
Clara POV.
Duuhhh, ini anak sialan deh!
Ngapain nanya beginian sih, aku kan jadi bingung. Batinku
"Trus kenapa sekarang masih disini?" tanya Haikal padaku.
"Yaa ... Gua mau pulang sih sebenernya, cuman gua tadi ke sini naik taksi."
"Truuuss?"
"Ya sekarang udah malem, gua takut pulang naik taksi."
"Bilang dong, kalo minta anterin pulang," sahutnya santai sambil kembali fokus pada komputernya.
Aku kesal mendengar jawabannya. Ku hembuskan napasku berkali-kali. Ku rebahkan punggungku pada sansaran kursi. Memperhatikannya sambil memainkan ponsel di tanganku.
Haikal menoleh, aku tersentak. "Ngapain liatin gua begitu?"
"Enggak kok! Gua ngeliatin itu, bunga anggrek di belakang lu tuh, cakep banget kelopaknya."
Haikal menoleh melihat anggrek itu kilas. "Ya udah yuk, gua anterin lu pulang."
Haikal mematikan komputernya, kemudian berdiri, meraih jaketnya lagi, lalu menatapku. "Ayo!!"
Aku terpaku beberapa detik, kemudian segera berdiri sambil tersenyum tipis. Mengikuti langkah Haikal dari belakang hingga sampai pada parkiran mobil di basement gedung megah ini.
Selama di perjalanan, aku bingung dengan apa yang ingin aku bicarakan. Sesekali ku lirik wajahnya, berpura-pura sambil melihat sekitar. Dan berkali-kali pula pandangan mata kami saling bertabrakkan tak sengaja.
Ku putuskan untuk melayangkan pandanganku jauh ke arah depan. Dengan pikiran yang melayang entah kemana.
"Boring? Dengerin lagu ya?" Suara Haikal memecah keheningan diantara kami.
Aku menoleh melihat ke arah wajahnya lalu mengangguk pelan. Entah ia melihat atau tidak dengan anggukan kepalaku pada gelapnya cahaya remang-remang lampu jalanan.
Haikal menekan tombol power dari audio mobilnya. Kemudian kembali fokus pada setir mobil. Membuatku juga mengembalikan pandangan ke arah depan.
🎶
Pagi ke pagi
ku terjebak di dalam ambisi
seperti orang-orang berdasi
yang gila materi rasa bosan
__ADS_1
membukakan jalan mencari peran
keluarlah dari zona nyaman
sembilu yang dulu
biarlah berlalu
bekerja bersama hati
kita ini insan
bukan seekor sapi
sembilu yang dulu
biarlah membiru
berkarya bersama hati....
🎶
(Suara lagu yang muncul dari audionya)
Tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan dalam otakku yang ingin ku tanyakan padanya. "Lu setiap hari dalam dua puluh empat jam stay di rumah sakit ya?"
"Iya sih. Tapi apa gak capek?"
"Kalo hobi di jadiin profesi, ya gak bakalan ngerasa capek."
"Emang bokap lu gak ngomel apa? Jadi gak punya waktu buat keluarga kan? Atau jangan-jangan ... Lu gak pernah ikut family time?"
"Sembarangan!! Kalo waktu buat keluarga, gua pasti punya. Tapi gak rutin."
"Emang di keluarga lu selalu ada family time tiap hari?" tanyanya.
"Ya tiap malam," sahutku.
"Berarti malam ini lu bolos dari acara family time dong?"
"Yaps!"
Suasana kembali hening. Beberapa saat aku bingung harus membahas apa lagi. Kami sama-sama terhanyut dalam lagu yang terlantun indah. Namun sekaligus terasa menusuk hatiku, seakan mewakili perasaanku saat ini.
Tujuanku mendatanginya malam ini bukan karena ada hal yang penting. Hanya saja aku merasa merindukan wajahnya, merindukan suaranya.
Astaga!!!
__ADS_1
Aku sudah gila. Merindukannya? Tidak, bukan! Aku tidak merindukannya. Aku hanya ... Entahlah.
