
Di ruangan Romeo, pria itu sedang sibuk menangani beberapa berkas. Disela kesibukannya, ia teringat pada gadis yang sibuk bercerita pada temannya. Padahal yang lainnya menatap dia bagai terhipnotis.
"Gadis itu, siapa dia? Padahal pakaiannya sangat norak! Kenapa aku malah teringat kepadanya." gumam Romeo.
"Ada apa Pak Asthon?" tanya seseorang di sebelahnya."
"Tidak ada, lanjutkan pekerjaanmu!"
"Baik, Pak." wanita itu segera fokus pada pekerjaannya. Meski sesekali ia menatap nakal ke arah Romeo.
Di ruangan Saira, wanita dengan make up tebal kembali datang dan menanyakan berkas yang seharusnya dia kerjakan, malah melempar ke pada orang lain. "Mana berkasnya?" tanyanya dengan ketus.
"Ini, Bu." Saira menyodorkan berkas tersebut ke padanya. Bahkan tidak ada ucapan terima kasih yang terucap. Ia melenggang pergi dengan tanpa permisi.
"Dasar wanita kurang ajar!" dengkus Alyne dengan bahasanya sendiri.
"Apa yang barusan kamu katakan Ae?" tanya Elca bingung.
"Tidak ada Elca, hanya sedang memuji seseorang aja pakai bahasa alien."
__ADS_1
Gadis itu menggeleng mendengar penuturan Alyne. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya, karena jam istirahat sebentar lagi.
Saira menatap kepergian wanita itu dengan dengkusan kecil. Ia akan pastikan, jika wanita itu terus berbuat seenaknya, ia akan menentang. Tidak peduli akan berurusan dengan siapa pun. Baginya penindasan harus ditentang agar tidak membudi daya seperti jamur.
"Yes, akhirnya jam makan siang!" Elca bersorak dengan gembira. Hal itu membuat seisi ruangan menggeleng melihat kelakuannya. Gadis itu selalu penuh semangat.
"Memangnya kenapa kalau jam makan siang? Kamu bahagia sekali."
"Karena di kantin ada masakan yang enak banget Ae." wajahnya bahkan berseri saat menceritakan makanan tersebut.
"Melihat wajahmu yang sangat berseri itu, aku yakin kamu sangat mencintainya." kekeh Alyne. "Ayo, nanti makananmu diculik semua orang!"
Mereka segera pergi menuju kantin. Di sepanjang jalan, mereka selalu menjadi pusat perhatian karena penampilan mereka yang jauh dari kata elegan. Namun, mereka sama sekali tidak terganggu sama sekali.
"Kalian mau makan apa?" tanya Elca.
"Samakan aja, mau nyoba juga makanan paling enaknya, mana tahu nanti ketagihan," ucap Alyne.
"Mbok Na, pesan gado-gado tiga porsi ya, pedasnya sedang aja."
__ADS_1
"Siap Neng cantik! Ditunggu ya."
Wanita tua itu segera menyiapkan pesanan pelanggan setianya yang kini membawa dua orang. Ia tersenyum dan segera menhidangkan gado-gadonya. Bau harus menguar dari makanan tersebut, membuat cacing yang ada di perut ketiganya meronta-ronta.
"Silakan dinikmati," ucap wanita tua yang biasa disapa Mbok Na.
"Makasih Mbok Na."
Elca menjadi yang pertama menyantap makanannya dengan semangat. Saira mencoba mencicipi dan matanya membola dengan sempurna. Kemudian Alyne juga melakukan hal yang sama.
"Makanan apa ini? Kenapa begitu enak!" Alyne memuji makanan yang belum pernah ia makan. Ia langsung jatuh cinta saat itu juga.
"Enak sekali!" puji Saira membuat Elca senang.
"Sudah kubilang kan, makanan di sini sangat enak!"
"Kau benar Elca, terima kasih sudah membawa kami kemari!" Saira tersenyum membuat Elca menjadi salah tingkah.
"Mulai hari ini, kita resmi menjadi pelanggan Mbok Nah!"
__ADS_1
--------
Ingat kutukannya ....