
Awal yang baik dan tenang berubah menjadi mimpi buruk serasa nyata, kini orang yang awalnya bersikap ramah menunjukkan sifat aslinya dihadapan kami.
Dalam keadaan ini aku hanya bisa diam dan memperhatikan dirinya lebih seksama jika saja orang ini bertindak lebih jauh, di samping itu aku merasa mual karena mengetahui makanan yang ada di depanku ini salah satunya terdapat daging manusia didalamnya.
Saat melihat potongan daging saja sudah membuat pikiranku liar pada daging yang memang terlihat mengiurkan tersebut.
"Langsung ke intinya, kami kemari ingin mengajakmu bekerjasama dalam kesepakatan saling menguntungkan!" tegas Kino.
"Hey... apa kamu serius mengajak orang gila sepertinya?" kata Willy asal bertanya, dia mungkin minoritas.
Terlihat wajah datar dari orang dibicarakan namun menyimpan kemarahan dalam diri orang ini, dilihat dari auranya saja berniat untuk melakukan hal jahat.
"Kamu jangan asal berbicara dia..."
Wosh.. wosh...wosh...wosh...wosh..
Tiba-tiba saja garpu dan pisau dengan cepat berada didepan mataku, bahkan bukan hanya aku saja. Anehnya seperti ada kekuatan yang menahannya..
"Sial! Rasakan ini!!"
Brak!!
Dengan penuh amarahnya Willy mengarahkan sabitnya yang tajam pada meja makan hingga terbelah menjadi dua bagian sampai ke ujung.
Agar tidak terkena sesuatu yang melesat dari meja aku pun langsung bergerak waspada, namun sepertinya aku terlindungi oleh semacam shield pada seluruh diriku.
Semua rekanku memilikinya, terkecuali Willy, dia yang tidak mempunyai nya sama sekali.
Memang aksi orang berkemampuan telekinesis ini sangat tidak bisa dimaafkan, karena hampir saja membunuh seseorang termasuk aku sendiri. Sehingga Willy yang memiliki sifat arogan pasti akan sangat marah saat dirinya terancam dalam keadaan mengancam nyawa, seperti tadi.
Swosh.. swosh..
Berusaha untuk menghindar dari serangan sabit yang Willy arahkan padanya, orang ini ternyata lumayan lihai saat menghindarinya.
"Berlindung di dekatku Anita! Biarkan aku yang menghentikan aksi mereka berdua!" ujar Yanwu padaku, tampaknya dia sangat serius saat mengatakannya.
__ADS_1
Kecepatan Yanwu begitu cepat saat hendak berusaha menghentikan pergerakan mereka berdua yang seakan-akan melayang-layang di udara dalam pertarungan.
Grep!
Dalam situasi tersebut pergerakan keduanya telah dihentikan oleh Yanwu, berada tepat ditengah-tengah. Terlihat dua bayangan seseorang berwajah pucat didepan mereka sedang memegang kedua tangan Willy dan orang itu.
"Apa itu kemampuan mengendalikan roh!?" ucap Kino terkejut saat melihatnya, tatapan matanya terus tertuju pada sosok itu yang menghentikan pertarungan mereka berdua.
Aku melihat Kino dengan ekspresi terkejut diwajahnya yang seakan tak percaya pada kemampuan mengendalikan roh, yang terlihat jelas didepan mata.
"Siapa kamu ini!? Kemampuan mengendalikan roh adalah kemampuan yang sangat langkah hanya segelintir orang yang bisa memilikinya, bahkan kau ini bisa memanggil roh paling berbahaya!" ucap orang berkemampuan telekinesis.
Sebetulnya aku juga sama bertanya-tanya dalam diriku, sejak dari awal hingga sekarang aku belum bisa memastikan identitas Yanwu itu yang sebenarnya, selain orang dari jaman dulu yang aku ketahui tersegel oleh seseorang berkemampuan Tao.
"Lalu siapa roh yang di panggil oleh Yanwu tersebut? Apa benar yang dikatakan oleh orang itu jika keduanya adalah sosok berbahaya?"
Berbeda dengan semua orang yang melihat roh tersebut, Willy tidak menunjukkan ekspresi terkejut sama sekali. Malahan aku lihat dia seperti sedang mencoba untuk lepas dari genggaman roh itu.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang pasti kamu bukan orang yang pantas," jawab Yanwu dengan nada ketus.
