Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Kelakuan Dua Sejoli


__ADS_3

Saira yang tahu maksud dari Romeo pun tertawa pelan. Ia melihat angka di lift yang masih menunjukkan angka 8 sedangkan lantainya berada di lantai 25 pun segera mendekati Romeo. Ia meraba-raba dada bidang pria itu yang masih belum bereaksi sama sekali.


"Kekasihku sangat pemarah," ujar Saira sambil tertawa singkat.


Ia segera mencium bibir Romeo dengan lembut, perlahan lahan benda kenyal tersebut mulai dia mainkan. Awalnya Romeo masih belum merespon. Saira tidak menyerah, ia perlahan menghapus jarak di antara mereka. Saira terus memberikan sentuhan yang sensual sampai ia sendiri ke habisan napas dan melepaskannya.


"Napasku," ujarnya ngos-ngosan.


Romeo segera membawa Saira ke sudut dan menciuminya dengan lembut. Saira tersenyum melihatnya, ia pun tidak menyiakan kesempatan dan segera membalas ciuman penuh gairah tersebut. Sampai mata Saira membola saat melihat Lift sudah sampai ke lantai 25. Ia segera melepaskan pagutan mereka dengan napas memburu.


"Kita lanjutkan lusa, stok napasku mulai menipis." kekeh Saira dan memperbaiki penampilannya yang sedikit acak-acakan.


Mereka berdua pun segera masuk dan di sana sudah ada Alyne yang sedang menyiapkan sesuatu di ruangannya. Ia melihat kedatangan Saira bersama Romeo selalu memperhatikan penampilan mereka. Ia selalu curiga jika keduanya selalu melakukan hal-hal aneh jika sedang bersama.


"Kenapa? Apa kami tidak terlihat?" sarkas Saira.

__ADS_1


"Bukan begitu,tumben saja pakaianmu rapi. Biasanya jika kamu datang bersamanya pasti pakaianmu akan kusut." kekeh Alyne.


"Apa kamu mau melihatnya lagi?" goda Romeo yang sontak membuat Alyne melotot.


"Dasar pria tampan yang mesum!"


"Dan aku akan mencarikanmu pria yang jauh lebih mesum dariku, lihat saja nanti."


"Lalu aku akan selalu menolaknya, amit-amit."


"Hentikan! Sekarang ayo ke ruang rapat." perintah Alyne membuat mereka berdua tertawa karena melihat betapa konyolnya tingkah laku Alyne saat Romeo menggodanya.


"Aku menunggumu di sini sayang," ucap Romeo. Ia segera memilih rebahan di sofa sambil membaca beberapa majalah bisnis yang berada di sana.


Di ruangan meeting, Alyne memulai presentasi mengenai rencana mereka ke depannya guna memajujan perusahaan. Namun, tampaknya ada beberapa orang yang menolak mentah-mentah ide tersebut dengan alasan yang tidak masuk akal. Saira masih melihat siapa saja yang bersikap kurang ajar pada Alyne saat meeting berlangsung.

__ADS_1


"Apa masih ada sanggahan?" tanya Saira dengan aura dinginnya. Mereka yang sejak tadi menolak mentah mentah ide tersebut pun tampak tidak berani menyanggah lagi.


Semua bermula saat rapat, Saira menerima panggilan dari seseorang dan ia segera menyelidiki semua yang berusaha menjatuhkannya. Bahkan tanpa segan, ia akan membuat mereka membayar sangat mahal atas apa yang mereka lakukan kepadanya.


"Jangan coba main-main dengan saya! Saya memang masih muda, tapi bukan berarti kalian bisa membodohi saya." peringat Saira membuat mereka semua terdiam.


"Baik, Bu Saira."


"Jika dalam meeting selanjutnya saya menemukan konspirasi semacam ini lagi apalagi sampai menyudutkan sekretaris saya, jangan salahkan saya jika kalian semua hidup di jalanan dan menjadi tuna wisma. Saya tidak pernah main-main dengan apa yang saya ucapkan."


Mendengar hal tersebut, tentu saja mereka semua bungkam seribu bahasa. Mereka tidak ingin kehidupan mereka hancur hanya karena ambisi sesaat yang bahkan tidak pasti bagi mereka. Melihat bagaimana Saira mengatasi masalah tanpa masalah saja sudah berhasil membuat mereka semua merinding dan harus berpikir ribuan kali untuk menusuknya dari belakang.


----


Bagi yang mau membaca versi revisian dari cerita ini, aku sudah publis ke Mangatoon dengan judul Antara Cinta dan Dusta oke.

__ADS_1


__ADS_2