
Elca memasuki restoran tersebut dengan perasaan was-was. Banyak hal yang membuatnya takut, tetapi seperti ucapan Alyne dan Saira, ia harus kuat dan berjuang untuk hidupnya. Ia menarik napas dan masuk ke ruangan tersebut. Di sana sudah ada Yudi yang menunggu dengan tatapan mesumnya. Pria itu memang tampan, sayangnya tidak memiliki moral.
"Akhirnya datang juga, kau."
Elca duduk dengan tenang. Seperti yang dikatakan Saira dan Alyne, dia tidak boleh sampai panik apalagi sampai ketahuan oleh Yudi jika pria itu sedang diperangkap olehnya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
"Mengenai apa? Ah, jangan bilang kau menerima tawaranku tempo lalu, cih!"
Ingatan Elca melayang pada saat Yudi memintanya untuk menjadi wanita penghangat ranjang saat dibutuhkan. Tentu saja Elca menolak dengan tegas. Setidaknya ia masih waras untuk melakukan semua itu. Dia bukan pengangguran atau wanita panggilan yang harus melalukan semua itu. Elca sudah mengaktifkan perekam suara sebelum memasuki ruangan tersebut.
"Aku hanya mau bilang, jangan menggangguku lagi Yudi, aku akan segera menikah."
Raut Yudi terlihat tidak sedang mendengarnya. Jika gadis itu menikah maka tidak ada lagi yang bisa membuatnya terhibur. Sejauh ini hanya Elca yang mampu membuatnya memiliki mainan dan sangat menyukai akan hal itu
__ADS_1
"Apa? Berhenti menganggumu?" tanyanya sinis. "Jangan mimpi! Kalau kau berani menikah maka siap-siap videomu akan kusebarkan. Bayangkan wajah calon suami serta calon mertua dan juga wajah ibu dan ayahmu. Mereka pasti syok melihat betapa nakal putri mereka."
Elca mengepalkan tangan kuat, ingin sekali ia menghantam wajah Yudi dengan bogeman mentah miliknya. Ia sungguh emosi mendengar kalimat menjijikkan yang keluar dari mulut pria itu.
"Kamu maunya apa sih? Aku sudah mengikuti apa kemauan kamu selama ini, tapi kenapa kamu tidak juga melepaskanku!"
"Karena kau adalah mainanku, sebuah mainan hanya boleh dibuang saat merasa bosan. Sayangnya aku belum merasa bosan sama sekali."
"Aku bukan barang yang bisa kamu mainkan Yudi!" teriak Elca dengan marah. Dadanya tampak naik turun menahan amarah yang meluap-luap.
"Aku tidak mengatakan dirimu sebagai barang tapi mainan. Ingat, kau hanya wanita penghangat ranjang untukku."
Saira meremas tisu dengan erat sampai Romeo takut melihatnya. Ia mau menghentikan mobil. Namun, Saira melarangnya. Ia tetap melanjutkan perjalanan menuju tempat yang mereka tuju. Sebentar lagi mereka akan segera sampai.
"Ada apa?" tanya Romeo.
__ADS_1
"Pria itu benar-benar harus di masukkan ke dalam jeruji besi, beraninya hanya mengancam kaum wanita."
"Apa yang dia katakan?" tanya Romeo penasaran.
"Dia mengatakan jika Elca hanya gadis penghangat ranjangnya. Jika aku yang jadi Elca, pasti sudah kubawa pisau danging dan memotong keperkasaannya."
Mendengar kalimat Saira yang penuh bara. Jakun Romeo mendadak naik turun, jantungnya berdetak dengan was-was dan melihat Saira dengan wajah ngeri.
"Kenapa?" tanya Saira heran.
"Tidak ada," ucap Romeo dengan gugup. Bahkan menelan saliva saja rasanya sangat menyulitkan.
"Aku tidak akan melakukan apa pun padamu selagi kamu berbuat baik." Saira terlihat terkekeh dan semakin menambah aura seram dalam dirinya.
Ia mengetikkan sesuatu di ponsel Elca.
__ADS_1
-------
Apakah Yudi akan menerima begitu saja? saksikan kelanjutannya di sinetron hidayah tayang jam 28:00 hanya di dua dunia.