Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Hadiah Terindah


__ADS_3

Saira terus berusaha menekan pinggulnya agar bisa memperdalam tusukan Romeo. Namun, kenyataannya benda tersebut masih berada di dasar lipatan dan belum beranjak sedari tadi. Saira sudah sangat menginginkan penyatuan mereka. Ia menangis dengan bahu bergetar. Hal itu membuat Romeo kelimpungan.


"Sayang, kenapa kamu menangis."


"Apa aku membuatmu jijik sampai enggan menyatukan dirimu denganku." isak Saira mendadak melow.


"Bukan begitu sayang, aku hanya ingin menjagamu sampai ikatan kita sah."


"Tapi aku menginginkannya!" teriak Saira sambil menangis dan Romeo menjadi serba salah. Ia tidak tahu jika selama ini Saira sudah sangat menahan diri dan dia tidak menyadari sama sekali akan hal itu.


"Aku akan melakukannya untukmu," bisik Romeo lembut dan mengecup kepala Saira dan mengelus pundaknya yang bergetar.

__ADS_1


Romeo bangun dan menggendong Saira ke dalam kamar lalu menguncinya. Ia dengan perlahan meletakkan tubuh Saira ke atas ranjang dengan lembut lalu melepas baju yang masih melekat di tubuh gadis itu. Matanya disambut oleh pemandangan dua bukit kenyal yang sangat pas dengan ukuran tangannya.


"Aku sangat menyukai kedua benda ini." bisiknya membuat Saira melenguh saat bibir pria itu mendarat di sana dan memainkan dengan lihai. Saira menjambak rambut Romeo karena merasakan sensasi aneh apalagi saat pria itu mengingit ****** merah mudanya dengan gemas.


Bahka dengan permainan itu, Saira sudah sangat basah. Ada sesuatu yang bersenyut yang ia rasakan di bagian bawahnya. Saira sudah tidak bisa menahan lagi. Ia melebarkan kedua pahanya untuk memberi Romeo akses dan benar saja. Pria itu langsung ke tengah dengan keperkasaan yang menggantung tepat di bawah milik Saira.


Gadis itu menekan pinggung Romeo dan mendekatkan miliknya dengan milim Romeo sampai ia melenguh.


"Ahhh," erang Saira saat lagi-lagi Romeo menggigitnya. Setelah ouas bermain di sana, kini Romeo perlahan turun dan mengelus permukaan milik Saira dengan kedua jemarinya. Membuat Saira mengerang beberapa kali. Satu jemari Romeo berhasil masuk dan membuat gerakan memutar yang membuat pikiran Saira serasa melayang. Tubuhnya melengkung saat ritme gerakan Romeo semakin cepat. Gadis itu hendak mencapai puncak. Namun, segera dihentikan oleh Romeo.


"Aku hampir sampai," desahnya dengan napas terputus.

__ADS_1


Romeo tersenyum dan kembali melebarkan paha Saira. Ia menatap kesiapan gadis itu yang tampak sangat yakin. Dengan perlahan ia mengarahkan keperkasaannya ke lembah lembab milik Saira yang sudah dipenuhi pelumas.


Saira tampak meringis saat milik Romeo berusaha menerobos miliknya. Romeo menciumi wajah dan mengatakan kalimat manis yang membuat Saira melupakan rasa sakitnya. Romeo terus menekan dengan lembut dan Saira perlahan mulai menikmati setiap gerakan Romeo pada miliknya. Gelombang arus kenikmatan perlahan menguasainya dan mereka berdua terbuai.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Romeo saat pembatas yerakhir siap ia terobos. Saira merasakan penghalang terkahirnya robek dan menimbulkan rasa nyeri yang perlahan digantikan oleh kenyamanan yang diciptakan oleh Romeo. Pria itu berhenti sejenak.


"Apa masih sakit?" tanya Romeo lembut.


"Sudah lebih baik," ucapnya sambil tersenyum. "Bergeraklah Romeo, aku tidak nyaman."


------

__ADS_1


Semoga kalian menyukainya ya, maaf lama nggak update. sebenarnya ini hany basa basi biar jumlah katanya pas 🤣🤣🤣


__ADS_2