Last Life

Last Life
Menuju Akhir Dari Tujuan


__ADS_3

Perkataan Yanwu barusan membuatku menghentikan perkataan untuk pengakuan dari jawaban perasaan Junjie sekarang.


Dia berkata jika ada misi yang harus diselesaikan yang pastinya merujuk pada cara "keluar dari dunia ini" lalu maksud ditinggalkan menurut aku adalah, kemauan tak disangka yang menjadi contoh buruk dari misi tersebut.


Skenarionya, aku jatuh cinta dengan seseorang lalu memutuskan untuk tak ikut lagi misi itu yang jelas-jelas akulah yang melatarbelakangi terbentuknya misi melawan hukum alam di dunia ini. Yaitu kembali ke dunia asal.


Dimana seseorang dari berbagai waktu dan masa di dunia tempat asalnya mati karena bunuh diri.


"Maaf Jun, aku menolak perasaan mu. Bukan karena aku sangat marah sehingga aku tidak bisa memaafkan dirimu... tapi aku bergabung dalam sebuah misi dengan bersama ras manusia dewa lainnya, untuk keluar dari dunia ini!"


"Ya, aku sudah tahu dari rekanmu yang tidak tahu diri itu. Dan karena dirimu menolak maka aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti dirimu, jujur, aku merasa akan sangat menyesal jika nantinya tidak melihatmu lagi!" sahut Junjie sembari mengungkap isi hati.


Dia serius mengatakan hal itu kepadaku membuatku luluh jika saja aku berada di dunia alternatif.


Karena ada kemungkinan dia pasti melamar diriku bukan hanya sekedar mengatakan perasaannya saja.


Hanya saja kenapa aku begitu sering didekati oleh lelaki, padahal di dunia alternatif aku tidaklah terlalu populer.


"Hmm, mungkin saja karena diriku langsung jauh-jauh dari mereka secara tegas, seperti memutuskan akarnya di awal agar tidak menjalar hahaha.."


Dengan ikutnya Junjie berarti ras manusia dewa yang terkumpul sekarang ini ada enam orang. Tinggal empat lagi menuju keberhasilan misi.


Pada akhirnya aku terang-terangan mengatakan memaafkan Junjie agar dia tidak berubah pikiran.


Sementara untuk para korban dari perbuatan Junjie ini harus diberitahu hanya saja tidak menyebutkan identitas pelaku sebenarnya.


Dan Yanwu sudah membantu menyelesaikannya.


Lalu aku ajak Junjie untuk berteman dengan Yanwu, meskipun mereka aku lihat seperti air dan minyak. Tatapan tajam saat bersalaman itu terasa menusuk padaku, padahal senyuman mereka berdua terlihat asli.


Serta penjelasan mengenai Yanwu yang selama ini hilang beberapa jam sampai tidak menemui ku maupun menanyai kabar kepadaku, karena dia mengaku sedang mempersatukan orang-orang penolak aksi kriminalitas di dataran langit.


Mereka terbentuk secara cepat dalam hitungan jam saja dan menjadi organisasi penangkap kejahatan.


Hal itu dilakukan agar tingkat kriminalitas berkurang drastis.


Di satu sisi memutus Junjie yang bertindak seenaknya tidak mematuhi hukum wilayah ini.


Bahkan lebih mengejutkannya lagi Yanwu langsung mendatangi pemimpin dataran langit untuk mendiskusikan hukuman yang pantas bagi para penjahat dalam beberapa kategori.


Yanwu menyebutkan penambahan hukuman dengan mengambil referensi dari hukum di alternatif, serta masa berlaku penahan dan sebagainya. Dan berakhir disetujui.

__ADS_1


Junjie juga mengatakan bahwa dirinya selama ini hanya hidup berpegang pada aksi kejahatan, yang mana dirinya harus membasminya sampai tuntas.


Tak tanggung-tanggung membunuh, melakukan hal buruk, hingga membuat orang jahat yang ditangkapnya menderita.


Hal itu semata-mata dilakukan sebagai wujud balas dendam atas kematian pembantunya, yang tewas dibunuh secara brutal oleh sekelompok penjahat.


Kenyataan pahit itu ternyata awal dari perbuatan Junjie selama ini.


•••


Kami lalu kembali ke kediaman Junjie untuk membantunya mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawanya. Sampai disana.


