Last Life

Last Life
Baru Mengetahuinya


__ADS_3

Memasuki kediaman mereka untuk yang kedua kalinya sangat-sangat langkah sekali bagiku, meski sepele tapi aku kembali mengunjunginya di waktu yang berbeda pada pengulangan waktu ini.


Ruang tamunya hampir sama namun ada sedikit perubahan pada tata letak properti. Serta lukisan karya Kwen yang tidak terpajang sama sekali. Aku khawatir diwaktu ini mereka terpisah sehingga mereka tidak selalu bersama setiap waktu.


"Silahkan duduk terlebih dahulu, aku akan segera kembali setelah memanggil tiga orang lainnya kemari," ucap Hiyou ramah dan sopan.


Dirinya diwaktu inipun agak lain menurutku, tapi belum tentu juga sih. Aku belum mengetahui tentangnya secara keseluruhan sekarang ini.


"Aku lapar sekali..." ucap Yin sembari menyentuh perutnya dengan ekspresi menahan rasa lapar.


"Menyusahkan saja membawa anak kecil ini."


"Willy... jangan begitu, dia memang belum makan sejak pagi!"


"Heh? Ternyata begitu."


Merasa kasian pada Yin aku berinisiatif untuk meminta sesuatu kepada mereka bila perlu secepatnya akan aku katakan saja tanpa ragu jika mereka kemari.


Sebenarnya didalam cincin ruang Yanwu terdapat banyak sesuatu yang bisa dimakan, namun demi menjaga cincin tersebut aku tidak berani mengusulkan nya kepada Willy sekarang.


Terlintas dalam pikiranku bahwa tas ransel yang dibawa oleh Yin ini mungkin berisi jajanan dan cemilan. Memahami kebiasaan anak kecil selalu menyimpan makanan ringan dalam tasnya.


"Yin, kamu membawa makanan ringan nggak di dalam tasmu?" tanyaku kepada Yin yang sedang duduk manis berusaha untuk tetap tenang.


"Makanan ringan... aku tidak membawanya."


"Eh, dia langsung bilang ngga ada?"


"Didalam tasku ini berisi kebutuhan sehari-hari ku kak, tujuan aku membawanya agar aku lebih segar setiap hari."


Perkataannya ini cukup dewasa pada usianya namun aku tidak percaya jika dia berumur 14 tahun. Tebakanku sebelumnya mungkin salah total, karena aku melihat gantungan tasnya yang terdapat tulisan pada kertas bertuliskan data tentang Yin beserta umurnya.

__ADS_1


Yang ternyata dia ini berumur 12 tahun bukan 14 tahun yang dia katakan waktu itu.


Tak lama Hiyou kembali bersama dengan rekan-rekannya yang lain Kwen, pria beraura dingin, dan pria berotot besar.


Keempatnya memiliki ekspresi wajah yang tidak ada ubahnya sama sekali, bahkan Kwen yang setahuku memiliki ekspresi ramah dan senyum manis diawal saat bertemu denganku. Dia masih mempertahankannya dengan sempurna.


"Sudah lama kita tidak kedatangan tamu lagi dirumah ini, kecuali rekan kami beberapa waktu yang lalu. Dan kalian ini masuk kedalam list tamu baru ke 12 jadi aku akan bertanya, langsung saja, tujuan kalian kemari demi mengajak kami untuk bergabung dalam melawan orang-orang kerajaan bukan? Apa itu saja?" tanya Hiyou.


Dia mengubah pandangan kami kepadanya agar tidak sungkan lagi untuk bertanya kepadanya, dia bahkan membuang wajah mengamatinya yang terlihat tidak ramah sebelumnya.


Melihat Willy yang acuh mengharuskan aku yang menjawab pertanyaan Kwen barusan. Tak lupa pula meminta bantuannya untuk memberi makanan kepada Yin.


"Mencegah perang serta menciptakan perdamaian dunia," jawabku singkat.


"Kalau boleh aku minta kalian bawakan makanan untuk anak kecil ini dulu, dia belum makan sejak pagi!"


Pria berotot lalu langsung saja mundur kebelakang, sepertinya dia hendak mengambilkan makanan.


"Yah, itu masuk akal. Tapi apa kalian pernah memikirkan lebih matang bahwa perang tidak akan terjadi hanya karena masalah kecil."


"Bisakah kamu jelaskan maksud dari masalah kecil itu, aku rasa tidak sepele seperti yang kamu katakan?" tanyaku mencari penjelasan darinya.


"Kamu tidak tahu raja sangat tunduk kepada manusia tidak berkemampuan lantaran mereka memiliki senjata paling ampuh dalam menyebabkan kematian masal dari teknologi yang berkembang pesat?"


