Kebahagiaan Tak Sempurna

Kebahagiaan Tak Sempurna
The End


__ADS_3

Author POV.


——————————


Dengan perlahan Haikal membantu istrinya untuk berbaring di atas ranjang, tetapi dengan posisi tengkurap. Mengapa? Karena Haikal kembali ingin merasakan punggung wanitanya itu. Clara menurut saja dan Haikal memulai aksinya.


Bibirnya langsung menyentuh permukaan pundak Clara hingga mulutnya kembali meloloskan desahan yang mampu membakar jiwa seorang dokter. Sedangkan salah satu tangan Haikal mencobanya marayap bagian paha istrinya hingga menyentuh pinggang, membuat kain tile lingerie itu tersingkap dan menampilkan bagian belakang tubuhnya.


Haikal menarik dirinya dan kembali menyentuh punggung itu dengan jemarinya. Lagi-lagi Clara mendesah hingga tubuhnya melengkung lalu menghentikan sentuhan itu.


“Ayo berbalik ...,” desis Haikal. Clara menggelengkan kepalanya.


“Kenapa tadi keluar dari selimut?” tanya Haikal, dia tahu pasti mengapa istrinya bersikap sepertu itu. Dia yakin karena istrinya sedang malu dengan apa yang dia kenakan.


“Karena kamu memaksa aku untuk membuatkan teh! Cuman ada pakaian ini yang disiapkan sama adik kamu itu.”


Haikal kembali menurunkan tubuhnya lalu mengecup tepat di tengah punggung istrinya. Kali ini dia mengabaikan desahan yang terus lolos pada mulut manis itu. Hingga akhirnya perlahan salah satu tangan Haikal menyusup ke bawah perut Clara dan seketika mambalik tubuh istrinya.


Clara terpekik kaget sambil menyilangkan kedua tangannya di depandada, membuat jarak di antara keduanya. Namun, Haikal kembali mengabaikan bagian yang dilindungi Clara itu.


Mereka berdua saling berpandangan, satu dengan tatapan memelas ketakutan dan yang satunya lagi dengan tatapan memelas menginginkan. Salah satu jemari Haikal kini membelai lembut pipi Clara hingga tanpa sadar dia kembali memejamkan kedua matanya, membuat Haikal semakin terpikat.


Perlahan Haikal yang berada di atas tubuh Clara kini mulai mengikis jarak di antara mereka hingga bibirnya menemukan bibir ranum istrinya. Dengan lembut Haikal memulai semuanya hingga Clara terbawa suasana, menikmati tanpa menolaknya lagi.


Kini tidak ada lagi cahaya temaram, listrik yang padam, terjebak dalam hujan ataupun alasan ketakutan dalam gelap. Semua mereka lakukan dengan perlahan dan saling mengizinkan. Tidak ada lagi arti menahan hingga waktu yang tepat, karena saat ini adalah waktu tepat itu.


Haikal menurunkan bibirnya, berjalan menuju ceruk leher wanitanya dan mengecup lembut di sana. Dia tidak perlu meninggalkan jejak kepemilikannya di sana, karena Clara memang sudah menjadi miliknya seutuhnya. Lagi pula seorang dokter seperti dirinya pasti tahu cara lain untuk membuat wanitanya menjadi bergairah, dia hanya perlu mencoba segala cara itu.


Haikal meminta izinnya untuk melakukan tugasnya yang diiringi dengan anggukan Clara yang sudah melemah. Bagaimana tidak, sejak awal dia sibuk menahan gejolaknya sendiri. Awalan yang perih dan sakit menjadi sebuah tanda dari teriakan yang Clara lontarkan, bersamaan dengan jemarinya yang meremat kedua lengan kokoh berotot suaminya dan merambat pada bagian pundak. Sambil memejamkan matanya, Clara merasakan penyatuan itu dengamy Haikal yang sementara menahan gerakan pinggulnya.


Sambil menatap Clara lalu kembali menghujaninya dengan kecupan bibir di segala sisi lalu perlahan kembali menggerakkan pinggulnya. Haikal bisa merasakan sesuatu yang aneh di bawah sana, tetapi hal itu justru membuatnya tersenyum tipis. Tidak ada lagi teriakan kesakitan dari Clara, yang terdengar kini hanya desahannya dengan napas yang memburu dan tubuh yang bercucuran keringat. Haikal tahu pasti tanpa harus memeriksanya, wanita yang menyatu dengannya ini memang hanya miliknya.


