Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Menyembukan Luka


__ADS_3

Saira pelan-pelan meraba milik Romeo yang sudah terbangun. Romeo mengerang nikmat merasakan sentuhan tersebut. Padahal tangan Saira masih berada di luar.


"Dia sangat merindukanmu," bisik Romeo sensual.


"Aku juga sangat merindukannya."


Romeo terkekeh dan segera memberikan akses penuh Saira dengan berbaring di sofa dan Saira yang berada di atasnya. Saira sudah membuka resleting Romeo dan kini miliknya hanya dibungkus oleh kain tipis. Saira memainkan milik Romeo yang masih dibungkus membuatnya kehilangan sedikit akal.


"Apa kamu sangat suka menyiksaku?" tanya Romeo.


"Itu membuatku sangat bersemangat." kekeh Saira dan Romeo pun pasrah dipreteli oleh kekasihnya.


"Eve!" teriak Alyne dari luar.


Kegiatan keduanya pun terhenti saat suara Alyne terdengar menggelegar.


"Gadis itu! Menganggu saja, apa kamu tidak ada kenalan pria untuk dikenalkan padanya?" tanya Saira ia segera turun dari sofa dan berjalana ke kamar.


"Nanti akan kucari pria yang cocok dan ngannya." kekeh Romeo sambil menghela napas. Miliknya yang mulai mengeras harus kembali dimasukkan ke sarangnya.


"Ada apa?" tanya Saira.


"Apa ada seseorang di dalam?" tanya Alyne penasaran.

__ADS_1


"Kepo," ujar Romeo dan menyapa Alyne yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.


"Apa kamu lupa, pagi ini kita ada meeting."


"Iyakah? Aku tidak mengingatnya."


"Mana bisa ingat kalau pria mesum ini berada di kamarmu." decih Alyne dan membuat keduanya tertawa.


"Aku akan mencari yang jauh lebih mesum darinya khusus untukmu." goda Saira sambil mengedipkan mata membuat Alyne bergidik ngeri.


"Jangan pernah lakukan hal itu, sudah aku mau berangkat dan segera menyusulku dan ingat jangan lanjutkan aktivitas kalian!" teriak Alyne saat ia sudah menjauh dari sana.


"Aku akan mandi," ucap Saira.


"Mandinya bisa setengah hari kalau kau ikutan mandi. Tunggu aku di ruang tamu. Jangan di kamar ini."


"Baiklah nyonya tercinta, segala perintahmu akan segera dilaksanakan."


Saira segera mengunci kamarnya saat Romeo sudah pergi dari sana. Di ruang tamu, Romeo bertemu dengan Alvin dan mengernyit bingung, seingatnya ia belum pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya. Apa ada pria nyasar di rumah ini pikirnya. Tak jauh beda dari Romeo, Alvin pun merasakan hal yang sama. Ia heran atas kehadiran Romeo di sana.


"Anda siapa?" tanya mereka bersdua dengan serentak.


"Saya kekasih Evellyne."

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Alvin dengan bangga ikut memperkenalkan diri. "Saya kekasih Izora."


"Oh!" seru Romeo.


Alvin memperhatikan Romeo dengan saksama. Melihat ketampanan pria yang kini berada dihadapannya membuat kepercayaan dirinya perlahan memudar. Ketampanan yang sangat mendominasi Romeo membuatnya terintimidasi. Apalah daya wajahnya yang indo kalah dengan wajah kebaratan milik Romeo.


"Bagaimana kondisi kekasihmu sekarang?" tanya Romeo singkat.


"Sudah sedikit membaik dari sebelumnya."


"Syukurlah," ujar Romeo.


Ia mengambil sebuah majalah dan membacanya selagi menunggu kedatangan Saira. Sedangkan Alvin tampak kikuk berada di sana. Ia berdehem dan undur diri dari sana menuju kamar Izora. Gadis itu masih lelap dan Alvin tersenyum melihatnya. Ia mendekat dan menciumi kening Izora lembut sambil membisikkan sesuatu. Mata Izora mulai terbuka dan ia sedikit kaget saat melihat Alvin yang begitu dekat dengannya.


"A-apa yang kau lakukan di sini?" tanya Izora dengan tangan gemetar.


Alvin perlahan meraih tangan Izora dan mengecupnya lembut dan meletakkan jemari lentik itu di dadanya yang berdetak penuh irama saat bersama sengan Izora.


"Hanya kamu wanita satu-satunya yang mampu membuatnya berdetak begitu kencang. Aku di sini karena tidak bisa melepasmu atau meninggalkanmu. Maka dari itu, percayalah kepadaku Sayang."


 


Oh iya gais, karena cerita ini panjang banget, aku sampai capek merevisi. jadi kurevisi ulang dengan update ulang di mangatoon, judulnya Antara Cinta dan Dusta ya. terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2