Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Mantan Suami


__ADS_3

"Jangan ganggu aku!"


"Tapi kamu sudah membohongiku, Evellyn! Teganya kamu melakukan hal itu kepadaku."


"Kau tahu? Dirimu sangat membosankan, lagi pula tidak ada hak untukmu marah Aksa. Karena kita berdua sedang tidak menjalin hubungan apa-apa."


Aksa sangat tersakiti dengan apa yang baru saja dia dengar. Gadis yang selama ini sudah membuatnya bisa melupakan Saira, kini malah meninggalkannya dengan cara begini. Ia masih tidak ingin menyerah, dengan lembut ia memegang kedua jemari Saira sambil berlutut.


"Tolong jangan seperti ini Eve," ucapnya dengan memelas.


Romeo yang melihat hal tersebut segera menjauhkan Saira dengan Aksa. Ia tidak suka jika kekasihnya dipegang oleh pria lain.


"Jauhkan tanganmu!" peringat Romeo dengan penuh tekanan.


"Siapa kau? Yang seharusnya menjauh dari Eve itu kau bukan diriku!" teriak Aksa tidak terima.


"Dia calon suamiku, jadi tolong jangan lagi mengangguku."

__ADS_1


"Lalu kenapa dulu kamu memberiku harapan? Kenapa kamu begitu jahat padaku Eve, kenapa?" teriak Aksa kesal.


"Asal kau tahu, aku tidak pernah memberi seseorang harapan. Jika kamu menganggapnya serius, itu murni kesalahanmu. Kenapa malah menyalahkan orang lain atas keteledoranmu sendiri."


Aksa masih belum ingin menyerah, dia kembali memohon seperti pecundang. Namun, Saira tidak ingin lagi berurusan dengan pria yang sudah menyakitinya dulu. Ia menarik Romeo pergi dari sana dengan perasaan dongkol.


"Eve, jangan seperti ini." Aksa mengejar kepergian Saira dan kembali meraih tangannya.


"Apa kekuranganku Eve, kenapa kamu lebih memilih bersama pria ini dari pada denganku."


"Mengandung ... anak, kamu ...." Aksa masih mencerna semua yang diucapkan Saira. Ia sangat syok mengetahui gadis pujaannya sudah dimiliki pria lain. Bagaimana nanti dia bisa kembali menjalani hidup setelah dihancurkan sedemikian rupa.


Romeo kaget dan menatap Saira dengan wajah membeku. Seingatnya mereka belum pernah melakukan hubungan seperti itu yang bisa membuat Saira hamil. Melihat Aksa lengah, Romeo segera membawa Saira menuju mobil dan segera pergi dari sana.


"Jelaskan," ucap Romeo sesampainya di dalam mobil.


Bahu Saira terguncang karena sedang menangis. Masih terbayang raut wajah Aksa dan hal itu membuatnya tidak tega. Namun, kenangan yang diberi oleh pria itu sangat menyakitinya. Bukankah adil jika Saira memberinya balasan agar kelak bisa lebih menghargai pasangannya.

__ADS_1


"Kenapa menangis?" tanya Romeo lembut. Ia mengusap bahu Saira dengan penuh kasih sayang. Salahnya juga karena tidak mengetahui situasinya.


"Dia ... dia adalah suamiku dulu, pria yang sudah memberiku jutaan luka." isak Saira membuat rahang Romeo mengetat. Ia bersumpah tidak akan pernah membiarkan pria itu mendekati calon istrinya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan dia menyentuhmu lagi."


"Terima kasih," ucap Saira sambil memeluk Romeo dengan erat.


Pagi harinya, Saira kembali menjadi bahan gosip di lobi kantor, banyak mata yang menatap sinis ke arah dirinya. Sedangkan Alyne sudah masuk lebih dulu karena ada hal penting yang ingin dia lakukan.


"Tahu nggak, semalam aku lihat Pak Asthon sama kekasihnya. Sumpah cantik banget! Nggak kayak si itu, tuh." sindir mereka.


"Si itik buruk rupa yang menghayal jadi angsa," ucap mereka sambil tertawa.


-----


Mana suaranya, betewe jangan ada dusta di antara kita semuanya ya wkwkwkw. Guys aku pengen banget balas chat kalian tapi aku anu.... Selamat menunaikan ibadah puasa.

__ADS_1


__ADS_2