Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Memutuskan Pergi


__ADS_3

Romeo mengepalkan tangan erat dan pergi menuju parkiran. Di sana ia masih melihat Angelina dan amarahnya membuncah begitu saja. Saat hendak memaki dan meneriakinya, ia mengingat apa yang ingin dilakukan Alyne terhadap gadis itu. Kembali menahan dan tersenyum. Ia harus ikut andil dalam misi ini.


"Maaf membuatmu menunggu lama," ucapnya pelan.


"Tidak apa-apa, aku memakluminya."


"Tapi tetap saja aku sangat bersalah karena sudah membuatmu menunggu."


"Kalau begitu, traktir aku makan."


"Boleh, tapi aku masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor."


"Kalau begitu kita kembali ke kantor."


"Kau sangat pengertian Angel, pantas namamu seperti malaikat, sesuai dengan orangnya." puji Romeo meski wajahnya sangat tidak meyakinkan sedang memuji seseorang.


"Kamu bisa aja, aku jadi malu."


"Kau memang seperti malaikat Angel," ucap Romeo.


"Ya sudah ayo kita kembali ke kantor."


Gadis itu menganguk dan mereka segera pergi dari sana. Romeo mulai muak dengan Angelina yang seolah tidak melakukan kesalahan apa pun. Bahkan ia sudah menghilangkan nyawa seorang bayi yang belum sempat melihat dunia ini. Di depan pintu, Alyne masih menunggu dengan harap cemas dan was-was. Banyak hal bergentayangan di benaknya. Menganggu dan menguasai jiwanya saat itu juga. Pertanyaan bagaimana kalau Saira benar-benar pergi meninggalkannya. Apa ia akan bisa hidup sendirian tanpanya.


Dengan pelan ia membuka pintu tersebut dan kekosongan langsung menyambutnya. Ketakutannya kini menjadi sebuah kenyataan. Gadis yang selama ini dia temani, sudah pergi dan hanya meninggalkan secarik kertas yang membuat dadanya sesak.

__ADS_1


Alyne ...


Kau tahu, selama aku mengenalmu


Tidak sedikit pun kekecewaan menghampiriku.


Karena kau gadis yang sangat tulus


Terutama memberiku kekuatan tak kasat mata, di saat orang yang kucintai membenci tanpa meneliti.


Tapi maafkan aku, manusia hina dina


Manusia yang selalu merasa beruntung


Karena Tuhan masih berbaik hati


Tapi maaf, aku harus pergi jauh


Karena tidak ada lagi yang bisa kupertahankan selain dari kesedihan ini.


Hatiku sudah sangat hancur berkeping-keping


Aku bahkan tidak yakin


Meski disambung akan kembali ke bentuk semula.

__ADS_1


Tapi percayalah, kau akan selalu menjadi partner kerja, sahabat dan adikku.


Karena dirimu sangat spesial selamanya.


Alyne ...


Jika kelak Tuhan mempertemukan kita


Kumohon jangan membenci atau menghindariku


Karena semua bisa membunuhku dalam sekejap.


Semoga kau bisa hidup lebih tenang setelah kepergianku.


Aku meletakkan black card di meja rias. Jangan pernah untuk tidak memakainya.


Salam hangat dan kasih sayang


Saira Ophelia


Tubuhnya luruh ke lantai. Seolah tulang belulang menghilang begitu saja. Sedangkan tangisnya tertahan oleh sesuatu yang mendesak dan menikam ulu hati. Rasanya sangat menyakitkan untuk bisa ia terima.


"Kenapa kamu memutuskannya secara sepihak, Ev. Kamu tahu kan? Kamu gadis yang sangat berharga dalam hidupku."


Alyne menangis sejadi-jadinya pada malam itu. Ia belum pernah merasakan sakit seperti ini. Jika bisa memilih, ia lebih baik kehilangan pacar dari pada kehilangan Saira yang sudah banyak membantunya selama ini. Gadis itu selalu mengajarkan bahwa gadis harus bisa berdiri dengan kakinya tanpa mengharap pada orang lain.

__ADS_1


-----


__ADS_2