akan segera bersiap sebelum Alyne kembali berteriak.
"Ayo!" ajak Saira sambil memakai kaca mata gelap. Ia tidak mau matanya sampai terekspos.
"Tumben pakai kaca mata."
"Sesekali tidak masalah kan?" tanya Saira sarkas dan segera menuju mobil. Ia menunggu Alyne di sana. Selang beberap menit, gadis dengan rambut sebahu itu masuk dan segera mejalankan mobilnya.
Di sepanjang perjalanan, Alyne tampak sedang menimbang mengenai hal yang sedang ia alami dan Saira memperhatikan semuanya.
__ADS_1
"Ada apa? Kau tampak sangat cemas dari tadi."
"Ah, tidak ada Eve, abaikan saja."
"Alyne, dari jutaan umat manusia di muka bumi ini. Kau sudah kuanggap sebagai temanku, jadi ayo katakan, ada apa?"
Alyne tampak menimbang untuk mengatakan kegundahan hatinya. "Aku harus kembali ke Autralia."
"Apa ada sesuatu yang membuatmu harus kembali?" Saira mengangkat alisnya menyelidik.
"Pamanku membuat ulah lagi dan kali ini sudah keterlaluan. Aku kembali untuk menjobloskannya ke dalam penjara." tatapan Alyne tampak sangat membara mengingat apa yang sudaj dilakukan oleh pria itu.
"Ia mencemarkan nama baikku dan beberapa poto vulgar yang entah dia dapat dari mana. Tapi jelas itu bukan diriku."
Saira tersenyum, hal itu membuat Alyne merinding. "Kenapa kamu memasang senyum itu."
"Untuk membalas seseorang, senyum seperti ini wajib dimiliki oleh setiap orang." Saira mengeluarkan ponselnya dan menatap Alyne dengan tenang.
"Kau tidak perlu khawatir apalagi harus pulang. Aku akan mengurusnya untukmu, tanpa penolakan!"
__ADS_1
Gadis itu menghela napas lega. Ia sangat bersyukur atas bantuan itu. Ia bisa menghemat pengeluaran juga. "Terima kasih."
"Tidak ada terima kasih di antara pertemanan!" Saira tersenyum tulus kepadanya setelah selesai melakukan panggilan.
Mendengar hal itu, membuat Alyne merasa bahagia sekaligus terharu. Baginya tidak ada hal yang lebih membahagiakan lagi selain bisa mendapat teman seperti atasannya.
Mobilnya sudah sampai di depan gedung yang terlihat sangat tinggi.
Saira keluar dari sana bersama dengan Alyne. Seperti biasa, sambutan dari para karyawan selalu ia acuhkan dan ia tidak mempermasalahkan jika ia di cap sombong.
Jika ada seseorang yang mendzolimi penulis, maka hidupnya tidak akan pernah tenang.
Pengen nendang tapi gk ada yang bisa ditendang, nendang orang takut aing ditendang balik kan ngeri, hatiku masih belum sembuh ternyata, gimana caranya biar sembuh, gimana gimana? meski aku bodo amat sama Level tapi tetap saja hatiku sakit melihat angkanya, aku kayak ikan yang tersesat di gurun.
betewe guys sampai hatiku sembuh, sub bab akan kubuat aneh2 🤣🤣🤣 hatiku lumayan terhibur dengan keanehan itu. Kalian gk boleh komplen atau aku akan jadi nenek lampir. Ah jelek kali kau nek, jadi kuntilanak dah biar gentayangan, tapi ntar gk bisa lebaran. repot juga ye, Jadi orang kaya aja dah biar akunya bahagia selalu hahahaha. Dasar lu mata duitan, ya biarin wek.
sekian uneg-uneg gajenya. Yang nggak nyaman jangan dibaca ya, aku kalau galau, stres, dan ambyar suka kumat begini hahahahaha.
__ADS_1