Last Life

Last Life
Penemu Dengan Pikiran Masa Depan


__ADS_3

Usai sarapan pagi aku membaca sebuah buku di perpustakaan. Sebuah buku sengaja aku pilih untuk menambah pengetahuan guna menambah wawasan pada tempat petualangan selanjutnya.


Tentu saja aku mengetahui buku itu dari rekomendasi Sekai kepadaku semalam, dia juga memberiku kode dari rak buku itu. Lengkap dengan denah dan lainnya.


Sepertinya Sekai memang ingin diriku mengetahui lebih banyak informasi tentang wilayah itu.


Melihat daftar isi ternyata buku ini berisi informasi tentang wilayah unik dengan sebutan berbagai musim. Daftar isi pun aku teliti hanya fokus membahas tentang satu hal, meskipun judul setiap bab nya berbeda-beda.


Dari negara berperadaban maju untuk sampai di wilayah itu Yanwu bilang membutuhkan waktu lumayan lama. Meskipun perjalanan ini sudah dipercepat dibandingkan dengan kecepatan sebelumnya.


Tapi telah dipastikan akan sampai dua hari kedepan.


Di buku ini aku menemukan peta dari coretan tangan ada note mengatakan bahwa wilayah itu sebenarnya tidaklah terlalu luas seperti bayanganku di awal.


Sementara penjelasan mengenai tempat itu dari banyaknya orang yang menggambarkannya menganggap sangat luas. Apapun penjelasan deduksi menurut pandangan buku ini.


Di baris selanjutnya paragraf bab ini ditekankan alasan mereka menyebutnya begitu, yaitu pengaruh berbagai musim yang terjadi secara bersamaan di wilayah itu.


Sehingga seakan-akan terlihat luas bagi mereka yang pernah menginjakkan kaki di disana.


Berlanjut ke bab selanjutnya "harus diperhatikan" berisi informasi yang perlu aku ketahui ketika berada di wilayah itu.


Hingga satu jam lamanya aku sudah membaca keseluruhan buku ini dan aku sudahi sembari beranjak untuk pergi.


Di sebuah ruangan khusus mirip seperti laboratorium Sekai mengajak diriku untuk melihat-lihat hasil penemuannya.


Dia langsung saja mengajakku ke suatu tempat setelah aku keluar dari perpustakaan.


"Ini adalah berbagai penemuan dari sains dan juga kemampuan sihir, telah aku sempurnakan beberapa kali hingga mencapai tahap akhir. Ya, untuk saat ini sih!" jelas Sekai sembari menunjukkan berbagai penemuannya kepadaku.


Ada yang tersimpan di dalam ruang kaca, tergantung layaknya aksesoris, dan berada di wadah khusus.


Aku sendiri tidak menyangka bahwa putri duyung sepertinya penggila sains dan penemuan-penemuan luar biasa.


Apalagi dipadukan dengan sihir pasti lebih luar biasa lagi dan menjadi topik menarik untuk dijelaskan, saat ini aku menunggu momen itu.


"Kamu belajar sains dari buku-buku yang kamu baca ya Sekai?" tanyaku.


"Benar, aku ini sudah menyukai sains sejak kecil!" jawab Sekai terlihat mengulas senyuman.


"Hmm, aku jadi penasaran saat kamu kecil seperti apa?"

__ADS_1


"Itu... aku berbeda dengan yang sekarang, sebenarnya aku tidak mengetahui keluargaku dimana. Kesendirian mungkin saja adalah teman saat aku masih belum mengerti apa-apa..."


Ekspresi Sekai berubah menjadi murung begitu menceritakan lagi cerita tentang dirinya saat kecil.


Dia memang tidak tahu apa-apa tentang keluarganya hanya mengetahui dirinya adalah dirinya sendiri, itulah yang dia katakan saat bercerita kepadaku.


"Maaf pertanyaanku terlalu..."


"Tidak apa-apa, aku lanjutkan saja agar kamu tidak penasaran."


"Kok dia tahu ya aku ini orangnya penasaran?"


"Umur sembilan tahun aku sudah keluar dari tempat asalku di lautan dalam dan mengembara keluar mencari sesuatu yang ingin aku pelajari lagi. Karena aku bosan berada di sana selalu. Hingga bertahun-tahun lamanya aku berada di daratan sembari mengatasi efek samping jati diriku, pengetahuan tentang dunia ini aku mengetahuinya seiring waktu dan terus bertambah, berkembang. Sampai aku memiliki mimpi menjadi penemu hebat!"