Begitu pun dengan Haikal yang terus terbakar hasratnya. Napasnya juga memburu, tetapi desahannya sengaja ia tahan, dia ingin terus melihat raut wajah Clara saat ini hingga permainan berakhir. Dia enggan untuk memejamkan mata.


Pagi hari menjelang, Haikal membuka mata dan melihat wanitanya tertidur dalam dekapannya. Lagi-lagi dengan lembut jemarinya berjalan menyusuri punggung itu membuat Clara mau tidak mau harus membuka matanya.


“Morning ...,” sapa Haikal sambil menyingkapkan anakan rambut yang menutupi sebagian wajah Clara


“Morning too.” Kedua pasang mata itu kembali saling tatap hingga akhirnya Haikal bergerak untuk mengecup kening istrinya pertama kali di pagi hari ini.


“Lakukan itu di setiap kamu membuka mata.” Clara meminta.


“Pasti aku lakukan tanpa kamu minta, hanya saja aku butuh kamu pagi ini.” Haikal tersenyum.


Clara menatap dengan bingung hingga akhirnya Haikal membawa jemari Clara untuk menyentuh sesuatu dan itu membuat Clara kembali terpekik dan memukul dada bidang suaminya dengan pelan.


Haikal hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya yang masih saja malu-malu itu. Padahal tadi malam sudah berkali-kali mereka melakukannya di bawah cahaya lampu. Namun, tetap saja Haikal ingin menuntaskan kembali satu permainannya, sekali lagi di pagi hari ini. Dan dengan spontan dia sudah mengambil posisinya.

__ADS_1


**


Satu bulan kemudian ...


Haikal dan Clara akhirnya tinggal di rumah mereka sendiri, yaitu rumah yang sudah Haikal miliki beberapa tahun terakhir. Kehidupan mereka berjalan normal seperti pasangan lain yang baru saja menikah. Harmonis dan humoris.


Haikal juga saat ini memiliki jam kerjanya di kantor, sehingga dia memiliki waktu untuk pulang ke rumah, menemani istrinya tidur saat malam hari dan mereka bekerja saat matahari terbit.


Dan kali ini, mereka berdua sengaja mengambil izin untuk tidak masuk bekerja selama dua minggu ke depan. Untuk apalagi jika bukan melakukan honeymoon. Dan tempat itu adalah negara Inggris, London.


Mereka tidak hanya pergi berdua kali ini. Tetapi bersama dengan Lisa, Alex, Tika dan juga Jefri. Alasan honeymoon memang cocok untuk Haikal dan Clara, tetapi berbeda dengan yang lainnya. Sebab yang lainnya pergi ke sana untuk mencari kebenaran menuntaskan masa lalu agar dapat melangkah kembali menatap masa depan.


**


Setelah meninggalkan koper pada sebuah hotel yang menjadi tempat peristirahatan mereka, Haikal langsung membawa mereka ke sebuah alamat yang didapat dalam benda-benda peninggalan Dave yang Lisa berikan.


Sepuluh menit setelah menempuh perjalanan, mereka sampai pada sebuah gedung perumahan. Lalu mereka turun dari mobil satu per satu. Lisa sudah berdiri di depan sebuah pintu dan menekan tombol belnya. Tidak lama berselang pintu itu terbuka. Raut wajah Lisa mengisyaratkan keterkejutannya.


“Ah! Nona? Mari silakan masuk,” ucap lelaki dari balik pintu itu.


Lelaki itu adalah Leo, sekretaris sekaligus pemegang jabatan sementara perusahaan Wisconsin Property dan juga Mahatma Corp. Bahkan tidak hanya itu, lelaki itu yang mengurusi semua asset milik Winston bersaudara semenjak beberapa bulan berlalu.


“Saya sudah mendengar berita duka yang disampaikan oleh paman Anda. Saya tidak menyangka jika Mr. Reza Hernandez adalah paman Anda. Berkat beliau saya bisa kembali mengembalikan perputaran usaha property Tuan Winston.” Leo menunjukkan keramahtamahannya.


Setelah itu Leo menjelaskan cerita akhir tentang Tuannya yang masuk penjara karena menggantikan adiknya Dana yang kabur ke Bali. Hukuman tindak pidana seketika itu diputuskan, mengingat beberapa masalah yang pernah ditimbulkan sebelumnya. Dave dihukum dengan hukuman penjara selama lima belas tahun dan juga sejumlah uang.


