Last Life

Last Life
Perasaan Menyenangkan Kedua Anita


__ADS_3

Perasaan yang sama saat menunggangi serigala ini yaitu perasaan dejavu yang pernah aku alami sebelumnya.


Setelah aku ingat-ingat ternyata memang benar di dunia ini aku pernah menunggangi hewan buas bahkan yang biasanya dijadikan koleksi dan sebagainya.


Dalam ingatanku aku pernah menunggangi singa berukuran besar, burung berukuran besar, dan serigala di waktu ini. Bedanya kali tidak menggunakan kemampuan Kwen.


Serigala ini adalah hewan summon yang dipanggil oleh Willy, namun dia bukan pemilik asli hewan summon tersebut.


Pergerakan serigala ini luwes, tidak terlalu cepat dan lambat. Cocok saat ditunggangi seperti yang aku lakukan sekarang ini, karena kebetulan memang cocok sebagai alternatif kendaraan lain agar cepat sampai pada tempat tujuan.


"Anita, kamu mau lihat kekuatan yang dimiliki oleh Ghost? Dia ini bisa menembus benda padat bahkan makhluk hidup, layaknya hantu."


"Eh, serius? Tapi aku tidak mau melihatnya sekarang."


"Justru kalau kamu melihatnya sekarang kamu tidak akan terlewatkan keuntungan yang bisa kamu rasakan secara nyata, saat ini juga!"


"Keuntungan?" ucapku kebingungan pada perkataan Willy. Sebenarnya keuntungan seperti apa yang dia maksudkan.


"Ghost! Lakukan kemampuan menembusmu layaknya hantu seperti sebutan mu!


"Tunggu Willy. Kamu bilang dia dapat menembus benda padat dan makhluk hidup, memangnya berlaku juga bagiku... huaa..."


Barusan, aku beserta serigala yang aku tunggangi ini menembus pohon besar dengan mudahnya seperti hantu.


Sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan ketika menembus pohon tadi, karena efeknya menjalar ke seluruh tubuhku berupa rasa gembira dan kebahagiaan sesaat.


Saat menembus benda padat aku lihat tubuh serigala ini menjadi putih transparan, tapi tidak terlihat pula organ dalamnya.


Aku pun demikian, ketika melihat ke arah tanganku dengan seksama ternyata tanganku juga menjadi transparan berwarna putih pucat layaknya hantu yang pernah aku tonton di bioskop.


Perjalanan menuju kediaman empat orang itu lumayan jauh ketika aku perkirakan menggunakan kompas sederhana yang aku buat dengan sesuatu dari alam.


Bermodalkan ingatanku pada tempat-tempat yang pernah aku lewati di waktu sebelum mengulang waktu, aku dapat dengan mudahnya menjadi penunjuk arah pada serigala-serigala ini dan juga Willy.


Wosh... wosh... wosh... wosh...


"Kyaa, luar biasa sekali..."

__ADS_1


Tidak ingin melewatkan hal menyenangkan ini, aku sebelumnya menyuruh ghost untuk melewati gedung terbengkalai, sementara Willy melewati jalur lain dan aku akan bertemu dengannya di titik yang telah aku tentukan sebelumnya.


Memasuki ruangan demi ruangan pada bangunan rumah besar ini aku sangat bersemangat sekali, walaupun sesekali aku berteriak pada saat berdekatan dengan dinding untuk menembusnya.


Adrenalin dalam diriku yang sudah lama aku pendam kini terpacu kembali akibat perasaan bebas meningkat setiap detiknya.


Ruginya, kenapa tidak sebelum-sebelumnya Willy keluarkan hewan summon nya ini?


Diwaktu alternatif pun aku tidak sempat merasakannya, yah, mungkin saja dia waktu alternatif Willy dalam keadaan berbeda kondisi.


Bisa saja dia diwaktu alternatif tidak mempunyai hewan summon atau mungkin saja belum memilikinya.


Pokoknya menunggangi serigala ini sambil menembus bangunan-bangunan di dunia ini sangat mengasyikkan. Seperti merasakan adrenalin yang terpacu pada saat menaiki wahana di taman Hiburan.


Hingga akhirnya aku kembali bergabung dengan mereka lagi melanjutkan tugasku sebagai penunjuk arah dan jalan tempat menuju tujuan.


"Boleh tidak... aku coba kekuatan temanku ini? ucap Yin dengan wajahnya yang berseri-seri. Sepertinya dia penasaran sekali ingin mengetahui kekuatan apa yang dimiliki oleh serigala yang ditungganginya.


