Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Licik adalah Saira


__ADS_3

Berbagai rencana sudah tersusun rapi di benak Yudi. Ia harus membunuh kedua gadis itu, tidak peduli meski salah satu dari mereka merupakan pacar dari adiknya. Baginya Alvin hanya manusia sampah yang menumpang lahir dari rahim ibunya. Selamanya pria itu akan menjadi orang yang paling dia benci di jagat raya.


Alvin sudah kembali ke kediaman keluarga besar Wira. Ia ingat ancaman ayahnya yang akan melukai kekasihnya. Izora adalah wanita yang sangat dia cintai, pengorbanan apa pun mampu dia jalani asal gadis itu bisa tertawa lepas.


"Sayang, aku kangen sama kamu tapi kita tidak akan bisa bertemu untuk waktu yang lama."


Sama halnya seperti Alvin yang merindukan Izora, gadis itu juga sangat merindukan Alvin. Pria yang mampu menariknya dari lembah keterpurukan dan putus asa. Pria yang dia cintai melebihi Aksa. Berbicara mengenai Aksa, gadis itu bahkan tidak lagi mengetahui bagaimana kondisinya saat ini. Sudah lama rasanya mereka tidak bersua.


Lusa Saira akan menyerahkan semua bukti kejahatan Wira yang akan menjeratnya dalam sidang pengadilan. Ia meletakkam bukti tersebut di sebuah tempat khusus.


"Namamu siapa?" tanya Alyne saat mereka berada di meja makan.


"Aku Izora, panggil saja Zora."


"Hai, Zora aku Elca."

__ADS_1


Gadis itu menatap tersenyum ke arah mereka berdua.


"Aku Alyne."


Mereka kembali menikmati sarapan dan Alyne akan mengantar Izora pulang ke rumahnya. Namun, entah kenapa Saira memiliki firasat buruk mengenai hal ini, ia merasa akan terjadi sesuatu kepada keluarganya terlebih kepada Izora.


"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Alyne saat gadis itu hendak berbicara segera dipotong olehnya.


"Apa kalian selalu tahu apa yang akan aku katakan?" tanya Izora pelan.


"Ah, begitukah?" tanya Izora sambil tersenyum malu.


Saira mendekati mereka bertiga dan menatap Izora tajam. "Tunggu! Jangan kembali dulu, aku memiliki firasat buruk mengenai hal ini. Jadi tunggulah di sini."


"Tapi bagaimana dengan kedua orang tuaku?" tanya Izora.

__ADS_1


"Aku akan mengurusnya dengan segera, kau tidak tahu siapa pria yang menculikmu bukan? Dia adalah pria yang sangat jahat, jika kau kembali ke rumah, maka bukan hanya nyawamu yang terancam tapi kedua orang tuamu juga."


Penjelasan Saira membuat Izora kembali berpikir. Ia akhirnya menurut pada Saira karena tidak ingin membahayakan nyawa kedua orang tuanya. Namun, satu hal yang masih membuatnya bingung, siapa gadis yang sudah menolongnya ini. Terkahir mereka bertemu gadia itu menatap dan memakinya dengan kejam tapi ia bahkan tidak bisa berkutik sama sekali.


"Kejahatan Wira sudah lengkap semuanya, aku akan membuat pria itu membayarnya. Bahkan tidak akan kubiarkan dia menyogok siapa pun karena kekayaannya akan disita oleh negara."


Saira tersenyum iblis membayangkan ekspresi pria tua itu dan wajah congkak Yudi saat mengetahui semuanya. Mereka yang menghasilkan uang dengan cara merugikan rakyat akan membayar perbuatan mereka dengan setimpal. Wira selain menjadi pemegang saham tertinggi kedua setelah Romeo, ia juga bekerja untuk negara.


Kekayaannya yang selama ini ia banggakan hasil dari menggelapkan uang rakyat. Namun, dia bagai belut listrik yang susah ditangkap karena memiliki banyak jaringan bahkan berteman dengan beberapa preman yang berkuasa di sana.


"Kali ini, kau tidak akan bisa mengelak Wira, bahkan semua haringan yang kau banggakan tidak akan pernah berguna lagi. Lihat saja nanti!"


Saira adalah gadis yang ambisius dan akan melawan apa pun yang membuatnya jengkel apalagi jika sampai mengusik keluarganya.


---------

__ADS_1


__ADS_2