Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Tantangan Terberat Danish


__ADS_3

🦔 Sayang 💕:


Bab 110


Saira menatap tajam pada Danish yang saat ini sedang duduk dihadapannya. Sedangkan Alyne dan Romeo hanya duduk mengamati dari tempat masing-masing. Alyne sendiri terlihat cuek dan tidak peduli dengan nasib Danish. Sedangkan Romeo tampak menahan tawa saat kaki Danish terlihat bergoyang-goyang sejak tadi, menandakan temannya sedang gugup.


“Jadi, sejauh mana hubunganmu dengan Alyne?” tanyanya sambil melipat kedua tangan.


Danish menatap mata Saira. Namun, ketakutannya membuat ia tidak mampu menatap mata Saira dengan lantang. Dia melirik ke arah Alyne yang malah sibuk sendiri sedangkan romea hanya menyemangatinya. Danish hanya mampu mengumpat dalam hati atas kelakuan temannya yang tidak ada adab sama sekali.


“Wajahku di depan, bukan di samping apalagi di belakang.”


Tegur Saira membuat Romeo tertawa. Alhasil dia juga ikut kena dampak keganasan tatapan Saira. Romeo langsung mengunci mulutnya dan mengambil ponselnya untuk mengalihkan perhatian Saira drainya. Meski pun sudah menjadi kekasihnya tapi Saira tetaplah sosok yang keras dan memiliki aura kuat yang bisa mematahkan tatapan siapa saja.


“Ekhm, maaf.”


“Apa jawabanku begitu sulit?” Tanya Saira sarkastik.


“T ... tidak sama sekali, aku akan segera menjawabnya.”


“Membuang-buang waktu sepertinya hobimu.”


“Apa?” Tanya Danish bingung dengan perkataan Saira barusan. Dia melihat ke arah Romeo yang memberi isyarat kuncian mulutnya.


“Apa Alyne saja yang menjawabnya?”

__ADS_1


“Tidak perlu, kami sudah menjalin hubungan beberapa bulan yang lalu.”


“Bertemu di mana?” Wajah Saira penuh selidik karena Alyne tidak pernah bercerita dengannya.


“Romeo yang memperkenalkan kami.”


Saira melihat ke arah Romeo dengan tatapan kesal. Tega-teganya dia tidak memberitahu dirinya mengenai kekasih Alyne.


“Tolong jangan marah Romeo, itu permintaanku.”


Saira mengalihkan tatapannya pada Danish. “Apa kau pikir restu datang dari Romeo sampai aku tidak berhak tahu siapa kekasihnya?” Saira memamerkan senyum Iblis dan menggelengkan kepala.


“Maaf, aku tidak tahu fakta itu.”


“Sekarang kau sudah tahu kan? Tapi sudah terlambat karena aku tidak akan merestui hubunganmu dengan Alyne.


“Saira, apa aku bisa mengatakan sesuatu?”


“Tentu.”


“Danish, mungkin kamu tidak tahu sepak terjangku bersama Saira. Namun, jika hubungan kita tidak direstui olehnya aku tidak bisa berbuat apa-apa karena bagiku Saira jauh lebih berarti dari segalanya. Dia bagaikan saudara, adik, kakak, suami, sahabat dan ibu bagiku.”


Danish mendadak pucat mendengar kalimat tersebut. Dia harus bisa memutar otaknya agar Saira memberinya restu. Dia tidak akan bisa berpisah dengan Alyne. Perasaannya pada gadis itu terlalu menggebu karena kecocokan di antara mereka hampir 90 persen. Danish menatap wajah Alyne yang tidak menunjukkan ekspresi takut berpisah darinya. Itu artinya dia memang harus benar-benar berjuang sejak saat ini.


“Kau dengar kan?”

__ADS_1


“Tidak bisa begitu, aku akan melakukan apa pun yang kamu mau asal tidak memisahkan kami.”


“Yakin sanggup?”


“Aku pasti akan sanggup.”


“Baik kalau begitu, aku akan memberikanmu syarat, jika kau snaggup maka restuku akan menyertai sampai tua.”


“Aku akan mendnegarkannya.” Danish menarik napasnya berkali-kali dan menatap Alyne dengan tekat yang begitu kuat.


“Apa pun yang terjadi, bagaimana pun masa lalunya, mau kau sedih atau senang. Tugas mu harus bisa membuat Alyne terus bahagia. Jika sampai kau membuatnya menangis, aku akan langsung memisahkan dengannya. Aku tidak akan peduli jika kau menangis darah sekali pun atau gantung diri karena kehilangannya. Karena aku tidak akan segan-segan melakukannya. Bagaimana? Apa kau snaggup?”


Danish meneguk ludahnya kasar dan menganguk dengan mantap. Dia pasti bisa melakukan apa pun untuk membuat Alyne bahagia. Bukankah cinta yang sesungguhnya bukan hanya untuk mengikat hidup bersama tapi mampu membuat pasangan sendiri bahagia meski dalam godaan seberat apa pun. Danish membuatkan tekatnya.


“Aku bisa melakukannya.”


“Bagus kalau begitu. Romeo, Alyne, kalian adalah saksinya. Jika dikemudian dia mengingkari syarat yang kuberikan, maka detik itu juga aku akan mengambil Alyne dari hidupnya untuk selama-lamanya.”


“Siap,” jawab keduanya.


“Jangan membuatku menangis,” ucap Alyne dengan wajah yang bahagia. Dia bisa saja menguji kesabaran Danish. Ketawa jahat mulai muncul dalam hatinya.


Saira mengalihkan pandangannya dari gawai yang sejak tadi dia letakkan di meja. Dia m,elihat nama pemanggil dan wajah Saira berubah drastis.


----

__ADS_1


gais maaf aku nggak update beberapa hari ini. maafken.


__ADS_2