Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Wanita Tidak Tahu Diri


__ADS_3

Saira memasuki rumahnya dengan aura tidak bersahabat. Terlihat ia tidak mengacuhkan sapaan Tasma dan Chloe yang tersenyum palsu padanya. Hal itu sekarang sudah biasa bagi Halena. Ia berpikir mungkin putrinya sangat lelah sampai mengabaikan mereka bersua. Kemudian Alyne duduk di sofa setelah dipersilakan duduk. Chloe tidak suka melihat gadis itu masuk ke rumah ini.


"Alyne, kamu mau ikut ke kamar?" tanya Saira. Alyne menggeleng.


"Ya udah, kamu tunggu di sini selagi aku ganti baju." Alyne menganguk.


"Alyne, saya ke belakang dulu ya. Kamu nggak papa tinggal sendiri?" tanya Halena lembut.


"Tidak apa-apa Nyonya," ucap Alyne tersenyum meyakinkan.


Halena undur diri dari sana untuk mengambil sesuatu dari belakang. Chloe perlahan turun dari lantai dua dan menghampiri Alyne yang masih setia duduk di sana dengan secangkir minuman. Ia perlahan mendekati gadis itu dan menatapnya dengan angkuh.


"Kalau kamu tidak ada urusan di rumah ini, kenapa masih duduk seperti ratu di sofa mahal ini!" tunjuk Chloe dan menatap Alyne dengan jijik.


Gadis itu menoleh dan mengangkat alisnya bingung. Ia heran tipe wanita seperti yang berada di hadapannya kini. Selalu mengangungkan kekayaan padahal diri sendiri miskin.


"Maaf, saya tidak ada urusan dengan Anda, saya hanya berurusan dengan Nona Saira!" tegas Alyne membuat gadis itu geram.

__ADS_1


"Kamu tahu siapa saya, kamu tahu hah!"


Baru saja Alyne mau menjawab, dari arah tangga Saira menatap kesal ke arah Chloe yang sedang berlagak seperti ratu dihadapan sekretarisnya. Jika dibandingkan keduanya, Alyne seribu tingkat lebih baik dari pada Chloe si wanita berlidah ular.


"Alyne, jangan meladeni benalu, ayo biar kuantar ke rumahmu."


"Evellyn, kamu jangan bersikap kurang ajar padaku!" teriak Chloe geram. Kemarahan tampak jelas di raut wajahnya.


Saira melirik ke arah Chloe dengan tayapan dingin. "Jangan berteriak pada pemilik rumah, sebagai status orang numpang seharusnya kamu sedikit memiliki malu, tidak bukan sedikit, seharusnya memiliki banyak malu."


"Kau," ucap Chloe geram.


Alyne menatap semuanya dengan datar. Baginya, semua itu wajar karena gadis yang berdiri di hadapan mereka sudah bersikap kurang ajar pada dirinya bahkan pada atasannya.


"Mama!" teriak Chloe dan Tasma datang dengan terburu-buru. Ia melihat ke arah Saira yang terlihat sedang tersenyum sinis.


"Evellyn, apa yang kamu lakukan?" tanya Tasma dengan marah.

__ADS_1


"Hanya memberinya sedikit pelajaran, kenapa? Bibi tidak suka?"


William turun dari lantai dua dan segera menghampiri mereka. Tasma yang pertama kali menyadari kehadiran pria itu. Ia mulai memainkan sebuah drama dan Saira sudah paham dengan metode yang selalu digunakan oleh Tasma.


"Evellyn, kalau kamu tidak suka dengan kami, kami akan segera pergi dari rumah ini." ia tampak terisak. Hal itu membuat senyuman Saira semakin menjadi.


"Ada apa ini?" tanya William tajam.


"Ini Pa, Bibi Tasma katanya tidak mau lagi tinggal di rumah ini, Eve nggak tahu kenapa tapi seeprtinya mereka mulai bosan di sini."


Tasma dan Chloe membulatkan kedua matanya dan menatap William sambil menggeleng pelan.


"Kalau kalian maunya begitu, kenapa harus teriak-teriak."


"Mungkin belum terbiasa tinggal di rumah megah, Pa."


Alyne tertawa mendengar ucapat Saira. Ka tidak tahu jika atasannya bisa sesadis itu jika tidak suka melihat orang yang sok berkuasa seperti gadis itu.

__ADS_1


-------


__ADS_2