Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Ada Apa Sayang.


__ADS_3

Saira merungkai pelukannya, ia menatap wajah Romeo yang tidak setampan dulu. Ia menangis dan menciumi wajah itu dengan penuh kasih. Kerinduannya akan pria itu kini terobati.


"Apa yang terjadi denganmu, Sayang?" tanya Saira dengan suara serak karena menangis.


"Maaf karena membuatmu bersedih selama ini, tapi aku melakukannya untuk melindungimu dan anak kita."


Mendengar Romeo mengucapkan kata anak, Saira kembali menangis. Ia tidak bisa memlertahankan bayinya yang harus meninggal karena sebuah insiden.


"Kenapa menangis, hm? Sudah kukatakan untuk jangan menangis lagi sayang."


"Aku tidak bisa menjaga bayi kita, dia meninggal." tangis Saira kembali pecah.


Romeo tersenyum mendengarnya. "Sayang, bayi kita terpercayap, dia kutitipkan pada orang terpercaya."


Saira tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. "Kamu tidak sedang membohongiki kan?" tanya Saira dengan suara bergetar.


"Sayang, dia masih hidup. Aku menitipkannya karena nyawa kalian ada dalam bahaya. Aku juga menghilang untuk menyelidiki siapa dalang dari semua kejadian ini."


"Jadi selama ini, kamu tidak benar-benar hilang ingatan?" tanya Saira meminta penjelasan.

__ADS_1


Romeo menganguk, "semua kulakukan untuk mengelabui mereka. Aku tidak ingin nyawamu menjadi taruhannya sayang. Maafkan aku."


Saira tentu saja sangat sennag sekaligus sedih mendengarnya. Ia tidak tahu jika kekasihnya menyimpan sebuah rahasia sendirian. Ketakutan akan kehilangan dirinya begitu menyiksa bagi Romeo.


"Siapa mereka sayang?" tanya Saira penasaran setelah tangisnya reda.


"Angel, dialah dalangnya. Dia bos mafia yang tidak bisa ditangkap oleh pihak mana pun."


"Tapi dia, aku menyiksanya kemarin." beritahu Saira membuat Romeo tertawa pelan.


"Dia anteknya, Angelina yang asli berada di belakang layar Sayang."


Saira pun menggoda Romeo dengan sengaja meraba milik Romeo dan memegangnya. Romeo tidak bisa fokus menceritakan semua pada Saira. Terlebih kini Saira menempelkan dadanya yang membusung dalam memperdalam jarak mereka. Sesekali ia menggesek kejantanan Romeo pada miliknya.


"Sayang, aku tidak bisa fokus jika kamu terus menggodaku." erang Romeo serak.


"Aku sangat menginginkan kau berada dalam diriku," ucap Saira dengan mata sayu.


Melihat tatapan itu Romeo pun perlahan membaringkan tubuh Saira ke sofa dan memulai aksinya. Mereka berciuman panas. Suara decapan terus menguasai ruangan tersebut. Menyusuri setiap lekuk tubuh Saira dengan lidahnya. Saira mendesah panjang saat lidah Romeo memilin dua benda kenyalnya.

__ADS_1


"Sayang, sekarang." desah Saira karena dia sudah tidak tahan.


"Kekasihku sangat menginginkannya," kekeh Romeo. Dia dengan segera membuka paha Saira dan meletakkannya kebahu. Kejantanan yang sudah siap tempur kini perlahan menggesek permukaan milik Saira.


"Kau menyiksaku Romeo," erang Saira saat milik kekasihnya masih mempermainkannya.


Romeo kembali tertawa karena Saira tidak sabaran. Ia sangat menyukai sikap Saira yang selalu menginginkannya tanpa merasa malu. Romeo segera memasukkan miliknya dengan perlahan. Saira terlihat sedikit kesakitan tapi Romeo segera membuatnya tenang dengan menciuminya dengan penuh cinta.


"I love you, honey." bisik Romeo dan miliknya sudah masuk sepenuhnya. Ia menunggu Saira sedikit enakan setelahnya perlahan mulai bergerak.


"Masih sakit, sayang?" tanya Romeo khawatir.


"Sudah enakan," ucap Saira tersenyum.


Romeo menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama. Saira tidak nyaman dengan posisi Romeo yang sedang duduk. Ia meminta mengubah posisi agar Romeo berada di atasnya. Romeo menuruti kekasihnya dan segera merebahkan diri di atas Saira. Dengan penuh kelembutan ia memompa milik Saira.


-----


Harendang harendang, Aku akan update, benyar kok mules mulu ya. nyesek aing.

__ADS_1


Aku suka ngakak baca komen kalian, aku bakalan update lagi kalau komenan kalian nyampek 100, komennya tidak boleh copas 🤣🤣🤣 Ingat ya, harus seratus. aku langsung update kalau nyampek 100 wkwkwkwkw


__ADS_2