
Kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi pihak yang kini sedang dirugikan, tentu saja diriku masuk kedalam pihak dirugikan tersebut.
Tapi menilik kualitas dan orang kepercayaan itulah yang membuatku agak tenang, karena sekarang ini Yanwu berada di pihak yang dirugikan.
Mengingat dia adalah ras dewa dengan segala kemampuan yang dimilikinya pasti ada cara untuk keluar dari kondisi terdesak seperti ini.
"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, atau genjatan senjata?" ucap Kino melenggang maju kedepan.
"Cih, memangnya kami mau meladeni permainan kalian. Keputusan raja sudah bulat jika kalian semua akan kami bunuh, meskipun ada orang yang dicari cari raja sebelumnya!" jawab salah seorang dari pihak musuh.
Jika memang benar apa yang dikatakannya maka tidak ada jalan keluar melalui jalur negosiasi dan sebagainya, keluar dari kondisi ini sama saja dengan pertarungan sengit melawan mereka yang melebihi jumlah timku sekarang.
"Dengar, ini aku Yanwu yang sedang berbicara dengan kalian lewat telepati. Sekarang ini kondisi kita terdesak jadi apa boleh buat kita harus melawan mereka secara langsung, meskipun hal itu yang diinginkan oleh mereka."
"Jumlah kita memang kalah telak, tapi kerja sama bisa kita lakukan demi meraih kemenangan. Langsung saja aku jelaskan strateginya!"
"Nie dan Yin, bertugas untuk mengurangi jumlah mereka dengan kemampuan ilusi. Dan aku berpesan kepada salah satu dari kalian harus ada yang melindungi Yin maupun Nie apapun kondisinya!"
"Sementara yang lain melakukan perlawanan terhadap musuh, kalian bisa saja langsung menyerangnya tapi ingat, harus tetap waspada dan berhati-hati dan jangan gegabah."
"Sebagai pengaman, aku akan memberikan kalian perlindungan dari berbagai serangan senjata, ilusi, dan kemampuan jarak jauh. Namun hanya berlangsung selama 5 menit saja, dan setelah durasi itu selesai hanya menjadi pelindung biasa. jadi gunakan waktu sebaik mungkin!"
"Satu lagi, jika ada yang ragu ragu apakah mereka pantas untuk dibunuh. Jawabannya adalah bunuh saja mereka semua, karena jiwa mereka sudah penuh akan dosa dan kejahatan. Kalian pasti bingung pada awalnya, dan aku tegaskan sekali lagi mereka adalah para pembunuh kejam yang mengakhiri hidupnya sendiri hingga sampai di dunia ini!"
Inilah alasan aku menyebut Yanwu sebagai orang yang misterius, karena dia benar benar kuat sekali dalam menyampaikan sesuatu. Bahkan informasinya tersebut seakan akan memang terbukti kebenarannya. Dan aku susah sekali dalam menepis nya hanya untuk berpendapat.
Disela sela Yanwu menjelaskan strategi tadi kepada yang lain maupun diriku, bersamaan dengan itu Kino terus berkata kepada pihak musuh.
Dia dari awal memang sudah terpikirkan untuk mengulur waktu demi menunggu siapapun dari rekannya untuk memutuskan dengan pasti langkah selanjutnya.
"Kau ini terus mengoceh mengenai kesepakatan dan sebagainya, percuma saja. Kau hanya menunda kematian mu saja bukan?" pihak musuh langsung mengungkap maksud Kino yang terus berkata dan berharap kepada mereka, sayangnya maksud tersebut belum tentu benar sepenuhnya.
__ADS_1
Lalu beberapa dari pihak musuh secara acak tumbang seketika tanpa mereka sadari apa yang sebenarnya terjadi.
Di lihat dari ekspresi terkejut itu dari wajah mereka yang menurutku tidak mengerti kemampuan seluruh lawannya.
Jadi aku berspekulasi jika mereka hanya diperintahkan untuk membunuh orang yang ditunjuk oleh raja saja, dan tidak mengetahui akan kemampuan target. Yang kemungkinannya raja tidak menjelaskan secara detail maupun tidak sama sekali pada prajuritnya.
