Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Baiklah


__ADS_3

"Kita akan datang ke tempat yang diinginkan oleh pria itu."


"Baiklah, aku akan menyiapkan segalanya. Tunggu sebentar."


Alyne dan Saira segera meyiapkan semua yang mereka perlukan nantinya. Sedangkan perusahaan yang di pimpin oleh Romeo sudah diambil alih oleh pria itu. Tidak ada yang bisa berbuat apa-apa melainkan hanya bisa pasrah. Tapi tidak dengan Saira, semua yang direnggut pria itu akan ia dapaykan kembali. Sebaliknya, ia akan memberikan hukuman yang tidak akan pernah terpikirkan oleh Wira.


"Dia akan menyesal karena sudah bermain denganku Alyne, bahkan anak cucunya akan mengingat semuanya dan mereka akan malu memiliki kakek seperti pria itu."


"Itu hal yang bagus Eve," ucap Saira.


"Sangat bagus." kekehnya dan hari itu ia segera menjalankan rencananya.


Alyne dan Saira sudah sampai di tempat yang disebutkan oleh pria bernama Wira. Ia tidak tahu dari mana tahu jika Izora adalah keluarganya. Bia ditebak ada orang lain yang memberikan informasi tersebut. Tapi untuk sekarang Saira harus memastikan pria itu menyesal.


"Kalian sudah datang rupanya," ucap Wira sambil membawa senjata tajam.


"Di mana mereka?" tanya Saira datar.

__ADS_1


"Jangan terburu-buru, kita bermain dulu. Tidak baik jika gadis cantik dibiarkan menganggur."


Saira sudah tahu kemana pembicaraan pria itu akan berpanjut. Ia meladeni semua permainan dengan apik.


"Kau benar, memang tidak baik mengabaikan gadis cantik seperti kami berdua."


"Berikan mereka minuman," ucap Wira dan Saira sangat tahu apa yang ingin pria itu lakukan kepadanya.


Saira tersenyum melihat minumannya sudah dibubuhi sesuatu dan ia sangat tahu apa jenisnya. Tapi pria itu tidak cukup cerdas untuk membuatnya melakukan hal itu. Ia melihat ke sekeliling dan banyak dari anak buahnya yang berada di sana.


"Apa kau yakin mereka harus menyaksikan kita?" tanya Saira misterius.


"Kenapa harus terburu-buru Wira, kita nikmati dulu suasananya."


"Kenapa memangnya? Bukankah kau tidak begitu menyukai basa basi?" tanya Wira curiga.


"Terkadang seseorang bisa mengubah pikirannya dalam sekejab bukan?"

__ADS_1


"Ya, kau memang benar!"


Alyne sendiri mengambil sesuatu di sakunya dan menuangkan ke dalam minuman mereka berdua tanpa diketahui oleh Wira. Mereka berdua sudah memprediksi semua rencananya dengan matang. Dengan lihai tangan Saira mengambil sebuah belati dari pahanya dan mengarahkan kepada Wira.


"Kalian, apa yang coba kalian lakukan kepadaku?" tanyanya kesal.


"Apa lagi memangnya, kami hanya melakukan apa yang kau inginkan."


"Jangan macam-macam denganku, kalian pikir bisa melakukan hal ini kepadaku hah!" teriaknya.


"Tentu saja bisa Wira, memangnya apa lagi yang kau harapkan?" kekeh Saira tersenyum iblis.


"Kalian akan menyesal," ucap Wira dan segera memanggil anak buahnya dengan sebuah tombol.


Saira dan Alyne tampak ketakutan dan hal itu membuatnya senang. Saira sampai menunjukkan kekhawatirannya dan Alyne juga melakukan hal yang sama saat beberapa orang masuk ke dalam dengan mengacungkan pistol mengarah kepada mereka berdua. Wira tertawa melihat ketakutan yang terpatri di sana.


"Kalian ini sungguh wanita yang konyol, mau membalasku dengan hal yang sia-sia. Dasar gadis bodoh!"

__ADS_1


"Tangkap mereka dan beri pelajaran!" perintah Wira.


-----------


__ADS_2