Aku kemudian membalasnya dengan senyuman dan ucapan yang membuatnya bahagia, sebuah sanjungan dan kata-kata semangat agar dirinya terus berkembang.


Sekai lalu menunjukkan cara kerja temuannya, pertama sebuah jaket anti peluru yang mampu menahan banyak peluru sekaligus, karena terdapat sihir didalamnya.


"Tembakan mesin saja tidak ada apa-apanya..."


"Haa... sekuat itu kah, apa aman dan melindungi seluruh tubuh?" tanyaku


"Ya... untuk itu lain sih, aku belum menciptakan set lengkapnya. Masih dalam proses pengerjaan!"


Ukurannya seperti rubik pada umumnya dan bisa menjadi robot pengintai otomatis.


"Jadi ini..."


Aku terkejut, lantaran ada layar hologram bisa membaca sentuhan layaknya ponsel pintar didepan Sekai. Mampu mengendalikan juga robot itu dan mendapati video maupun pemberitahuan penting.


"Selain fungsi-fungsi tadi, masih banyak lagi sebenarnya. Cuma kepanjangan jika aku menjelaskannya, tapi tenang saja, aku memiliki buku panduan!" ujar Sekai sembari menyodorkan sebuah buku panduan mengenai robot ciptaannya.


Hingga beberapa menit telah kami habiskan berada di laboratorium.


Aku berjalan sendirian lagi menelusuri tempat-tempat di kastil ini bersama kucing peliharaan Sekai, karena kebetulan aku berpapasan dengannya.


Melihat denah tempat ini sembari menentukan tujuan.


Ruangan kemampuan ilusi tipe game telah membuatku tertarik untuk pergi kesana, tertulis sebuah ruangan pelatihan menggunakan VR saat menggunakannya.


Terlintas di pikiranku jika Sekai sudah setara dengan para penemu di tahun asalku.

__ADS_1


Sampai di depan pintu aku langsung saja masuk sementara kucing itu pergi bagaikan pengantar diriku saja menuju kesini.


Ruangan ini sangat luas dan ada ruangan kecil bertuliskan persiapan.


Tanpa berpikir lagi aku langsung saja mendekati ruangan itu.


Sebuah layar hologram menyuruhku untuk memakai atribut terlebih dahulu seperti VR, pengaman diri, dan pilihan petualangan.


Click.


Aku memilih Action tanpa ragu karena aku ingin melampiaskan emosi-emosi negatif dalam diriku.


Lalu pengaturan tempat ternyata bisa di setting sesuai selera. Dan aku memilih menjadi prajurit dalam perang besar dunia kedua.


Beberapa saat setelah game ilusi di aktifkan.


Aku berada di sebuah hutan dengan suara bising persenjataan berat maupun ringan terdengar dari jauh.


Saat aku cek diriku berwujud seperti laki-laki dengan pakaian kamuflase dengan dilengkapi oleh senjata seperti pistol, senapan, dan granat.


Berlari dengan hati-hati lalu ikut bertempur di medan perang.


Dor!


Dor!


Dor!


Beberapa kali aku game over lantaran tertembak entah disadari maupun tidak disadari.


"Astaga... latar ilusi ini sangat sulit ya, pihak musuh susah aku hadapi!"


Sehingga aku berganti settingan lagi dan lagi.


Puas bermain aku nikmati waktu senggang ini untuk memasak di dapur, Sekai bilang ada ruangan selayaknya kebun disebelahnya.


Dan ada banyak jenis sayuran disana bebas di ambil kapanpun yang kamu mau, seperti itulah perkataan Sekai.


Dia tidak menemani aku sekarang ini karena sibuk dengan pengerjaan temuan tertentu. Cuma, terakhir dia bilang ingin makan masakan buatanku.


Dan sekalian saja aku buatkan untuk semua orang.

__ADS_1


Di kebun lebih tepatnya sebuah ruangan dalam ruangan kastil ini aku sibuk memilih sayuran.


Belum aku pikirkan menu apa yang akan ku buat tapi bahan-bahan umum akan aku siapkan terlebih dahulu.


__ADS_2