
Alvin mengambil cuti, meski harus melewati drama yang memuakkan tapi akhirnya bisa ia selesaikan. Ia segera bergegas pergi ke Autralia setelah mendapat tiket. Setelah kepergian Wira, ia mengambil alih kekayaan sang ayah untuk melindungi kekasihnya. Karena hanya dengan uang dan kekuasaan ia bisa melakukannya.
"Sayang, tunggu aku di sana," gumamnya dan pesawat segera lepas landas.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Alvin kini sampai di kediaman Saira. Dia disambut oleh Alyne dan segera mengantarnya menuju kamar untuk bersitirahat sebelum bertemu dengan Izora yang kondisinya masih belum stabil.
"Di mana kekasihku?"
"Istirahat lah dulu, nanti Anda akan bertemu dengan Izora."
Alvin menganguk patuh dan segera istirahat. Sedangkan di kamar, Izora sedang melamun. Air mata jatuh bercucuran dalam diamnya, ia melihat kaca di depannya lalu melirik ke sebuah pot sedang. Ia mengambil benda tersebut dan melemparnya sampai kaca pecah berderai. Alvin yang tidak bisa istirahat sebelum bertemu dengan Izora menjadi galau. Ia keluar dari kamar dan mencari kamar Izora. Ia mendengar suara aneh dari sebuah kamar.
Alvin membuka handel pintu dan menemukan Izora yang sedang duduk di lantai dikelilingi pecahan kaca. Di tangannya terdapat pecahan kaca dan matanya membelalak sempurna saat melihat darah mengalir pelan karena Izora menggenggam eram benda tersebut. Alvin segera mendekati Izora sampai kakinya tanpa sengaja ikut tertusuk. Ia mengaduh kesakitan sehingga hal tersebut menyadarkan Izora. Mata mereka saling bertemu dan membuat Izora ketakutan, ia seketika berteriak histeris. Alvin dengan cepat segera memeluk tubuh Izora yang bergetar. Ia mengucapkan kata-kata yang membuat Izora tenang.
__ADS_1
"Sayang, tidak akan ada lagi yang menyakitimu. Aku ada di sini untukmu. Aku sangat mencintaimu."
"Maaf, maaf, maaf," ucap Izora lirih. Ia merasa sudah tidak lagi pantas untuk berada di samping pria itu.
"Sstt, aku akan selalu ada bersamamu."
"Tidak Alvin, aku sudah kotor, aku— sudha tidak lagi seperti dulu."
"Tidak, keluar dari sini, keluar!" teriak Izora kembali ketakutan saat memori menyakitkan itu kembali datang dan menyerangnya.
"Sayang," ucap Alvin khawatir.
"Aku ini sudah kotor," isak Izora masih teriak dengan histeris.
__ADS_1
Alvin segera membungkam bibir Izora. Ia membenamkan bibirnya lama di sana sampai Izora mulai merasa tenang. Ia kemudian membisikkan sesuatu di telinga Izora dengan sangat lembut.
"Aku akan menghapus jejak mereka, aku akan menghapusnya sayang. Tidak akan kubiarkan bayangan mereka menghantuimu. Aku akan menggantinya dengan ingatan indah yang akan kamu ingat selamanya."
Tubuh Izora sempat menegang mendengar ucapan Alvin. Namun, saat pria itu memberinya kekuatan, ia seolah mendapatkan asupan tenaga.
"Apa aku boleh menggantinya?" tanya Alvin dengan mata sayu.
Izora menatapnya lalu mengaguk. Ia mencengkram kuat tangan Alvin membuat pria itu sangat terenyuh melihatnya. Betapa ngeri ingatan kelam yang diberikan oleh penjahat itu sampai membuat kekasihnya sangat menderita seperti ini. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya jika ingatan itu selaku muncul dan menghantui kekasihnya. Alvin begitu sangat mencintai Izora, ia tidak ingin kekasihnya menderita selamanya.
-----
Kasian banget si Izora ya hikkkkk
__ADS_1