
Saira sangat lega mendengarnya. Ia hanya harus menyusun strategi sesuai dengan rencana mereka sebelumnya. Setelah persiapan matang, mereka berdua akan kembali ke Autralia. Sedangkan Romeo akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa urusan penting. Saat mereka akan berangkat, sesuatu telah terjadi, Izora dikabarkan menghilang dan hal itu diketahui oleh Alyne yang berteman dengan gadis itu di media sosial.
Sang ayah melaporkan kehilangan Izora yang tidak ada kabar selama satu minggu. Tentu saja hal itu membuat Saira panik. Alyne meminta bantuan salah satu hacker terbaik, terus menelusuri beberapa cctv yang kemungkinan bisa melihat siapa yang menculik Izora.
Hari pertama pun tidak membuahkan hasil. Saira tidak bisa tidur dengan tenang sebelum mengetahui siapa yang sudah menculik kakaknya. Hari kedua juga sama, tidak ada kemajuan. Lalu hari ketiga pencarian mereka menemui titik terang. Dari salah satu kamera cctv, terlihat seorang pria dengan tato ular kepala tiga membekap Izora dan membawanya pergi.
"Alyne segera cari tahu tato ular kepala tiga." perintah Saira.
Pria yang bernama Zakof, tanpa diminta segera membantu Alyne membantu mencari simbol ular kepala tiga. Mereka akhirnya menemukan dan Alyne tercengang dengan semua itu.
__ADS_1
"Mereka sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang penjualan organ dalam, traffic human, dan pembunuhan."
Mendengar hal itu, Saira semakin dibuat kalut. Kakaknya benar-benar sedang berada dalam masalah besar. Hal itu membuatnya frustrasi.
"Cari siapa pemimpinnya dan di mana markasnya!"
Zakof segera mencari tahu dengan kemampuannya. Setelah mencari dengan susaj payah, ia pun akhirnya mendapatkan siapa pemimpinnya.
Mendengar nama itu, kemarahan Saira naik kepermukaan. Ia bersumpah demi makamnya, akan membunuh Angelina kalau sampai terjadi apa-apa kepada kakaknya.
__ADS_1
"Tidak akan kuampuni jika dia berani macam-macam dengan Izora!" desisnya terdengar sangat mengerikan. Alyne belum pernah melihat sisinya yang begitu mengerikan. Sisi yang akan bangkit saat seseorang mengusik orang-orang yang dicintainya.
Di lain tempat, Izora berada di sebuah ruang penampungan. Terdapat banyak gadis di sana, bahkan ada yang masih belia. Ia tidak mengetahui sedang berada di mana. Tapi mereka semua yang ada di sana terlihat berasal dari beberapa negara.
Seseorang masuk dan membuka pintu besi tersebut. Lalu menarik paksa seorang gadis lalu kembali menguncinya. Gadis itu terlihat ditendang karena lambat berjalan. Izora yang melihat hal itu dibuat sangat kesal. Tapi ia sendiri akan mengalami hal yang sama.
Dari ruang sebelah, Izora bisa mendengar gadis yang tadi keluar teriak kesakitan. Teryata ia sedang digilir beramai-ramai oleh belasan penjaga. Izora menangis mendengarnya. Setelah dua jam lamanya, gadis itu dikembalikan dalam keadaan berantakan, dan luka lebam ada di mana-mana. Terlihat raut wajah mereka sangat ketakutan.
"Mama, Papa, pasti sangat khawatir," ucap Izora sambil terisak pelan.
__ADS_1
Salah satu dari belasan gadis datang dan menghiburnya. Meskipun ia tahu hidup mereka tidak akan pernah kembali seperti semula. Mengharap bantuan hanya menjadi sebuah kekonyolan. Karena pada kenyataannya organisasi tersebut sangat kebal dengan hukum.
***