"Tsk, main kotor ternyata."
"Semuanya... serang!!!"
Beberapa prajurit raja yang ada disini langsung serentak berlari menuju kemari, sementara sebagian dari mereka aku tebak sebagai penyerang jarak jauh maupun pengguna kemampuan ilusi.
Sekarang ini dua relawan maupun Kino melindungi Yin dan Nie, ketiganya berada didekat mereka berdua yang sedang menggunakan kemampuan ilusi.
Sementara diriku langsung menyerang pihak musuh dengan pedang berlian yang ku buat.
Lima orang sekaligus menyerang diriku dari segala arah, entah itu serangan jarak dekat maupun serangan jarak jauh. Dan karena diriku terlindungi selama 5 menit oleh pelindung khusus yang melindungi dari segala macam serangan maka ku tunjukkan peningkatan kemampuan baruku.
Tak lama kemudian, beberapa dari pihak musuh tidak dapat bergerak sedikitpun setelah beberapa saat menyadari akan serbuk sari kecil menghujani mereka.
Hanya berefek pada pihak lawan yang memang tidak memiliki perlindungan dari kemampuan milikku.
Di satu sisi, rekan rekanku yang lain berjuang keras dalam mengalahkan pihak musuh dengan kemampuannya yang aneh dan bermacam macam tersebut.
Setelah lima menit berlalu pihak musuh yang sebagian besar berjumlah 50 orang lebih dari penyampaian Yanwu kepadaku, kini hanya tersisa 7 orang dari mereka saat ini.
Entah semua ini hanya simulasi atau rencana tersembunyi dari pihak musuh, aku merasa lawan lawan sebelumnya nampak begitu mudah untuk diatasi.
Bahkan tempat yang terdapat puing bangunan dan rumah para penduduk yang berhamburan, kini dipadati oleh tumpukan mayat prajurit yang berserakan.
Darah segar pun ikut mewarnai keadaan kacau saat ini. Aku pun tidak menyangka kejadian lautan darah akan terjadi untuk yang kedua kalinya, diwaktu dan tempat yang berbeda.
__ADS_1
Dan meskipun mudah untuk dihadapi aku lihat rekanku yang lain menggunakan kemampuannya secara berlebih.
"Puas membunuh orang orang yang tidak bersalah?" ucap salah seorang dari pihak musuh yang kini berjumlah 7 orang. Dia aku lihat menyeringai setelah berkata.
"Orang orang yang tidak bersalah..."
Willy yang berada paling depan menyahut perkataan pihak musuh barusan, yang menurutku dia sendiri kebingungan dari maksud perkataan "orang yang tidak bersalah" jujur aku sendiri pun sedang memahami maksudnya.
"Heh... aku rasa setelah kalian aku beritahu maka hidup kalian tidak akan lama lagi. Jadi aku tidak akan menjelaskannya... agar kalian mati dalam keadaan ketidaktahuan..."
"Orang itu memiliki pribadi yang psikopat ternyata. Lalu apa maksud perkataannya barusan, aku masih tidak mengerti?"
Di langit terlihat benda yang amat besar, secara perlahan lahan keluar dari awan dan terlihat wujudnya. Dugaanku semacam pesawat terbang berukuran besar berbentuk kubus.
Lalu benda terbang tersebut menembakkan cahaya putih seperti laser ke arah yang benar benar mengejutkan diriku.
"Apa apaan ini!?"
"Terimalah nasib kalian orang orang bodoh!"
Dam!!!
"Ini dimana!?"
Aku terbangun disebuah kamar tidur dengan ukuran kamar yang tidak terlalu besar. Dekorasinya pun seperti aku berada di abad pertengahan.
"Bukannya... aku berada di medan pertempuran, tapi... kenapa aku bisa ada dikamar ini. Dan kepalaku rasanya sangat pusing."
"Kamu sudah bangun Anita!"
"Ryu, kamu..."
__ADS_1
"Kamu pasti kebingungan saat ini, tapi aku harap kamu dengar baik baik penjelasan yang akan aku terangkan!"
"Ya..."