
"Hei kalian berdua! Berhentilah main-main seperti anak kecil, membuang waktu terlalu lama ditempat ini sangat tidak bermanfaat!" umpat Leonin kepada mereka berdua Reina dan kekasihnya.
Shut..
Bugh!
"Eh..!?"
Aku terkejut saat Reina sudah berada dihadapan Leonin dia sebelumnya melesat dan menghajarnya.
Sementara Leonin tidak bergeming sama sekali, meskipun wajahnya terpukul dengan sangat kerasnya.
Aku mengatakannya begitu karena bekas pada pipi kanannya, dengan kata lain aku disebelahnya agak jauh darinya. Dan melihat Reina yang sudah memukul Leonin hingga membekas.
"Ternyata orang sepertimu kuat juga, serangan biasa tadi harusnya dapat menghempaskan dirimu!" ucap Reina dia sekarang ini memasang ekspresi kesal serta senyuman miring kepada Leonin.
"Tunggu, tunggu kita kesini untuk menemukan ras manusia dewa, jadi aku mohon kalian berdua jangan bertengkar. Tidak baik jika salah satu terluka karena perkelahian semata," hardik ku agar keduanya tidak bertengkar lagi, karena akan sangat merepotkan jika hal tidak diinginkan terjadi.
Serta hal terburuknya timbul kekacauan hanya karena masalah sepele.
"Apa yang dikatakan oleh Anita ada benarnya, perkelahian satu tim tidak akan membuat kita menyelesaikan misi ini dengan cepat. Serta aku minta kerendahan hati darimu, tuan Leonin!" timpal Doro kekasih Reina menanggapi ucapanku. Dia setuju, sembari berjalan menuju kemari dan meminta sesuatu kepada Leonin.
Yang tak lain dan tak bukan adalah permintaan maaf Leonin, karena perkataan Leonin barusan terdengar agak kasar kepada mereka berdua.
"Cih, untuk apa aku meminta maaf, jika kalian tak terima.. kalian tahu bukan, apa akibatnya!" ancam Leonin yang tak mau meminta maaf, terlihat aura membunuh berhawa dingin pada dirinya.
Bahkan dapat aku rasakan meskipun diriku tidak berdekatan dengannya.
"Kau, aku bisa membunuhmu jika itu mau mu!" Reina pun sama mereka saling mengancam hanya saja Reina lebih ke arah pastinya.
"Aku mohon... kalian jangan bertengkar lagi hiks..."
Mengetahui situasi buruk yang bisa saja terjadi terpaksa diriku berpura-pura menangis, kulakukan aktingku seperti biasa dengan lihai agar mereka tidak curiga.
Melihat sekilas ke arah Leonin masih bertatapan dengan Reina bak musuh bebuyutan, tak lama kemudian Reina mengalah dan menghampiri diriku.
"Maaf aku sudah membuatmu menangis Anita, ini karena dia yang te..."
"Sudah kak, aku tidak mau melihat kakak berkelahi!" ucapku langsung to the point sembari menyeka air mata, meskipun ini adalah salah satu trik.
__ADS_1
"Kamu memanggilku kakak... kyaa..."
Reina kemudian memelukku dan sesaat dia melupakan perseteruan dirinya dengan Leonin, yang pada akhirnya membuat situasi kembali membaik hanya saja Leonin tetap pada pendiriannya.
Dia kini pergi menjauh dan memutuskan untuk melanjutkan pencarian ras manusia dewa itu sendirian.
Aku sempat mencegahnya namun Leonin mengabaikan diriku.
"Kakak... aku ikut sama dia dulu ya, kakak tahu kan alasan diriku mengejarnya?"
"Hmm, iya deh.. aku mengerti, tapi kamu harus berhati-hati saat bersamanya, dia orang yang memiliki sifat angkuh."
"Tenang saja kak, aku bisa jaga diri."
"Hem... aku mengijinkan mu Anita, karena kita sekarang ini adalah saudara... dan aku sudah menjadi kakakmu..." tandas Reina nampak senang saat mengatakannya.
Dan mudahnya diriku karena terlanjur mengiyakan dengan mengangguk sembari menunjukkan senyuman terbaik.
"Sayang, bukannya jika kamu mengijinkan Anita pergi dengannya malah akan berbahaya, apalagi orang itu sedang emosi!" bisik Doro pada Reina yang dapat aku dengar, meskipun jarak diriku dengan mereka lumayan jauh.