Bukan penjelasan pasti yang aku dapatkan darinya, tapi Kwen malah balik bertanya kepadaku. Hanya pada informasi baru mengenai senjata paling ampuh yang menurutku penting.


Serta yang membuatku terkejut sekali jika memang benar senjata tersebut dapat menyebabkan kematian masal, yang menurutku senjata tersebut sama berbahayanya dengan kemampuan milikku.


"Sepertinya kamu belum mengetahuinya, tidak apa-apa, karena informasi itu masih segar dan belum lama tersebar. Jadi manusia tidak berkemampuan meluncurkan pesawat antariksa beberapa hari yang lalu guna menciptakan satelit buatan di dunia ini!"


"Tujuan aslinya bahkan bocor dan menyebar pada wilayah-wilayah tertentu yang mengetahui kabar buruk bagi manusia berkemampuan, karena manusia tidak berkemampuan mengancam akan mengurangi populasi manusia berkemampuan secara signifikan jika tidak menuruti perkataan dan perintah dari mereka!"

__ADS_1


"Lalu raja yang mencari ku, apa ada hubungannya dengan perang melawan balik manusia tidak berkemampuan?" tanyaku lagi.


"Begitulah, menggunakan dirimu sebagai perlawanan balik. Di dalam sepucuk surat tadi aku sudah membacanya keseluruhan, didalamnya terdapat pula rencana yang dituangkan oleh Ryu demi melawan orang-orang kerajaan nantinya."


"Bukannya luncuran pesawat antariksa tersebut bisa saja gertakan mengenai senjata berbahaya itu?" ucap Willy ikut bergabung dalam obrolan.


"Memang ada kemungkinan seperti itu, tapi bagi orang yang tidak mengetahuinya..."


"Karena tujuan tersebut bocor manusia tidak berkemampuan mencegah hal buruk yang bisa saja terjadi, mereka langsung menunjukkan bukti nyata untuk menenangkan masa yang melawan, yah, dengan pengujian tentunya!"


Banyak sekali informasi yang tidak aku ketahui selama ini berhubungan dengan manusia tidak berkemampuan.


Entah seberapa banyak informasi yang tidak aku ketahui, pembicaraan tadi pun seakan menampar keras diriku.


Untuk peluncuran pesawat antariksa aku mengetahuinya di hari pertama pengulangan waktu ini hanya saja aku belum memastikan lebih jelas lagi.


Aku terlalu sibuk pada rencana mengalahkan maupun melawan orang-orang kerajaan dan buta pada situasi yang mencakup peperangan disisi lain.


"Untuk sekarang ini rencana terbaik adalah kami akan membantu dirimu lari dari orang-orang kerajaan agar tidak tertangkap. Dan menghindari terjadinya perang lebih cepat dari yang semestinya," ucap Hiyou.


Mungkin maksud dari Hiyou mengatakan jika perang tidak dapat dihindari dan memang akan terjadi, entah dalam waktu dekat maupun sangat lama.


"Untuk informasi pengujian senjata yang dimiliki manusia tidak berkemampuan biar Kwen yang jelaskan!" ucap Hiyou menunjuk Kwen.


Kami semua ini berada pada ruangan perpustakaan dengan cahaya dari lilin yang lumayan terang. Duduk berhadapan pada meja panjang untuk berdiskusi.


"Selamat sore, kini giliran diriku yang menjelaskan. Informasi ini aku dapatkan melalui hewan-hewan yang telah aku jinakkan guna mencari informasi, yang kebetulan sekali pengujian tersebut terjadi di sebuah kota miskin!"


"Kurang lebih terdapat 145 penduduk disana, kota mati yang sama halnya dengan kota yang kita tempati ini. Pengujian tersebut terjadi pada siang hari, dan benar saja terbukti bahwa senjata yang mereka miliki dapat menyebabkan kematian masal, karena semua penduduk kota tersebut terbunuh secara misterius dan lenyap bagaikan ingatan masa lalunya teringat kembali."


Sungguh senjata yang sangat berbahaya jika digunakan oleh orang-orang jahat dan memiliki dendam pada ras manusia berkemampuan maupun dia memiliki skenario jahat.

__ADS_1


Meski aku shock saat mendengar penjelasan mengenai senjata yang dimiliki oleh ras manusia tidak berkemampuan sekarang, lebih mengerikan lagi orang yang telah menciptakan senjata itu.


Karena si pencipta senjata berbahaya tersebut meniru dan mengaplikasikan sama halnya sesuai dengan kemampuan yang aku miliki.


__ADS_2