Istri Lemah Menjadi Kuat

Istri Lemah Menjadi Kuat
Senyum Sinis


__ADS_3

Saira menatap mereka bertiga dengan senyum mengejek. Ia bahkan tertawa di sana. "Kalian tidak perlu memberitahu nama karena saya sudah mendapatkannya."


Ketiganya tampak kaget mendengar kalimat tersebut. Dua di antaranya sudah ketakutan. Namun, gadis yang satu lagi tidak begitu gentar karena baginya Saira hanya mengetahui nama mereka.


"Memangnya kenapa kalau dia tahu nama kita? Apa yang bisa dia lakukan dengan semua itu. Dia hanya gadis biasa yang beruntung karena dicintai Pak Asthon."


"Oh, iya? Kamu menantang saya?" tanya Saira sambil memainkan ponselnya.


"Memangnya apa yang bisa dilakukan gadis manja sepertimu?" sinisnya.


"Mau lihat apa yang bisa dilakukan gadis manja sepertiku?"


Saira memainkan ponselnya lalu setelah selesai ia tersenyum puas. "Buka saja ponsel kalian."


Mereka bingung dan segera memeriksa ponsel masing-masing. Mereka bertiga tersentak saat melihat sebuah video yang sudah menyebar ke seluruh penjuru media sosial. Di sana mereka sedang membuli beberapa karyawan dan mendapat hujatan dari berbagai kalangan media.

__ADS_1


"Beraninya kau!" hardiknya keras membuat Saira terkekeh pelan.


"Seharusnya, berpikir dulu baru bertindak, tapi aku tidak heran karena orang seperti kalian hanya mampu menggunakan kekuasaan tanpa tahu siapa yang kalian lawan."


Saira segera pergi meninggalkan ketiganya yang masih syok atas apa yang dilakukan Saira kepada mereka semua.


"Bagaimana ini? Kamu sih bilangnya nggak masalah, tapi sekarang kita kena masalah!"


"Benar, kamu yang menantang dia, kenapa kami juga ikut imbasnya!"


"Yudi, aku terkena masalah dengan salah satu wanita kesayangan bos di tempatku bekerja. Tolong aku," ucapnya.


"Terima kasih, Yudi. Aku nggak tahu bakalan gimana kalau nggak ada kamu."


Keduanya terlihat penasaran melihat sebuah senyum licik terpatri di wajah cantiknya. "Kalian tidak perlu khawatir karena kekasihku akan menolong kita."

__ADS_1


"Syukurlah, aku nggak mau sampai dipecat dari sini karena keluargaku sangat bergantung padaku."


"Kalian tenang saja, selagi kalian berada di pihak yang tepat, tidak akan ada yang bisa memecat kalian berdua termasuk gadis itu."


Dari luar, Saira tersenyum iblis mendengar nama seseorang yang merusak moodnya. Jadi pria itu adalah dalang dari semua yang menimpa Elca. Ia kini sudah mengetahui siapa dibalik semua masalah yang membelenggu temannya. Ia kemudian pergi dan menemui Alyne yang sedang berada bersama Elca. Mereka berdua tampak sedang membicarakan sesuatu yang serius.


"Kau dari mana saja?" tanya Alyne khawatir.


"Mencari pelaku," ucapnya dengan senyum misterius.


Sekitar lima jam kemudian, Saira dan Elca serta Alyne pulang bersama-sama. Tentu saja hal itu sangat membuat gadis dengan nama Dela, memotret ketiganya. Ia yakin jika Elca akan segera menimbulkan masalah bagi Yudi, jika hal itu sampai terjadi maka pria itu tidak akan menolongnya. Ia mengirim poto tersebut kepada Yudi.


Yudi yang sedang bekerja, di ganggu oleh suara notifikasi dan segera membukanya. "Gadis itu benar-benar nekat, baiklah! Aku akan membuatnya menyesal karena sudah merepotkan."


Ia mengirim sesuatu ke ponsel Elca, gadis itu kembali ketakutan. Ia menatap Saira dan Alyne dengan wajah pias dan terlihat pucat. Ia menangis tanpa sadar. Banyaknya tekanan yang diberikan Yudi membuat Elca tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Ia ingin segera mati saja, sudah tidak ada lagi siapa pun yang bisa menolongnya.

__ADS_1


--------


__ADS_2