"Tidak masalah, aku sudah menaruh pelacak dan alarm tertentu kepada Anita. Jika pria itu melakukan hal buruk padanya, listrik yang kebal terhadap penggunanya akan menyetrum pria itu, bagaimana, aku cerdas bukan?"
"Ya... aku setuju denganmu, kamu memang cerdas hehe.."
Dan untuk sekarang ini aku merasa tenang karena terhindar dari hal-hal merepotkan yang bukan disebabkan olehku.
Aku pun mempercepat langkah demi mengejar Leonin yang untungnya dia masih berjalan tidak sedang bergerak cepat.
"Um... aku.. akan bersamamu!"
"Jadi begitu, perempuan itu rupanya masih memiliki hati," sahut Leonin yang hanya melihatku sekilas.
Tapi aku masih tak menyangka bahwa tim kami akan terpencar seperti ini, namun di satu sisi aku tidak merasa hal ini merugikan.
Malahan sebuah keuntungan yang dapat mempersingkat waktu pencarian ras manusia dewa itu.
Saat ini aku terkejut seraya menghentikan langkah, lantaran melihat area di depanku seperti halnya bekas serangan api yang menghanguskan area hijau ini.
Bahkan tragisnya membunuh beberapa hewan yang mendiami area ini. Aku melihat beberapa tengkorak hewan masih berasap, serta hewan lain dengan setengah tubuh hilang dan penuh luka.
__ADS_1
"Siapa yang membakar area ini, dia sangat kejam sampai membunuh hewan juga."
Aku merasa kesal lantaran hewan-hewan yang menjadi korban ini baru pertama kali ku lihat dan terbunuh secara mengenaskan.
Dari apa yang aku lihat hewan-hewan ini nampak menggemaskan, walaupun tipe hewan buas sekalipun.
Sayangnya kini hanya tinggal jejak dan tubuh yang hangus akibat terbakar.
Saat aku mengecek hewan-hewan yang tergeletak ini guna mencari beberapa yang masih hidup Leonin aku lihat sedang serius memperhatikan sekeliling dan bekas kebakaran ini.
Dan baru terlintas di kepalaku jika kejadian ini bisa saja bukan disebabkan oleh seseorang yang sengaja ataupun tidak sengaja memicu kebakaran, entah menggunakan kemampuan maupun suatu cara tertentu.
"Eh.. tubuh rubah itu tahan terhadap api? Ah... aku mengerti sekarang.. bisa saja yang mengakibatkan kejadian ini adalah salah satu dari hewan-hewan ini. Bisa karena perebutan wilayah ataupun pertarungan predator antar predator dan mangsa. Tak lain dan tak bukan pelakunya adalah... rubah ini, dia mati setelah menggunakan kekuatan apinya. Saat melawan..."
"Tidak, bukan rubah itu yang menyebabkan area ini terbakar!" sela Leonin dia baru saja berbicara lagi ketika diriku sedang berspekulasi yang akhirnya menentukan kesimpulan.
Tapi terpotong olehnya sebelum selesai.
"Lalu apa penyebabnya, coba jelaskan?" tanyaku sembari menghampiri Leonin.
"Penjelasan ini akan membuang waktu jadi aku langsung saja ke intinya dan penyebab kejadian ini adalah seseorang yang sengaja membakar area yang dihuni oleh banyak hewan eksotik ini. Dia memang berniat untuk untuk membunuh hewan-hewan ini, terakhir dia menggunakan trik rendahan yaitu dengan membuat kejadian ini seolah-olah terjadi karena pertarungan antar hewan berkekuatan!" terang Leonin yang menurutku penjelasannya terlalu panjang, padahal tadi dia bilang langsung ke intinya saja.
Melihat lebih jeli lagi pada sekitaran ternyata aku menemukan kejanggalan yang mengarah pada penjelasan Leonin barusan.
Ternyata memang ada orang yang tega melakukan hal seperti ini.
Prok.. prok..
"Pria yang jeli, mengetahui trik yang aku gunakan, dan berkata trik itu rendahan, ah... aku jadi menyukainya..."
"Siapa dia?" tanyaku melihat ke arah ranting pohon di area yang masih selamat tak terbakar.
"Entahlah, mungkin wanita gila yang kesepian!" sahut Leonin sarkas.
Wus...
Wus...
Angin berhawa panas berhembus kencang menerpa ke arah kami lalu turun perempuan dengan pakaian layaknya penyihir dari ranting pohon.
__ADS_1
Kemampuan Leonin yang menyebarkan hawa dingin dapat menghilangkan hawa panas angin ini.
Hanya saja siapa perempuan itu? Apa dia ras manusia dewa yang kami cari?