Namun, akibat pembelaan oleh pengacaranya maka Dave bisa bebas setelah melalui empat tahun hukuman penjara. Lelaki itu pun tidak menyangka jika Tuannya bisa melakukan tindakan keji itu.


Tika terkejut karena mendapatkan sesuatu dari Dana, apa benar sepenting itu dirinya dulu bagi seorang lelaki yang mengidap gangguan mental?


Kedua wanita itu memeriksa dokumennya masing-masing lalu meminta Leo untuk mengantarkannya melihat semua asset itu. Dengan senang hati Leo akan melayani Nyonya barunya itu berkeliling.


Leo bersama dengan Lisa dan juga Tika naik semobil bersama, sedangkan yang lainnya tetap memutuskan semobil dengan Haikal dan mengikuti dari belakang. Dalam perjalanan, Leo terus menjawab pertanyaan apa pun yang diajukan oleh Lisa ataupun Tika. Bahkan sesekali mereka tertawa bersama mengenang semuanya.


Berbeda dengan Haikal yang menghawatirkan dua lelaki yang berada duduk di kursi belakangnya. Haikal khawatir kedua lelaki itu berpikiran yang macam-macam tentang adik kandung dan adik angkatnya itu. Sekali lagi aku ingatkan pada kalian, Lisa memang sudah dianggap sebagai adik oleh Max dan juga Haikal.


**


Sebuah apartemen yang dulu pernah Lisa kunjungi kini berada di hadapannya. Bahkan ada beberapa pegawai di sana yang masih mengenali Lisa saat ini. Lisa dan yang lainnya ikut menaiki gedung itu, lalu memasuki sebuah kamar apartemen yang begitu luas, tidak ada satu pun yang berubah.


Lisa menyusuri semua ruangan dengan menggenggam tangan Alex yang terus menemaninya. Hingga akhirnya seluruh asset telah mereka jumpai dan meninggalkan sebuah tempat lain yang saat ini kembali mereka tuju.


Kini, sebuah rumah megah berdidi kokoh di hadapan mereka. Lagi-lagi mereka semua terkesima melihat rumah utama Winston bersaudara. Begitu masuk seorang wanita paruh baya menyambut lalu membawa Lisa ke kamar Tuan rumahnya. Entah dari mana sang wanita tua ini mengenali wajah Lisa.


Begitu mendorong sebuah pintu, betapa terkejutnya Lisa saat melihat wajahnya terlukis sangat jelas pada sebuah bingkai kotak yang bergantung di sebuah dinding dan frame-frame kecil yang ada di atas nakas.


“Ini, Non, sebuah surat yang ditinggalkan Tuan Dave saat pergi ke Indonesia setahun yang lalu.” Wanita paruh baya itu memberikan sepucuk surat. Yang mana begitu Lisa membacanya lagi-lagi dia menangis terisak. Begitu kuat hingga Alex tidak sanggup melihatnya lalu merengkuh tubuhnya.

__ADS_1


Seketika Lisa menjadi seorang sosok wanita kaya raya yang memiliki segalanya saat ini. Sungguh beruntung. Hanya saja mungkin ada sedikit rasa penyesalan dalam hatinya.


Semua menjadi saksi keterpurukan Lisa, keserakahan dan kekerasan hati di masa lalunya mungkin akan menjadi kenangan. Tetapi rasa penyesalan itu mungkin akan terus bersemayam dalam relung hatinya hingga di masa depan.


Setelah beberapa hari semuanya masih berada di London. Lisa akhirnya memberikan perusahaan itu pada Leo dan memintanya untuk melakukan sesuatu, yaitu menjaga rumah milik Dave yang akan dia jadikan sebagai rumah anak asuh. Jika di Indonesia panti asuhan.


Lisa ingat dengan cerita Dave yang ingin sekali memiliki sebuah orphanage untuk menampung anak-anak terlantar di luaran sana. Dan semoga dengan Lisa mewujudkan semua itu, tidak akan menjadi sebuah masalah di kemudian harinya. Dan semoga apa yang Lisa lakukan membuat tenang dua bersaudara itu.


