Kebahagiaan Tak Sempurna

Kebahagiaan Tak Sempurna
S2 - Eps 61


__ADS_3

FLASHBACK ON


Ya, Dana menawarkan sebuah kesepakatan yang lebih benilai. Yang bisa lebih membuat Lisa melupakan persoalannya sejenak dengan Alex. Kesepakatan yang saling menguntungkan baginya saat itu. Dan bagi masa depannya.


"Lu gak bakalan bisa ngerebut Tika dari Jefri. Mereka terlalu saling mencintai. Mereka saling membutuhkan!" ucap Lisa saat itu.


"Gua bakalan kasih lu kesenangan yang berlimpah, kalau lu bantuin gua buat deketin Tika lagi."


"Kalo lu minta bantuan gua buat pisahin Tika sana Jefri, maaf! Gua gak bisa!" tolak Lisa saat itu dengan tegas.


"Gua cuman butuh informasi tentang Tika. Semua tentang dia, kesukaannya, kebiasaannya, rutinitasnya. That's all."


Lisa menyanggupi permintaan Dana. Hanya memberikan informasi tentang Tika, bukanlah perkara yang terlalu besar. Sebagai gantinya, Lisa minta dikenalkan dengan seorang lelaki yang bisa menemaninya selama di Bali.


FLASHBACK OFF


---------------


Lisa POV.


Ku ceritakan dengan perlahan semua yang terjadi padaku. Perkenalan singkatku dengan seorang teman Dana pun, tak luput dari pembahasanku. Tika mendengarkan semuanya tanpa mencela sekalipun.


"Jadi, lelaki itu yang kasih mobil di depan sama semua yang lu punya sekarang?" tanya Tika dengan dahinya yang berkerut.


Aku hanya mengangguk lemah. Lalu aku meminta maaf pada Tika sekali lagi. Karena aku telah menjual informasi tentangnya pada Dana. Untungnya lagi, Tika tidak mempermasalahkan itu. Kemudian aku juga menceritakan apa saja kegiatanku selama seminggu terakhir disana. Aku menceritakan padanya tentang lelaki yang menemamiku itu. Lelaki yang ternyata sangat kaya raya. Lelaki itu juga tampan dan kuat di ranjang, tentunya. Hanya saja ...


"Lu gila apa?!" pekik Tika.


"Sssttttt!" sanggahku pada Tika sambil menyuruhnya untuk memelankan suaranya. Aku menoleh melihat ke sekeliling kami, beberapa orang mulai memandangi kami dan berbisik-bisik. Aku mencoba menenangkan Tika.


Tika meminta padaku untuk segera mengantarnya kembali ke kantor dan mengakhiri pembicaraan kami siang ini.


Aku tidak bisa berkutik lagi. Tika menatapku dengan amarah yang sungguh memuncak. Dapatku lihat nafasnya tersenggal. Aku segera membuang pandanganku, mencari seorang pelayan yang bisa ku panggil untuk meminta bill kami. Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri dengan membawakan bill makan siang kami ini. Ku berikan beberapa lembar uang kertas berwarna merah, lalu meletakkan uang itu di buku bill yang diberikannya.

__ADS_1


"Kembaliannya simpan aja," ucapku pada pelayan itu.


Setelah transaksi pembayaran selesai, Tika langsung berdiri dan melangkah menuju keluar restaurant, tanpa menungguku.


Ku hembuskan napasku berkali-kali. Aku tidak menyangka Tika akan semarah ini padaku. Bukan karena kesepakatan ku dengan Dana, melainkan karena kelakuan liar ku yang ku ceritakan padanya. Padahal sebelumnya dia tau, bahwa aku memang senang 'one stand night'. Hanya saja aku sudah lama tidak melakukan itu, bahkan sejak ada Alex. Aku selalu melampiaskan hasratku itu pada Alex. Ya, selalu.


