
Still Haikal POV.
"Hai!! Anak siapa tuh?" ucap wanita itu berdiri, melangkah mendekati.
Ia berjongkok, kemudian menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman. Tanpa ragu, tangan itu disambut dengan gembira oleh anak itu.
"Nama aku Paul."
"Nama yang bagus! Aku Clara."
Mereka saling melempar senyuman. Ku tinggalkan mereka berdua yang sedang asik mengobrol. Aku mengganti pakaianku dengan seragam UGD di toilet.
Dalam toilet, aku menghembuskan nafasku berkali-kali. Kaget!!!
Ngapain tu cewek kemari?
Aku panik, aku berjalan mondar-mandir disini. Kemudian mulai mengganti pakaianku. Lalu keluar dari sini. Namun sebelum keluar, ku tarik nafasku dalam-dalam, kemudian ku hembuskan dengan perlahan. Ku ulangi sampai tiga kali.
"Udah lama lu disini?" tanyaku saat keluar.
Ku lihat wanita itu sedang asik bercanda dengan Paul, "Lumayan sih, kata perawat yang didepan, lu cuman keluar makan doang. Jadi gua tungguin deh."
Ia kembali bercanda dengan Paul, menggelitiki pinggang Paul hingga ia berdua tertawa bersama.
"Ampun, Tante, ampun!" seru Paul sambil tertawa.
"Jangan usil lagi ya? Janji?" ucap Clara dengan menyodorkan jari kelingkingnya.
"Iya, janji." Mereka menyatukan kelingking masing-masing. Aku tersenyum kecil melihat tingkah mereka.
Segera ku duduk dikursi ku. Mengecek beberapa data melalui komputer ku. Kemudian Clara mendekatiku dan duduk di kursi depan meja kerjaku.
"Anak siapa tuh?"
"Dulu dia pasien disini," jawabku dengan mata yang masih menatap layar komputer.
"Oh, Mama atau Papanya?"
"Apanya?" tanyaku menatapnya.
"Yang jadi pasien disini?"
"Anak itu yang jadi pasien disini."
Clara menganga, "Maksud lu dia pernah sakit?"
Aku mengangguk, "Kenapa?"
Clara melirik Paul sekilas, "Sakit apa?" lirihnya.
"Pernafasan."
Clara mengangguk. Ku lepaskan jemariku dari keyboard, ku alihkan pandanganku jadi menatapnya. Menyandarkan punggungku pada sandaran kursi.
"Trus ngapain lu kesini malem-malem? Dikejar keponakkan lu lagi?"
__ADS_1
Clara mengerucutkan bibirnya, seperti anak kecil yang cemberut dan sedang merajuk. Ingin sekali rasanya aku tertawa lepas, tapi ku tahan. Agar terlihat menawan.
Ku pasang raut wajah datarku, kemudian ku kernyitkan dahiku, "Hm?" dehamku.
"Emang gak boleh gua main kesini? Andai gua tau alamat rumah lu, gua pasti main ke rumah lu. Main sama nyokab lu," ucapnya lalu menghempaskan punggungnya pada sandaran kursinya.
Berani juga wanita ini bicara seperti itu, pikirku.
"Oh iya, seingat gua, dulu waktu hangout, Tika ngundang gua buat ke acara rumahnya kan ya? Kok lu nggak ada ngajakin gua ke sana??" tanyanya lagi sambil mencondongkan tubuhnya kembali, dengan kedua tangan berpangku pada atas mejaku.
Posisi itu membuat kerah baju V-neck nya menjadi semakin jelas dan memperlihatkan lekukan tubuh bagian dadanya. Mataku tak sengaja melihat itu. Ku pejamkan mataku sebentar.
Astagaa!
Kenapa setiap kali betemu dengannya, pakaiannya selalu tidak ada yang waras!
Selalu membuat mataku tercemar. Batinku.
"Acaranya gak jadi. Bokapnya Jefri masuk rumah sakit," sahutku yang kembali memandangi layar komputer.
"Oohhh...."
"Emang mau jalan sama gua lagi?" tanyaku asal sambil melihatnya sekilas lalu kembali memperhatikan layar.
