Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Perubahan


__ADS_3

Saira mengalihkan tatapannya pada pria yang kini sedang menatapnya dingin. Saira menatap sekilas lalu kembali bergelut dengan ponselnya. Hal tersebut membuat Romeo merasa pesonanya sebagai seorang pria tampan sudah sirna. Setahunya, ia sangat digilai oleh kaum hawa.


"Sayang, apa cuma segitu reaksimu."


"Lalu aku harus berjalan ke sana dan menciumnya?" bisik Saira pelan membuat Halena berhenti bicara.


"Halena, Eve mungkin masih malu, biarkan saja. Anak muda zaman sekarang memang tidak menyukai sekali pertemuan." Moona dan Halena tampak terkekeh pelan.


Romeo masih yakin, bahwa Saira ingin membuatnya penasaran. Ia pura-pura menolak pesonanya, pikir Romeo. Namun, kenyataannya adalah layar ponsel lebih membuat Saira tertarik dari pada wajah Romeo.


"Ma, Eve harus pergi," ucap Eve tegas.

__ADS_1


Halena menganguk, lalu Moona menyuruh Romeo untuk mengantarkan Saira ke manapun gadis itu mau. Awalnya Romeo menolak, tapi tatapan Mamanya yang tajam membuat ia mengalah dan menemani Saira ke mana pun gadis itu mau.


"Maaf, Tante tapi saya tidak perlu sopir, saya sudah ada sopir sendiri."


Mendengar ucapan Saira, Moona tertawa.


"Kalau begitu ganti saja sopirnya sayang, jadikan Romeo sebagai sopirmu. Lagi pula dia sangat ahli," ucap Moona tertawa.


Romeo sendiri sudah dibuat kesal oleh kelakuan mamanya. Jelas-jelas gadis itu tidak ingin bersamanya, lalu untuk apa dipaksa. Lagiananya juga tahu kalau dia tidak ingin dekat dengan wanita mana pun dan ia yakin kalau ini semua adalah rencana dari mamanya.


Saira berjalan terlebih dahulu tanpa mengajak Romeo. Karena ia tahu, pria itu tidak perlu diajak untuk segera bergerak. Sedangkan Romeo sangat kesal dengan tingkah Daira yang selalu bersikap jual mahal padanya. Lagi pula ia juga tidak akan pernah menyukai wanita seperti dirinya. Angkuh dan sombong hanya untuk membuatnya penasaran. Iayakin kalau Saira hanya mau memancingnya agar dia terus mengejar. Romeo audah hafal betul tabiat kaum wanita.

__ADS_1


"Halena, seingatku dulu Eve sangat manis dan ceria," ucap Moona.


"Kamu benar Moona, tapi semenjak ia bangun dari komanya, sikapnya jadi berubah sangat dingin. Kamu tahu, bahkan orang di rumah tidak berani menyapanya."


Keduanya tampak memiliki pemikiran yang berbeda. Moona sangat menyukai gadia dingin karena mereka tidak suka basa basi. Ini akan bagus untuk masa depan putranya. Gadis itu bisa menyingkirkan wanita mana pun jika dia berhasil menjadi menantunya. Ia hanya merasa kashan dengan Romeo yang selalu diganggu oleh teman kencan putranya. Rata-rata dari mereka tidak sopan dan tidak tahu diri juga.


"Tapi Moona, aku senang dia menjadi seperti ini. Aku yakin, insiden satu tahun yang lalu bukan sebuah kecelakaan. Ada orang yang menyebabkan ini semua."


"Ya kamu benar Halena, mungkin ini juga yang menjadi alasan Eve menjadi sangat dingin."


Halena menganguk pelan, lalu Moona teringat dengan ucapan Halena. "Tadi kamu bilang dia dingin sama semua orang di rumahmu kan, itu artinya pelakunya kungkinan adalah orang terdekatmu juga Halena."

__ADS_1


Halena tampak memikirkan ucapan Moona, temannya itu benar, bisa jadi pelakunya adalah orang di rumahnya. Ia harus membicarakan hal ini bersama suaminya.


----------


__ADS_2