Last Life

Last Life
Membujuknya Tidaklah Mudah Perlu Suatu Cara


__ADS_3

Pada akhirnya Yanwu menyadari keberadaan kami berdua hanya saja dia cuma melirikku sekilas lalu fokus pada kegabutan nya, memperhatikan burung berwarna warni yang bertengger di satu jarinya.


Dia seakan masa bodoh terhadap kedatangan kami berdua, tapi memang begitulah sifatnya. Selain mengabaikan hal yang tidak penting buatnya ia juga sangat dingin jika waktunya.


"Maaf menganggu waktu mu, kami ingin membicarakan sesuatu denganmu. Turunlah, kita bicarakan bersama!" ucap Sekai menjelaskan maksud dari kedatangannya ini.


Mungkin kami berdua memang tidak menarik perhatiannya sehingga Yanwu tetap sibuk dan tidak membalas perkataan Sekai barusan, yang bagiku sudah jelas maksudnya.


Sekai terlihat masih sabar menunggu orang yang sedang berada di atasnya tidak menyahut sama sekali.


"Yanwu!" ucapku dengan sengaja memanggilnya, karena harusnya namanya tidak terlalu banyak diketahui oleh orang lain.


Membuatnya merasa terusik dilihat dari tatapannya yang menyorot padaku kemudian dia turun dan memperhatikan kami berdua.


"Darimana kamu mengetahui namaku, serta wajahmu sangat tidak asing bagiku?" tanya Yanwu nampak serius pada ucapannya serta terlihat raut menelisik di wajahnya.


Itu artinya dia merasa tergganggu yang pastinya akan berusaha untuk mencari tahu tentang diriku yang mengetahui namanya di waktu ini.


"Aku memang mengenalmu sebelumnya!" sahutku menatap wajah lekat.


"Oh, jadi hanya orang yang mirip dengannya. Katakan, apa tujuan kalian menemui diriku kemari?"


"Sebenarnya dalam rangka meninggalkan dunia ini, kami berencana mengumpulkan beberapa manusia ras dewa agar memenuhi syarat tujuan utama kami!" jelas Sekai langsung to the point sebelum diriku hendak menjelaskannya.


"Ck, apa kalian tahu dimana keberadaan para ras dewa di dunia ini, kalian pasti tahu jika menggunakan cara manual akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkan mereka, bahkan itu membuang-buang waktu. Dan pengetahuan yang paling umum, apa kalian mengetahui luas dunia ini yang berbeda sekali dengan bumi tempat asal kalian?"


"Ucapan Yanwu barusan... aku merasa seperti pertama kali mendengarnya, yaitu pada kalimat mengenai luas dunia ini. Yang maksudnya bumi berbeda dari bumi tempat asalku, memangnya... apa hubungannya?"


Aku melirik Sekai setelah Yanwu selesai berbicara dari raut wajahnya Sekai ternyata baru mengetahui pengetahuan umum yang dikatakan oleh Yanwu.


"Dari raut wajah kalian aku tahu, kalian minim informasi. Jadi untuk apa diriku bergabung dengan kalian, aku sarankan kalian cari orang lain saja!" ucap Yanwu seperti tidak memberi harapan bagi kami berdua untuk membujuknya lagi.

__ADS_1


Dan kenapa dia tidak tertarik padaku yang mirip dengan wanita yang dicarinya itu, ini seakan berbeda dengan pengulangan waktu kedua diriku.


Dimana Yanwu selalu tertarik padaku tanpa alasan khusus, beda dengan sekarang.


"Tunggu. Kamu seharusnya tahu dimana beberapa dari ras manusia dewa berada, kamu bahkan memiliki dunia dalam cincin ruang waktu!" ucapku tepaksa mengatakan Informasi sensitif tentang Yanwu, karena tidak ada cara lagi untuk membuatnya mau bergabung.


Wos...


Tiba-tiba saja Yanwu menghilang dan sudah berada dihadapan diriku membuatku sempat terkejut.


"Beberapa banyak yang kau ketahui tentang diriku?" ucapnya dengan nada mengintimidasi terdengar jelas olehku, karena mulutnya hanya beberapa sentimeter dari telingaku.