Tika yang mendapatkan sebuah apartemen dan villa di Bali dari Dana, juga melakukan hal yang sama. Yang mana apartemen itu akan di sewakan dan uangnya diberikan kepada orphanage yang Lisa buat. Begitu pula dengan hasil pendapatan villa di Bali, semua akan disumbangkan untuk kebutuhan dalam menunjang orphanage tersebut.


**


Dua minggu berlalu ...


London, Inggris saat ini memasuki musim dingin dengan suhu udara rata-rata 1 hingga 7 derajat celcius, angka ini bisa lebih rendah hingga minus pada malam tiba. Pada saat musim dingin ini, waktu siang hari menjadi lebih pendek, matahari terbenam lebih cepat yakni sekitar pukul empat sore dan matahari baru terbit pada pukul delapan pagi.


Beberapa hari yang lalu semua urusan masa lalu Tika dan juga Lisa telah usai. Tika menyerahkan segalanya pada Lisa sebab dia berencana untuk tinggal lebih lama lagi di London, karena pagi ini yang lainnya akan kembali ke Indonesia.


“Kamu yakin mau tinggal?” tanya Tika saat mereka sudah berada di lobby hotel.


Lisa mengangguk. “Lagi pula Alex bakalan nemenin aku di sini dan kami nanti nginep di rumah om Reza.”


Tika langsung memeluk Lisa, dia tidak bisa membohongi perasaannya yang sebenarnya khawatir dengan sahabatnya itu, jika sahabatnya memilih tinggal lebih lama di London. Dia takut Lisa akan terlalu jauh mengenang masa lalunya, sedangkan masa depannya dengan Alex harus tetap berjalan.


“Mungkin Alex akan menunggu sampai kapan pun kamu siap, tapi kamu juga harus segera melepaskan masa lalu itu. Jangan masuk terlalu dalam.” Tika berbisik tepat di belakang pundak Lisa dan dibalas dengan anggukannya.


“Aku ingin mengunjungi seseorang yang mungkin bisa untuk mengelola semuanya.” Lisa ingin mengunjungi Julia, temannya di negara ini dan memintanya untuk mengurusi orphanage yang akan didirikan. Dengan begitu, Lisa tidak perlu melakukan pekerjaannya yang dulu lagi dan segera kembali ke jalan yang benar.


Lisa juga akan memberikan apartemen yang ditinggalkan Dave itu untuk Julia, agar temannya itu bisa keluar dari apartemen sempitnya tanpa harus bingung untuk mencari uang sewa.


Mungkin, Lisa tidak akan pernah bisa melupakan Dave, sekuat apa pun dia berusaha. Karena itu adalah cinta yang abadi. Lantas, apa yang harus dilakukan Alex? Bukankah itu artinya Lisa tidak mencintai dengan sepenuh hati?


Begitulah cinta dan kehidupan. Pada dasarnya tidak ada yang bisa dilupakan dan benar-benar melupakan. Begitu pula dengan kebahagiaan, yang bisa muncul kapqn saja, entah itu dengan masa lalu ataupun masa depan. Dan jika kalian lebih teliti lagi, maka kalian akan melihat, bahwa dalam kebahagiaan itu sendiri tidak ada yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata.



Terima kasih untuk semua para pembaca yang masih setia membaca naskah ini hingga akhir. Semoga dapat menghibur kalian semua dan menemani hari kalian yang masih di rumah aja.


Untuk sementara tidak akan ada sequel ataupun lanjutan dari naskah ini. Biarkan mereka bahagia untuk sementara waktu 😂


Setelah ini mari kita sama-sama 'move on' untuk kisah yang lainnya.


Trus buat yang sudah pernah gabung di Grup Chat aplikasi ini, aku memohon maaf karena sudah menutup grup tersebut karena aku merasa kurang bermanfaat. Yang mana grup itu seharusnya berfungsi untuk menjalin kedekatan penulis dengan pembaca, tetapi ternyata hanya 20% yang berjalan. Sekali lagi mohon maaf 😁


Dan untuk update info terbaru dan lainnya, kalian bisa follow akun Instagram aku @bossytika atau ada yang mau cerita cinta hidupnya aku jadikan sebuah novel? Bisa curhat denganku di sana. Rahasia dijamin aman tertutup dengan rapi 🤣😋


Ya udahlah ya, sekian dulu.

__ADS_1


Jangan lupa buat Move On, babay 💋


@bossytika


__ADS_2