Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Alyne


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Romeo basa basi. Entahlah tapi ia merasakan bahwa sebelumnya ia pernah berbicara santai dengan Alyne.


"Apa pedulimu! Pergi sana."


"Aku bertanya dengan serius, apa yang kau lakukan di sini?"


"Apa kau tidak bisa melihat aku sedang apa di sini?" Alyne membalas ucapan Romeo sarkas.


Lama mereka terdiam, kini Romeo menatap Alyne. "Aku sudah mengetahui semuanya. Maaf karena sudah bersikap gegabah."


"Jangan meminta maaf kepadaku, minta maaf saja dengan atasanku. Itu pun jika kau sudah sempat melakukannya." dengkus Alyne.


Romeo mengernyit mendengar kalimat Alyne yang menurutnya sangat aneh. Dia hendak bertanya tapi seorang dokter keluar dari dalam dan menemui Alyne. Ia menatap gadis itu dengan faut sedih.


"Dokter, bagaimana kondisinya?"


"Dia mengalami koma," ucapnya dengan lesu.


Tubuh Alyne seolah berhenti beroperasi untuk sesaat. Ia tidak bisa mencerna apa pun dan seolah menjadi patung dalam waktu seketika. Setelah kepergian dokter tersebut tubuhnya perlahan melorot menyentuh lantai. Romeo masih bingung apa yang menyebabkan gadis itu sampai bersikap seperti itu. Bahkan ia masih begitu garang saat menemuinya dan kegancam Angelina yang saat itu sangat ketakutan.

__ADS_1


"Siapa yang ada di dalam?" tanya Romeo penasaran.


"Seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Dia lebih dari segalanya, melebihi hidupku."


"Apa dia kekasihmu?" tanya Romeo.


"Dia segalanya bagiku."


Romeo semakin dibuat penasaran dengan sosok yang ada di dalam. Lalu ia mengajak Alyne ke sebuah taman u tuk menenangkan gadis itu. Entah mengapa ia merasa dekat dengannya sebelum ini. Alyne pun tidak membantah sama sekali karena saat ini ia memang sedang membutuhkan teman berbagi.


"Ceritakan mengenai dia," ucap Romeo penasaran.


"Apa itu?"


"Kasih sayang, meski aku hanya bawahan tapi baginya aku adalah sahabat, adik dan keluarga. Dia tidak pernah menilai seseorang dari kekayaan melainkan dari hatinya. Meski dia terlahir dengan sendok emas."


Romeo tampak antusias mendengarnya. Hati yang awalnya kosong, perlahan terisi dengan seseorang yang diceritakan oleh Alyne. Entah mengapa ia ingin mengetahui banyak.


"Tapi meski dia sebaik itu, Tuhan selalu memberinya kisah yang tidak pernah bahagia."

__ADS_1


Kening Romeo mengernyit mendengarnya. Apa yang terjadi sebenarnya dengan gadis itu.


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Romeo.


"Ia mengalami duka yang sangat menyakitkan, kehilangan orang-orang yang dia sayangi di depan matanya."


Romeo semakin tertarik untuk mendengarkan lebih. Ia melupakan Angelina yang menunggunya di parkiran dengan kesal.


"Apa yang terjadi?"


"Dia kehilangan kekasih yang sebentar lagi akan menikah dalam kecelakaan. Mungkin jika meninggal lebih baik tapi ia disiksa dengan tidak mengetahui keberadaan kekasihnya di mana pun. Lalu setelah datang kabar buruk tersebut, ia dinyatakan hamil."


Alyne menangis menceritakan kisah tersebut. Meski bagaimana pun Saira sosok yang sangat tegar. Lebih tegar dari karang di lautan.


"Setelah berjuang dengan keterpurukannya dan memusatkan perhatian pada bayinya, ia akhirnya bisa bertemu dengan kekasihnya tapi pria itu lupa ingatan."


Entah kenapa Romeo merasa pria yang sedang diceritakan oleh Alyne adalah dirinya.


"Mereka bertemu untuk pertama kalinya dan saat itu dia tidak bisa menahan rindu yang sudah berdemo dalam hatinya dan kebablasan. Mereka hampir melakukan hubungan intim dan diketahui oleh ibu dari pria itu bersamaan dengan sekretarisnya."

__ADS_1


 


__ADS_2