Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Tim Work


__ADS_3

Saira menggeleng melihat pilihan pria tersebut yang akan membuatnya menyesal seumur hidup. Alyne juga ikut menggeleng karena ada pria bodoh yang mau mengorbankan segalanya demi untuk melindungi segelintir kejahatannya.


Sedangkan Romeo sedang menyusun rencana untuk menggulingkan saham yang Wira miliki. Ia membentuk tim khusus untuk bisa mewujudkan semuanya. Jika pria itu mendapatkan segalanya dengan kecurangan, maka Romeo akan melakukan semua itu. Sama seperti Saira, ia tidak ingin membuat Wira hidup dengan tenang.


"Apa kalian sudah bisa menangkap rencanaku?" tanya Romeo tegas.


"Bisa, Pak. Jika Pak Wira bisa melakukan apa saja dengan saham yang dia miliki, maka perusahaan ini bisa diambang kehancuran. Kami siap mengalihkan saham milik kami kepada Pak Romeo."


"Terima kasih, saya tidak akan pernah membuat kalian menyesal karena sudah mengambil keputusan ini."


Mereka semua siap membantu Romeo karena sejujurnya sosok Wira tidak baik jika sampai memiliki banyak saham dan mengalahkan Romeo. Perusahaan ini bisa beralih tangan dan mereka semua akan hancur seperti perusahaan yang sekarang sudah gulung tikar karena dipimpin oleh orang yang tidak kompeten.


Romeo segera mengambil ponselnya dan menghubungi Saira.


"Misi sudah selesai, kamu sudah siap menyerang dua orang dengan satu anak panah."


Saira tertawa di seberang telpon. "Tentu saja sudah."


"Kita akan mengirim buktinya kepada Wira dan Wali akan kita beri pelajaran. Aku akan membuatnya tidak bisa bernapas dengan tenang."

__ADS_1


Romeo tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Gadis itu sangat licik jika sudah bermain dengan para penjahat. Itu menjadi salah satu hal yang sangat disukai oleh Romeo. Baginya Saira dangat seksi jika bisa menjadi jahat untuk memberantas kejahatan. Gadis yang lemah bertransformasi menjadi gadia kuat yang tidak kenal rasa takut sedikit pun.


"Kekasihku memang sangat mengerikan," kekeh Romeo dan Saira tertawa mendengarnya.


"Aku masih ada urusan, telponnya kututp dulu." Saira segera memberi salam dan pergi menuji sebuah tempat. Alyne ikut serta menemaninya.


"Siapa yang akan kita temui hari ini?" tanyanya.


"Seseorang yang masih belum kupahami. Dia sangat dekat dengan kakakku dan sialnya, dia anak dari pria yang akan kita gulingkan."


"Maksudmu Wira?"


"Untuk itu aku harus membuktikan sesuatu, kita harus mencari tahu mengenai pria tersebut."


"Baiklah," ucap Alyne.


Mereka menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Saira. Alvin sudah menunggu di ruang yang private. Saira sengaja memilih tempat tersebut agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh siapa pun. Ia bisa dengan leluasa membicarakan segala hal.


"Selamat datang Nona Eve, dilakan Anda sudah ditunggu oleh Pak Alvin." seseorang datang dan menyambut mereka sambil membawa ke sebuah ruangan.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Alyne dan pelayan itu segera pergi.


"Aku akan masuk sendiri, kau bisa gunakan ruangan sebelah." tunjuk Saira dan Alyne menganguk paham dan segera berlalu ke sana.


Alvin mengangkat pandagan saat pintu ruang makan tersebut bergeser, matanya bertemu dengan tatapan tajam milik Saira yang membiusnya.


"Saya tidak suka berbasa basi jadi simpan sambutanmu!"


Alvin mengurungkan niatnya dan kembali menatap Saira dengan dalam. Gadis yang menurutnya sangat cantik itu, berbeda dengan Izora yang meski pun cantik, tapi takarannya beda jauh.


"Apa benar kau putra dari Pak Wira?" tanya Saira to the poin.


"Benar, kamu sendiri siapa?"


"Saya Evellyn."


"Nama yang indah," ucapnya.


"Kau akan menyesal jika melanjutkan kalimatmu!" tatapan Saira penuh ancaman.

__ADS_1


---------


__ADS_2