Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Kehilangan


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan!" teriak Marry memenuhi ruangan tersebut.


"Mama, ini tidak seperti itu. Ini ... ini," ucap Romeo terbata. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.


"Bibi Marry," ucap Saira dengan takut.


Marry menatap Saira tajam dan berjalan ke arahnya.


"Dasar wanita murahan! Kenapa masih menggoda putraku. Dulu aku mmang merestui hubungan kalian tapi tidak sekarang!" teriak Marry menggelegar.


"Ma, ini bukan kesalahan dia, ini ...."


"Diam kamu! Wanita murahan ini harus diberi pelajaran." teriaknya.


Angelina menatap marah ke arah Saira dan menunjukkan perut Saira yang menonjol. "Apa anakmu juga hasil merayu pria!"


Marry menatap perut itu dan kembali marah. "Jadi kau menggoda putraku di ngan keadaan perut buncit seperti itu! Hah?"


"Bibi, ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku dan Romeo saling mencintai dan ini anaknya."


"Saya ingatkan sekali lagi, jangan pernah muncul dihadapan putra saya! Dasar pelacur sialan!"

__ADS_1


Mendengar perdebatan itu, Romeo mencoba mengingat masa lalunya tapi ia jatuh pingsan. Saira hendak mendekatinya tapi Angelina dengan kasar menolaknya sampai terbentur sudut meja kaca membuat Saira meringis kesakitan. Darah mengalir dari kedua pahanya dan pandangan Saira menggelap.


"Evellyn! Eve." sayup-sayup Saira mendengar suara Alyne memanggil namanya.


"Hei, sadarlah. Eve!" panggil Alyne.


Saira perlahan membuka matanya dan menatap Alyne sedang menangis. Ia tidak tahu kenapa gadis itu menangis.


"Maafkan aku," bisiknya.


Saira masih belum mampu menjawabnya. Ia meraba perutnya pelan. Namun, tidak ada apa pun di sana. Rata dan Saira mendadak bangun alhasil ia merasakan rasa sakit yang sangat menyiksanya.


"Aww," ringisnya.


"Mana bayiku, kenapa perutku rata." Saira menatap manik Alyne tajam.


"Bayimu tidak bisa diselamatkan, benturan itu langsung mengenai kepalanya Eve." isaknya.


"Tidak, kamu pasti berbohong. Mana mungkin dia tiada. Jangan berbohong padaku Alyne."


Alyne menggeleng dan menangis membuat perasaan Saira jadi tidak karuan. Ia meraung dan mengacak rambutnya frustrasi. Banyak kenangan yang sudah ia lalui bersama bayinya tapi ia ditinggalkan dengan cara seperti ini.

__ADS_1


"Tidak ... tidak mungkin, kamu tahu kan, aku sangat menyayanginya. Bagaimana semua ini terjadi padaku, bagaimana!"


"Eve, kamu harus bisa menerimanya."


"Tidak, aku tidak akan pernah menerimanya. Semua ini salahku. Harusnya aku tidak melakukan hal yang tidak perlu."


"Tidak, Eve. Semua ini salah sekretaris sialan itu. Dia yang menyebabkan semua ini terjadi."


Tatapan Alyne tampak sangat membara mengingat semua yang terjadi pada sahabat sekaligus atasannya. Apalagi Saira tampak terpuruk dengan semua yang dialaminya. Belum selesai masalah bersama Romeo kini ia harus kehilangan bayi yang sudah dia tunggu selama ini. Bahkan Alyne sangat tahu jika kebahagiaan Saira terletak pada bayinya. Dialah pengobat luka saat Romeo pergi meninggalkannya karena kecelakaan yang menyebabkan Romeo hilang ingatan.


"Apa lagi arti hidupku Alyne, Tuhan merenggut segalanya. Semua yang aku miliki selalu diambil."


Alyne memeluk tubuhnya lembut dan memberinya semangat. Ia juga tidak menduga jika semua ini akan terjadi begitu saja.


"Jangan jadikan kepergian bayimu sebagai akhir Eve, kamu harus membalas dia yang sudah menyebabkan semua ini terjadi!"


Suara Alyne tampak mengeram kuat dan suaranya seperti bisikan iblis yang murka. Ia bahkan tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang sudah menggoreskan kesedihan di hati Saira. Gadis baik yang sudah membantunya sejauh ini.


"Kita harus bangkit dan memberinya pelajaran! Siapa pun yang menggores luka di hatimu, mereka adalah musuhku!"


---

__ADS_1


Aku update demi kalian, kalian demikian 🦎🦎🦎


Aku batuk-batuk gais. perasaan tahun ini sering bet sakit-sakitan. herman sayahhhh.


__ADS_2