Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Mencari Jodoh Alyne


__ADS_3

Romeo baru saja akan bermanja-manja. Namun, kedatangan Alyne kembali membuatnya gemas karena gadis itu selalu berhasil menganggunya.


"Kenapa?" tanya Alyne sambil melotot. Ia memperhatikan gerak gerik Romeo dengan mata tajamnya.


"Alyne, apa kau mau berlibur?" tanya Romeo serius.


"Dalam rangka apa? Atas kebaikan apa? Tumben membicarakan soal liburan?" tanya Alyne menatap Romeo dengan curiga. Iya yakin, pria itu pasti sedang ada maunya atau sedang merencanakan sesuatu padanya.


"Dalam rangka memperingati hari kebaikan, kau sangat baik pada kekasihku, menjaganya, merawatnya bahkan menyiapkannya masakan."


Alyne masih menatap curiga pada Romeo yang terdengar melebih-lebihkan sesuatu mengenai dirinya.


"Jangan coba-coba mengelabui diriku." kesalnya.


"Siapa yang mengelabui, aku sedang ingin membalas semua kebaikanmu Alyne. Kau sangat menggemaskan kalau sedang cerewet begini."


"Dan Pak Romeo baru tahu?" ledek Alyne.


Saira geleng-geleng melihat kelakuan keduanya. Ia lebih serius memeriksa beberapa berkas untuk ia tanda tangani. Ia tidak ingin bersikap ceroboh mengenai pekerjaan dan perusahaan karena ribuan karyawan bernaung di perusahannya.

__ADS_1


"Kalau Pak Romeo mau membalas kebaikan saya, tolong Pak, belikan saya sebuah apartemen mewah yang fasilitasnya bisa membuat saya lalai."


Saira yang mendengar hal tersebut sontak twetawa, sedangkan Romeo mendengus kesal. Memangnya ada fasilitas yang membuat seseorang lalai, pikirnya. Ia mulai meragukan Alyne sebagai wanita yang tidak tertarik dengan kekayaan. Kenyataannya, dia lebih menakutkan. Lihat saja bagaimana caranya meminta sebuah apartemen padanya. Tatapan matanya sungguh menakutkan.


"Kenapa jadi bawa-bawa apartemen."


"Karena saya membutuhkannya dikemudian hari, itu bisa jadi harta saya kelak." kekeh Alyne sambil menyeringai melihat Romeo.


"Berikan saja," ujar Saira pada Romeo yang masih ngap-ngapan. Bukan karena dia tidak mampu membelinya. Hanya sedang sesikit syok saja. Dia yang awalnya mau mengerjai Alyne, tapi lihatlah sekarang bagaimana situaisi terbalik. Dia harus cepat mencari pasangan untuk Alyne agar ia bisa bebas. Lalu mengenai apartemen, ia juga harus segera mencarinya.


"Baiklah, aku akan mencarikannya untukmu. Tapi dengan satu syarat," ujar Romeo dengan bangga.


"Kau harus mau jika kukenalkan dengan seseorang."


"Syaratnya tidak masuk akal," gumam Alyne sambil cemberut.


"Permintaanmu jauh tidak masuk akal, tapi karena aku ini pria yang baik hati, aku akan memberikannya dengan syarat yang tadi."


Alyne tampak menimbang apa harus diterima atau ditolak mentah-mentah. Ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memiliki apartemen mewah. Ia menatap Romeo lama sebelum akhirnya ia pun ikut mengajukan sebuah syarat.

__ADS_1


"Aku mau tapi aku juga memiliki dua syarat," ujarnya.


"Katakan saja."


"Pertama, dia harus tampan, kau tahu, aku ini cantik jelita dan seksi. Aku sangat berhak mendapatkan pria yang tampan."


Saira hanya tertawa di mejanya. Sedangkan Romeo terlihat menyombongkan pilihannya. Karena baginya, temannya sangatlah tampan. Alyne tidak akan kecewa dengannya. Lagi pula jika dipikir-pikir, tidak pernah dalam sejarah sahabatnya bermuka jelek atau pas-pasan. Mereka semuanya dari golongan orang-orang tampan yang tidak bisa dipungkiri pesonanya oleh gadis mana pun. Dan ia yakin, Alyne juga akan bereaksi sama dengan wanita kebanyakan.


"Syarat pertama tidak perlu diragukan lagi, sekarang apa syarat keduanya?" tanya Romeo dengan pede.


"Syarat kedua, dia harus sangat sangat kaya."


Bola mata Romeo membulat sempurna mendengar hal tersebut. Ia tidak menyangka jika Alyne meminta syarat kedua yang sangat sangat ringan bagi temannya. Ia tertawa dan tersenyum.


"Besok kalian akan bertemu."


----


Gais maaf aku baru update.

__ADS_1


__ADS_2