Pada suatu perkataan yang diucapkan oleh Yanwu, akhirnya dapat membuat orang berkemampuan telekinesis itu mau untuk diajak berkerjasama. Dia bahkan dengan patuh ingin menuruti segala perintah Yanwu yang semakin membuatku penasaran.
Di satu titik aku tidak bisa menjelaskan kepada diriku arti dari sifat patuh orang berkemampuan telekinesis itu.
Mungkin ada yang terlewat olehku serta belum aku fahami tentang diri Yanwu orang paling misterius yang aku kenal di dunia ini.
"Karena negosiasi dengan orang ini berhasil maka tujuan selanjutnya adalah berjumpa dengan kembaran pangeran. Yang kalau nggak salah aku bertemu dengannya saat hujan, waktu itu aku dibantu oleh Geisha saat terjebak dalam kemampuan elemen air milik pangeran"
Yanwu kemudian mendekat ke arahku dan membisikkan sesuatu tepat di telingaku.
"Tujuan kita kemana lagi sayang," ucapannya membuatku bereaksi hingga mendesah karenanya.
"Umm..."
Sontak membuat yang lain jadi mengarahkan pandangan matanya kearah ku. Sampai-sampai aku melihat wajah kesal Willy sekilas.
__ADS_1
Sembari melanjutkan langkah aku membalas perkataan Yanwu tadi "Apa kamu kurang kerjaan mengganggu ku begini, terus terang saja, tadi itu hampir saja membuat mereka jadi salah faham!" ucapku dengan suara kecil.
"Bukannya dari awal aku sudah bilang, setelah negoisasi berhasil kita lanjutkan... oh iya aku lupa nggak mengatakan."
"Itu yang aku rasakan saat ini, kebingungan. Bukannya kamu ini ratu dalam bayang-bayang ya..."
"Siapa yang kamu panggil ratu? Aku hanya memerintahkan kamu seorang dan... ini hanya karena kesepakatan kita berdua!" jelasku agak malu.
"Kamu barusan mengatakan "memerintahkan" bukan, artinya kamu ini benar-benar ratu. Tapi sebetulnya aku tidak masalah kamu menganggap aku hanya pion atau prajurit, aku sih terserah kamu saja."
"Hemm iya deh, aku salah. Maaf. Kamu udah jangan mengganggu aku terus, lagipula perkataan kamu tadi seperti seorang masokis week..." ucapku lalu kabur menjauh darinya.
"Benar-benar kamu ini, kita lihat saja nanti."
"Eh... apa yang dia katakan barusan? Humph aku tidak peduli."
Tak lama hujan pun turun setelah langit mendung sudah sangat gelapnya akan mengeluarkan air hujan.
Untuk menghindari air hujan tersebut seperti biasa Yanwu melindungi kami semua dengan kemampuan miliknya yang beragam itu, sehingga hujan ini tidak sampai membasahi kami sama sekali, bahkan bisa sambil menunggu pangeran. Itupun jika benar dia akan kemari karena diwaktu pengulangan waktu ini kemungkinannya kecil aku rasa.
Aku dan yang lain lalu duduk sambil menikmati cemilan yang aku bawa sembari menunggu pangeran.
"Anita, apa boleh aku duduk didekat mu!" ucap Willy yang meminta ijin terlebih dahulu kepadaku hanya untuk duduk didekat ku saja.
"Em, silahkan Willy..." jawabku dengan senyum simpul kepadanya, aku tidak ingin lagi menghilangkan sifat polos ku ini.
"Sebenarnya kita ini sedang menunggu seseorang untuk diajak bekerjasama lagi kan, tapi apakah orang-orang itu nantinya bisa berguna?"
"Aku nyakin dia maupun yang lain bisa membantu kita, lagipula itu saran dari Kino sahabat ku!"
"Huu... begini, ada yang mau aku omongin kepadamu. Kamu masih ingat kan pada saat aku menyelamatkanmu dan pria sok hebat itu dari orang jahat. Waktu itu aku juga membuat perjanjian denganmu."
"Aku lupa pernah melakukan perjanjian dengannya juga!?"
Dan aku baru mengingatnya lagi setelah sekian lama tidak mendengar hal tersebut.
__ADS_1