Pikiranku memang kacau beberapa hari ini. Aku memang mulai memikirkan lelaki ini selepas pergi dari rumah sakit seminggu yang lalu. Aku menjadi susah untuk berkonsentrasi kerja akhir-akhir ini.
Beberapa saat kemudian kami telah sampai di depan rumahku. Ternyata dia mengingat jelas alamat serta letaknya.
Aku tersenyum menoleh padanya. "Makasih ya sudah inget dimana rumah gua?"
"Emang bener ini rumahnya?" godanya.
Aku terkekeh pelan. "Iya, bener kok! Emang ada cewek lain didaerah sini yang pernah elu anterin?"
"Ada!" jawabnya cepat.
Aku terkaget-kaget, jawabannya begitu pasti, santai dan tegas. Lelaki ini sungguh tidak bisa menjaga perasaan wanita! Kesalku.
"Ya udah, makasih ya? Bye." Aku langsung membuka pintu mobilnya dan segera keluar dari sana, lalu menutup kembali pintunya dengan agak sedikit kesal.
Tiba-tiba kaca mobil di turunkannya. Aku terkaget lagi melihat wajahnya yang seketika muncul di balik kaca jendela mobil. Di antara cahaya remangnya, wajah itu terlihat lebih memesona. Kedua sisi pipinya menarik sempurna, membentuk sebuah senyuman. Yang lagi-lagi senyuman itu membuat kakiku seakan membeku dan menempel di jalan trotoar. Tak mampu beranjak.
"Good night, have a nice dream," ucapnya lembut kemudian berlalu dengan mobilnya.
Aku masih seakan tidak percaya dengan apa yang telah aku dengar. Aku masih berdiri disini di tempat semula, tidak bergerak sedikitpun. Aku terpana.
Baru kali ini, ada lelaki yang mengucapkan kalimat itu padaku, selain ayah tentunya. Kalimat itu seakan sering aku dengar saat aku masih kecil.
Aku menoleh, melihat mobilnya yang perlahan pergi, menjauh hingga menghilang diujung sudut mataku. Perasaan apa ini? Dalam sekejap lelaki itu mampu meluluhkan rasa hati ini. Bayangan akan mantan ku yang terdahulu, seakan terkikis perlahan oleh bayangan wajahnya. Mengikis batu karang yang selama ini ku buat untuk melindungi diriku.
Ya, aku memang membangun tembok duniaku sendiri. Bukan tanpa alasan, hanya saja aku pernah kecewa. Bukan untuk pertama kali dan kedua kali, tapi untuk berkali-kali. Hingga aku merasa tak ada gunanya untuk memulai suatu hubungan lagi pada seorang lelaki. Apa lagi jika hanya untuk berpacaran. Sungguh membuang waktu di umurku yang sudah lumayan ini.
Aku menghembuskan napas kasar. Ku langkahkan kaki ku perlahan memasuki pekarangan rumah, berjalan lunglai membuka pintu rumah dan segera menuju ke kamarku. Menghempaskan tubuh pada tengah ranjang, lalu melihat langit-langit kamarku. Berpikir.
Mengapa aku selalu saja seperti ini? Selalu saja memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak pantas untuk aku pikirikan, dan lagi hal itu pasti akan merusak moodku dalam bekerja nanti. Apalagi jika ada seorang lelaki yang bersikap terlalu sweet untukku.
Mungkin aku akan merasakan hal yang sama yang pernah aku rasakan dulu. Batinku.
Saat dimana aku memiliki teman masa kecil. Bermain bersama, berjanji, kemudian dia menghilang begitu saja. Dan ya, itu terjadi pada saat ku kecil dulu. Teman yang mampu membuatku hancur..
-----------
Haii kalian, yuk kembali berikan poin dan koin kalian untuk mendukung karyaku ini disetiap minggunya 🤭
Find me on Instagram @bossytika
I love u all..
#salambucin!!!
__ADS_1