"Jangan! Nanti kamu dapat membakar hutan ini yang indah ini. lagipula siapa yang kamu panggil teman? Dengarnya, dia itu milikku!" sahut Willy memperingati Yin untuk tidak mencoba kekuatan yang dimiliki serigala bernama Blaze.


Seperti biasa kata-kata yang diucapkan oleh Willy kepada Yin selalu terdengar tidak mengenakan bagi diri Yin sendiri, tentunya jika dia anak kecil sungguhan pasti merasa takut dan tidak ingin dekat lagi dengan Willy.


Saat ini pun aku lihat reaksi Yin membalas perkataan Willy tadi dengan senyuman layaknya majikan menyukai tuannya.


"Heh. Tatapan mu sangat aneh, mencerminkan dirimu sendiri!" cibir Willy atas ekspresi Yin yang dia tunjukkan kepadanya, sementara aku hanya bisa menjadi penonton bayaran. Menunggu drama muncul dan aku bertindak sesuai arahan.


Tak lama akhirnya kamipun sampai di tempat tujuan, lebih tepatnya kediaman lain dari empat orang itu.


Aku yang pertama kali turun lalu melangkahkan kaki menuju pintu kayu rumah kediaman mereka.


Terdengar juga Willy yang ikut turun yang pastinya berada dibelakang ku sekarang.


Tok! tok! tok!


"Permisi, apa ada orang didalam?" ucapku sembari mengetuk pintu.


Namun dalam hitungan detik sampai menit tidak ada respon sama sekali dari si empunya.

__ADS_1


Tap!


"Anita, menunduk!!"


Swosh...


"Huh? Ada apa? Kenapa kamu mengayunkan sabitmu dan menyuruhku untuk menunduk?" tanyaku penasaran.


"Aku merasakan ada keberadaan seseorang yang tak kasat mata didekat mu! Aku juga melihat rumput seperti terinjak oleh sesuatu."


Penjelasan Willy barusan tidak membuatku terkejut malahan aku senang karena dengan itu menandakan jika si empunya rumah sedang ada di kediamannya.


"Kalau tidak salah kemampuan menghilangkan sesuatu objek maupun dirinya sendiri adalah kemampuan milik Hiyou."


"Hai kakak yang ada disana!" ucap Yin seraya melambaikan tangannya pada seseorang yang tidak nampak wujudnya.


Bisa aku simpulkan jika Yin dapat melihat wujud Hiyou meski dia dalam mode penghilang keberadaan, yang kemampuannya sangat mirip dengan Yanwu.


"Lebih baik kamu tunjukkan dirimu, jangan bersembunyi hingga tak kasat mata layaknya seorang pecundang!" ucap Willy mencibir orang tak kasat mata yang disebutkannya. Pandangannya kini tertuju pada tudingan jari telunjuk Yin.


Pada akhirnya Hiyou menampakkan dirinya dan terlihat ekspresi mengamati yang sangat kental dengan dirinya.


Gerakan tangannya pada saat membetulkan kacamata nya itu sangat elegan dan nostalgia sekali buatku saat melihatnya kembali.


"Ada perlu apa kalian kemari? Jika ada niatan buruk niscaya kalian akan kecewa nantinya."


"Sepertinya bakalan susah berurusan dengan Hiyou hanya untuk melewatinya tanpa surat yang aku bawa, aku merasa mengajaknya bekerjasama tidak semudah yang aku kira."


Saat Willy hampir tersulit emosi aku langsung saja menjelaskan kedatanganku dengan Willy kemari agar tidak terjadi hal tidak diinginkan terjadi.


"Ini, sebuah surat dari seseorang yang mungkin kamu kenal. Kami ini bermaksud mengajak dirimu dan rekanmu yang lain untuk bekerjasama melawan kerajaan!"


"Orang yang mungkin aku kenal dan ajakan bekerjasama melawan kerajaan, hmm? Sepertinya menarik. Biar aku baca surat ini dulu."


"Iya, silahkan."


Selesai membaca sepucuk surat ditulis oleh tulisan tangan Ryu akhirnya Hiyou membolehkan kami untuk masuk kedalam kediamannya, kecuali tiga serigala yang menjadi tumpangan kami selama menuju kemari.

__ADS_1


Untuk itu aku tidak keberatan begitupun dengan Willy yang langsung membalikkan badan untuk mengurus hewan summon nya.


__ADS_2