
Alyne segera menyelidiki Yudi. Ia membuntuti pria itu yang pergi bersama sang ayah. Sedangkan Saira berserta Romeo dan Elca masih berada di ruang privat.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan pada Elca?" tanya Romeo.
"Sebaiknya kita pergi dari sini, kita bicarakan hal ini di rumahku saja. Nanti Alyne akan datang membawa informasi.
Mereka bertiga memutuskan pergi dari sana menuju kediaman Saira. Romeo selaku pemimpin dalam perusahaannya tidak pernah menunjukkan membela pihak Elca dan Wira senang mengetahui hal itu. Namun, baginya Saira sangat berbahaya dan harus disingkirkan.
Mereka sampai di kediaman Saira. Alyne juga sudah mendapatkan sesuatu yang akan menjadi bukti untuk melengserkan pria itu dari kedudukannya saat ini. Namun, ternyata pria itu mengetahui jika Alyne membuntutinya.
"Bagaimana?" tanya Saira di corong telpon.
"Kita bicarakan di rumah," ucapnya dan mengakhiri panggilannya dengan Alyne.
__ADS_1
"Kita tunggu Alyne sebelum membahas mengenai Pak Wira."
Mereka berdua mengangguk. Selang beberapa belas menit kemudian, Alyne datang dan menghampiri mereka di ruang tamu.
"Informasi apa yang kau dapatkan?" tanya Saira dengan raut serius.
"Mengenai Pak Wira, pria itu tidak seperti kelihatannya. Benar kata Evellyn kalau beliau selalu menjadi tameng atas kejahatan yang dilakukan oleh putranya."
Elca kembali merinding. Nasib macam apa yang sedang dia jalani sampai bisa terjerat dalam kehiduoan pria mengerikan seperti Yudi. Apalagi setelah mengetahui siapa Wira yang sebenarnya semakin membuat Elca tidak karuan.
"Kita harus memberhentikan dia dari kantor. Anggaplah Elca mengundurkan diri dan kembali ke kampung halamannya." Romeo ikut menimpali.
"Tidak, kurasa itu bukan ide yang bagus. Pak Wira pasti akan curiga dan menyelidiki hal ini." Saira terlihat sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Untuk sementara, Elca akan tinggal di sini sampai keadaan aman."
Alyne tampak setuju dengan pendapat Saira. Gadis itu akan jauh lebih aman jika tinggal bersama Saira di sini. Sedangkan Elca tampak terkejut. Jika Saira sudah melakukan hal seperti ini maka, nyawanya benar-benar sangat terancam. Ia menatap Saira dengan serius dan banyak ucapan terima kasih di sana.
"Jangan khawatir, Alyne dan aku akan selalu melindungimu. sedangkan Romeo hanya akan sebagai pendukung di belakang layar. Dia tidak boleh terlihat akrab dengan kita semua."
Saira melipat kedua tangan dan tampak sangat serius. Bagaimana pun caranya, ia harus bisa menjobloskan Wira beserta putranya ke dalam penjara.
Di sudut jalan lainnya, Izora bersama dengan Alvin sedang menikmati masa pacaran. Semenjak ibunya dinyatakan sembuh, ia sudah bisa kembali menikmati harinya. Semua hal yang terjadi selama ini sangat menguras emosi dan tenaganya.
"Zora, kamu yakin sudah mantap akan menikah denganku?" tanya Alvin sambil memegang kedua tangan gadis itu dengan lembut.
"Kalau kamu aja yakin, kenapa aku harus punya alasan untuk merasa ragu." Izora menjawan dengan tersenyum. Selama ini ia belum pernah benar-benar merasa bersama pria yang ia cintai. Kehadiran Alvin dalam hidupnya, banyak memberi sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kini hidupnya terasa lebih i dah untuk dinikmati.
__ADS_1
Apa kalian, masih mau minta lanjut? sini tak cubit satu-satu biar pada insyaf berjamaah di dua dunis.