"Apa yang kamu lakukan begitu dekat dengannya!?" timpal Sekai dia ku lirik bersiap menyerang Yanwu jika saja dia melakukan sesuatu padaku. Bukannya Sekai tahu seberapa jauh ....


Lalu di situasi yang bisa saja hal buruk terjadi aku berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah maupun mengantisipasinya.


Langsung saja aku katakan kepada Yanwu jika aku memiliki banyak hal yang aku ketahui tentangnya. Membuatnya terlihat melongo untuk sesaat.


Perjanjian itu aku nyatakan agar Yanwu bergabung dengan kami berdua hingga menemukan dua ras manusia dewa lainya, lalu dengan percaya dirinya dan serius pada perkataanku, diriku berkata akan menjelaskan


alasan kenapa diriku bisa tahu banyak tentangnya.


"Aku janji, dan tidak akan mengingkarinya..." ucapku lagi untuk meyakinkan Yanwu. Dari sifatnya yang aku pahami di waktu sebelumnya, dia tidak mungkin memaksa seseorang yang lemah hanya karena dirinya bisa mendapatkan apa dia inginkan dengan mudah sekali jentikan jari.


Cuma masalahnya jika di waktu ini dia memiliki sifatnya bertolak belakang maka aku harus mencari cara lain untuk membuatnya bergabung.


Pilihan lainnya pun terpaksa kami berdua harus men-skip Yanwu dalam daftar dan mengisi kekosongan dirinya dengan salah satu ras manusia dewa lainnya.


"Oke. Aku setuju. Tapi jika apa yang kamu katakan tidak membuatku puas di waktu itu dan terasa seperti di buat-buat, maka... kamu harus menerima konsekuensi dariku!"


Tak ada pilihan lain selain mengiyakan usulannya yang termasuk juga dalam syarat dirinya bergabung.

__ADS_1


Untuk Sekai sendiri dirinya tidak berkata lagi, tapi dari pandangan matanya dia seperti mengawasi Yanwu tanpa berpaling sedikitpun.


Kami lalu kembali naik ke atas tempat yang melawan di udara itu terlihat sudah berada di atas awan saja.


Dan baru aku ketahui jika sebelumnya bukan burung yang melekat pada dataran itu yang seakan menerbangkan, melainkan paus berukuran jumbo.


Layaknya paus prasejarah tapi lebih besar lagi dibandingkan paus yang berada di dalam tempat itu sendiri.


Aku dibantu menuju ke tempat itu oleh Sekai kali ini lain daripada cara pendaratan sebelumnya, menuju ke atas aku seperti halnya menaiki lift transparan dari air.


Yang mampu membawaku menuju ke atas sembari melihat pemandangan di bawah.


Beda dengan Yanwu, dia menggunakan kemampuan peringan tubuh untuk menuju ke sana. Dia aku lihat lagi sudah menghilang tanpa meninggalkan bekas apapun.


Sudah berada di dalam tempat ini yang dikatakan kastil oleh Sekai sendiri dia kemudian menjelaskan sedikit tentang tempat ini kepada Yanwu.


Tak luput dari kamar tempat tidurnya dan hal umum lainnya.


•••


Untuk tujuan selanjutnya adalah negara jauh yang katanya memiliki teknologi mutakhir dan peradaban sangat maju, luar biasanya masih dalam wilayah ras manusia berkemampuan.


Membuatku yang mendengarnya dari Yanwu jadi penasaran mengenai negara itu dan menantikan diriku pertama kali menginjakkan kaki di sana.


Untuk urutan ras manusia dewa yang akan di jumpai di atur oleh Yanwu dan kami berdua mempercayainya.


Disaat ada waktu luang diriku berjalan sendirian menyusuri tempat ini tak ku sangka aku berpapasan dengan Yanwu, yang rupanya telah selesai melakukan aktivitasnya di dalam perpustakaan tempat ini.


Aku lihat dia membawa beberapa buku di kedua tangannya.


Yah. Dia lalu melewati diriku seakan aku ini adalah udara yang selalu berada didekatnya.

__ADS_1


Apa dia marah padaku atau benci denganku, aku tidak tahu. Yang terpenting untuk sekarang adalah dirinya yang mau bergabung, itu saja sudah cukup bagiku.


__ADS_2