Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Alvin yang Perhatian


__ADS_3

"Tenangkan hatimu, jangan berbicara tentang kematian. Aku sangat menyayangimu, bagaimana jika kamu ikut ingin mati, lalu apa yang akan terjadi denganku." isak Alvin membuat Izora semakin menangis.


Di saat keputusasaan menghampirinya, Tuhan memberinya satu sosok yang selalu hadir menopang tubuhnya saat tidak mampu menginjak bumi lagi. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan berharga. Kesalahan kepada Saira terlalu besar untuknya sehingga melupakan kebahagiaannya sendiri yang terbengkalai. Saat hati satu insan terluka, hatinya juga ikut terluka.


"Terima kasih," ucap Izora setelah tangisnya reda.


"Berjanjilah padaku agar tidak lagi mengatakan soal kematian, berjanjilah."


Alvin mengatakannya dengan suara bergetar. Izora mengangguk, ia tidak ingin melukai hati pria yang sudah mempercayakan hati padanya.


"Aku berjanji, tidak akan melakukannya lagi."


-------


Kabar mengenai kondisi kesehatan Wawa terdengar ke telinga Saira. Ibunya harus segera di operasi dengan memakan biaya lima ratus juta rupiah. Kondisi keuangan keluarganya sedang tidak stabil sehingga belum mendapatkan jadwal operasi karena uang operasi di bagian dministrasi belum bisa dibayar. Keadaan tersebut membuatnya ikut sedih dan tergerak ingin membantu. Jika hanya sebesar itu biaya operasinya, Saira bisa melunasi tapi ia harus bisa mempertanggung jawabkan pengeluarannya.

__ADS_1


Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masih memikirkan hal itu. Alyne di sisi kanannya sudah tidur dengan lelap. Hanya satu orang yang bisa membantunya. Ia mengirim pesan kepadanya.


"Romeo, temani aku besok ke rumah sakit."


Pria itu membalasnya dengan teraenyum. "Siap, laksanakan kesayangan."


Saira tersenyum membaca 'kesayangan' yang disematkan Romeo kepadanya. Hatinya sudah sedikit lega dan sudah bisa menutup mata dengan tenang.


"Good night, cinta."


Romeo tersenyum di seberang. Misinya sekarang berhasil, ia sudah mendekatkan jarak yang pernah di bangun Saira untuk semua lelaki yang ada di muka bumi ini. Matanya perlahan menutup dan berdoa memimpikan Saira.


"Aku akan menjempumu." Saira tersenyum membaca pesan dari Romeo. Dengan dibantu Alyne, ia bersiap dan menunggu Romeo di ruang tamu.


Suara bel berbunyi, Alyne segera membuka pintu. Semua pekerjaan pembantu ia lakukan dengan senang hati. Wanita paruh baya yang biasa membantu mengurus rumah, sedang mengambil cuti karena keluarganya sedang sakit di kampung halaman.

__ADS_1


"Pak Romeo, silakan masuk."


"Mana Eve?"


"Ada di dalam," ucap Alyne sambil melebarkan pintu.


"Sudah siap?" tanya Romeo basa basi.


"Sudah, ayo!"


Romeo menggendong Saira menuju mobilnya. Di bagian belakang ia menyediakan kursi roda mengingat kaki Saira sedang tidak baik-baik saja. Jika menggunakan kruk, tetap akan terasa sakit.


Romeo menjalankan mobil dengan kecepatan sedang hingga mobilnya berhenti di depan rumah sakit. Dengan segera ia menuju parkiran yang tidak jauh dari pintu utama.


"Apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Romeo.

__ADS_1


"Nanti juga tahu sendiri."


--------


__ADS_2