Aku pun duduk di depan rumah besar ini bersama Yanwu sembari menunggu Junjie, dia bilang tidak ingin dibantu.


"Apa kamu baik-baik saja selama aku tinggalkan?" tanya Yanwu saat aku asyik melihat kupu-kupu bersayap cantik hinggap pada sebuah bunga.


"Aku baik-baik saja."


"Kalau begitu kenapa orang itu berkata padaku jika dirimu terluka karena menyelamatkannya, dan dia menyalahkan hal itu padaku!"


"Sudah tahu aku mengalami kejadian buruk masih tanya, hmp."


Benar-benar hanya karena ucapannya itu aku sampai memikirkan kemana-mana.


"Oh ya, bagaimana dengan istrimu itu. Aku kan belum memberitahukan lokasinya padamu?" ucapku demi mengganti topik.


"Tidak apa-apa, jika sudah waktunya kamu pasti akan memberitahukannya kepadaku bukan. Aku akan menunggu."


Tak lama Junjie keluar dari kediamannya yang membuatku terkejut dia hanya membawa pedangnya saja. Lalu rumah besar, harta benda, dan semuanya mau dia apakan?


"Maaf aku membuatmu menunggu lama!" ucap Junjie dia menunjukkan senyumannya.


"Tidak apa-apa."


"Hei... aku berkata kepada Anita bukan kepadamu!"


Nyatanya Junjie menyerahkan semua harta bendanya kepada seseorang, dia adalah orang kepercayaan yang akan mengurus rumah dan harta kepemilikan Junjie.


Kamipun kembali menuju kastil membawa satu lagi ras manusia dewa.


•••

__ADS_1


Malamnya aku bersama dengan Junjie berkeliling di dalam kastil terbang ini, sebelumnya ada kabar jika Reina maupun Doro sedang dicari-cari keberadaannya.


Alasannya karena mereka berdua dinilai sebagai penyebab sebuah kota hancur berantakan.


Saat berdiskusi Yanwu berkata untuk tidak melibatkan Reina maupun Doro pada misi terlebih dahulu.


Di sebuah taman dalam kastil aku memetik banyak buah-buahan, niatnya aku akan membuat jus dan olahan lain esok hari.


Terlihat Junjie begitu antusias dalam membantuku.


Dan terkait masalah Yui sudah pada penghujung akhir, hanya tinggal pemulihan dirinya saja kata Sekai. Saat aku sempatkan untuk mendatangi tempat kerjanya.


"Anita, apa kamu memiliki kemampuan lain?" tanya Junjie di sela kesibukannya memetik buah.


"Menurut kamu kemampuan ku seperti apa?" aku bertanya balik padanya.


"Kemampuan yang merepotkan, karena dapat menghilangkan kemampuan seseorang saat berada di dekatmu!"


"Terus?" tanyaku lagi padahal aku sendiri bingung dengan kemampuan pemberian dari Yanwu. Dan aku Ingin aku cari tahu dari analisis Junjie.


"Ku hitung dalam waktu tiga puluh detik, kisaran kemampuan seseorang akan hilang sementara! Dan radiusnya juga lumayan menurutku, apalagi di tambah keahlian beladiri mu!"


"Jadi begitu, terimakasih."


"Untuk apa?"


"Se... semuanya."


Keesokan harinya kami berkumpul kembali di ruangan diskusi setelah sarapan.


Dan Yanwu seperti biasa memulainya.


Disini yang sudah dipastikan tidak mengikuti misi kali ini selain Reina dan Doro adalah Sekai, karena sedang sibuk.


"Sebuah tempat terlarang bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan, tempat yang dinamakan wilayah yang dipenuhi oleh pasir! Di wilayah itu ada sebuah kota, dan kota tersebut ditinggali oleh salah satu ras manusia dewa!"


"Hanya saja dia dijuluki sebagai iblis gurun karena hendak menguasai kota besar itu, selain mengajaknya untuk bergabung. Orang yang ikut dalam misi kali ini harus membuatnya berubah pikiran!" jelas Yanwu.


"Memangnya dia sekuat apa?" tanya Leonin.


"Selain parasnya yang cantik, dia juga memiliki sebuah ambisi. Sudah aku simpulkan semalam, ambisinya adalah.. mengendalikan kehidupan para warga setelah kota itu didapatkannya. Dan menjadi dalang dari ruang lingkup bermasyarakat itu!"

__ADS_1


__ADS_2