Di sepanjang perjalanan menuju kantornya, Tika hanya diam. Dia hanya memandang ke arah luar jendelanya. Entah apa yang dipikirkannya. Hingga akhirnya kami sampai di halaman parkir kantornya.


"Tik, gua ...."


"Makasih makan siangnya. Bye!" selanya memotong perkataanku tanpa mau menoleh menatapku. Kemudian dia segera keluar dari mobilku lalu melangkah menjauhi menuju ke pintu lobby kantornya. Aku hanya memandangi bagian belakang tubuhnya, hingga bayangan itu menghilang dari pandanganku.


Tak terasa sudut mataku memunculkan bulir-bulir air hingga akhirnya menetes, membasahi pipiku. Semakin banyak hingga aku tidak mampu menahannya lagi. Ku tangkupkan kedua telapak tanganku menutupi wajahku. Aku menangis tersedu.


'Apa aku telah menyakiti perasaan sahabatku?' batinku.


----------


Ku hempaskan tubuhku pada kursi kerjaku yang empuk. Mencoba mengatur ritme napas dan mengatur emosiku. Kali ini aku terlalu kalap pada Lisa, sahabatku sendiri. Dia sungguh gila. Entah apa yang merasukinya hingga berbuat seperti itu.


"Lu kenapa?" tanya Metta.


Aku menggelengkan kepalaku. Metta segera kembali ke meja kerjanya. Ku coba kembali menghembuskan napasku, satu dua dan tiga. Menenangkan pikiran. Ku pejamkan mataku sebentar kemudian membukanya lagi. Menyalakan komputer kemudian kembali memfokuskan otakku pada pekerjaan yang banyak ku tunda sebelumnya. Hingga akhirnya pekerjaanku selesai.


Notif ponselku berbunyi. Segera ku raih ponselku yang sengaja ku letakkan di atas beberapa tumpukan dokumen kerjaku. Ternyata pesan dari Jefri.


Jefri : Tadi jadi makan siang sama Lisa?


Me : Jadi, sorry aku lupa bilang.


Jefri : Gak papa, bentar lagi aku jemput ya? Kita ke rumah mama dulu, jengukin papa.


Me : Iya, kerjaan aku udah kelar kok. See you ...

__ADS_1


Jefri : See you soon ...


Ku letakkan kembali ponselku, kemudian aku segera membereskan beberapa file yang telah ku print, untuk besok ku serahkan kepada bos ku.


Baru saja aku menuruni tangga ternyata Jefri sudah berada di pintu depan kantorku, sedang mengobrol bersama Rossi, si receptionist kantor.


Ku dekati kemudian kami berpamitan pada Rossi yang sedang menunggu jemputannya. Kamu segera menuju mobil. Setelah di dalam mobil, Jefri segera menyalakan mesin mobil dan segera melaju menuju ke rumah orang tuanya.


Selama di perjalanan kami hanya terdiam. Pikiranku melayang, kembali memikirkan kehidupan Lisa yang begitu kacau belakangan ini.


"Kamu kenapa?" tanya Jefri memecah keheningan diantara kami.


Aku menoleh padanya tanpa semangat, kemudian menggeleng.


"Capek?" tanyanya lagi.


Kali ini aku mengangguk, sambil menyenderkan kepalaku pada sandaran jok mobil. Ia membelai kepalaku kilas. Kemudian kembali fokus pada setir mobilnya. Ku pejamkan mataku, mencoba sejenak untuk beristirahat. Otakku terlalu letih hari ini.


----------


Haii para pembaca semuanyaaaaa 😘😘


Kali ini boleh aku bertanya pada kalian??


Aku ingin tau kalian dari kota mana saja??


Siapa tau ada yang satu kota dengan ku 🤭


Jangan lupa kembali berikan poin kalian untuk judul ini yaaa?? 🤣


Sampai jumpa di episode selanjutnyaaa 💃


#salambucin💋

__ADS_1


__ADS_2