Clara menegakkan tubuhnya, menghirup oksigen yang ada disekitarnya, "Ya.. Ya kalo diajakin, ya mau lah, siapa juga yang bakalan nolak."
"Apa?!" sahutku spontan.
Apa aku gak salah denger ini? Batinku.
"Lu bilang apa tadi?" tanyaku sekali lagi, ingin memperjelas. Bukan, bukan memperjelas tapi ingin diperjelas!
Clara menganga sepersekian detik, "Emm.. Gua.. Lu.. Emm...."
"Kenapa jadi tiba-tiba gagap begitu? Gua nanya, lu bilang apa tadi? Yang kalimat terakhir."
Clara terdiam lagi sambil membelalakkan matanya.
"Om, Papi kapan datang?" tanya Paul tiba-tiba menghampiri ku, memecah suasana canggung kami berdua.
"Tunggu ya. Tadi Om sudah chat Papi kamu," saranku, "kamu sudah makan?"
"Belum, Om. Tadi siang aku cuman dibeliin roti sama Om taksi yang antar aku tadi," cerita Paul.
"Gimana kalo makan sama Tante? Mau gak?" tawar Clara.
Wanita ini sepertinya penyayang anak-anak, batinku. Cara Clara memperlakukan Paul sangat lembut, padahal baru kali ini mereka bertemu. Hati ku tiba-tiba merasa hangat begitu melihat situasi ini.
"Boleh. Kita makan apa, Tante? Tapi Tante yang bayar ya? Aku gak punya uang," ucap Paul dengan polosnya sambil mengerucutkan mulutnya. Hampir mirip dengan apa yang dilakukan Clara sebelumnya padaku.
Aku terkekeh pelan.
"Ada yang lucu, Om Dokter?" tanya Clara tiba-tiba sambil memperagakan suara Paul.
Tawaku meledak. Tidak bisa lagi ku tahan. Dia sungguh lucu, "Gak.. Gak papa kok, kalian mau makan dimana? Di warung dekat-dekat sini aja gimana? Mau?" tawarku disela tawaku.
__ADS_1
"Iihhh Om apaan sih, gak ada yang lucu malah ketawa gitu," ucap Paul sambil menyipit-nyipitkan matanya.
"Gimana? Mau gak?" tanyaku lagi.
"Emang lu mau ikut? Bukannya lu abis makan ya? Udah laper lagi?" ledek Clara.
"Ya enggak, gua nemenin kalian aja. Gimana?"
"Terserah Om sama Tante deh! Yang penting makan, aku sudah laper," rengek Paul.
Aku kembali tertawa, "Ya udah, ya udah. Yuk!"
Aku berdiri sambil meraih jaket yang ku sangkutkan pada sandaran kursiku. Memasangnya kemudian meraih tangan Paul untuk ku genggam. Clara mengikuti langkahku dan Paul keluar dari ruangan. Berjalan sejajar bersama.
Terlintas sesuatu di benakku, kalimat Mama tadi kembali mengiang di telingaku.
🎶
So don't call me baby
Unless you mean it
Don't tell me you need me
If you don't believe it
So let me know the truth
Before I dive right into you
🎶
Ponselku berdering.
Ku rogoh saku celanaku sambil tetap melangkah dengan mereka. Ku lihat layarnya, 'Jefri calling'.
"Hallo? Iya ga papa kok. Ini masih sama aku, mau makan dulu deket sini. Iya iya, tolong ya?"
Setelah itu ku putuskan sambungan telepon kami.
"Siapa, Om? Papi ya?" tanya Paul.
"Bukan."
Lalu kami tetap melangkah menuju warung di sekitar sini.
----------------------
Hai hai kalian semua?? ðŸ¤
Hayuk berikan kembali poin dan comment kalian pada judul karya ku ini 🤣
Aku sangat menantikan poin kalian itu, karna itu sebuah penyemangat ku dalam membuat karya ini 😜
Sampai jumpa di episode selanjutnya 💃
__ADS_1
Jangan lupa berikan comment kalian 🤣