Last Life

Last Life
Mendapati Teman Baru Karakter Sampingan?


__ADS_3

Pria itu ternyata seorang cadre berwujud seperti putri duyung dan dadanya yang six pack itu, jujur saja menganggu mataku.


Sampai-sampai aku mengalihkan pandanganku.


Blush...


Tap..tap..


"Kamu... kenapa bisa berubah menjadi manusia seutuhnya?" tanyaku terkesiap melihat pria itu sudah berada dihadapan ku, saat aku mengeceknya kembali. Melihat kondisinya aku langsung saja menutupi kedua mataku sembari mundur beberapa langkah.


Kini dia dalam wujud manusianya hanya saja dia telanjang bulat tak ada sehelai kain pun yang menutupinya, apa dia ini orang mesum yang menghuni tempat ini.


"Maaf, aku pasti membuatmu melihat hal tak senonoh. Baiklah, sekarang buka matamu."


Setelah aku membuka mata ajaibnya dia sudah memakai pakaian kasual cocok pada dirinya.


"Kenapa kamu kesini?" tanyanya membuatku mengerutkan dahi, ku kira kucing ini akan menunjukkan sesuatu berhubungan dengan seseorang dalam bahaya.


Pria itu lalu menatapku dengan pandangan menelisik, dari tatapannya saja aku nyakin dia tidak seperti orang yang aku bayangkan.


Semoga saja dia adalah orang yang baik, karena aku membutuhkan orang seperti itu untuk kedepannya.


Bila perlu aku ingin bersahabat dengannya.


"Gimana ya caranya, biar dia mau jadi sekutuku, hmm?"


"Kamu tidak terlihat mencurigakan, kurasa kucing milikku hanya iseng saja membawamu kemari. Kalau begitu sebagai permintaan maaf aku akan memberimu hadiah.


Aku masih diam menunggu apa yang akan dia berikan padaku dengan sedikit memiringkan kepala saat menatapnya, karena penasaran.


Kemudian muncul gelembung dari satu telapak tangannya yang terbuka menunjukkan padaku sesuatu itu.


Aku menebak-nebak mengenai hadiah ini dan apa fungsi serta kegunaannya?


"Ini adalah gelembung ajaib, saat kamu menelannya, kamu bakal bisa bernafas didalam air. Coba saja kalau tidak percaya, aku mempunyai ruangan berisi kolam renang besar didalamnya!" raut wajahnya terlihat serius saat mengatakannya seperti tidak sedang membohongi diriku.


"Makasih... aku akan mencoba nanti, kalau begitu aku pergi dulu ya..."


"Tunggu! Tinggallah disini sebentar, aku sebenarnya merasa kesepian akhir-akhir ini. Dengan adanya seseorang aku rasa diriku bisa melupakan isi hatiku, yang gundah gulana ini," ucapnya dengan wajah sayu padaku, setelah dia menahan diriku saat aku berbalik.


Dia berkata jujur aku tahu itu, dan persis seperti perkiraanku, pria ini akan menahan diriku. Pada kesempatan ini aku harus memanfaatkannya dengan baik.


Yah. Aku akhirnya menerima perkataannya. Kini aku sedang duduk di sofa empuk sembari melihat ikan-ikan hias dalam sebuah akuarium raksasa.

__ADS_1


Sementara pria bernama Sekai mulai meluapkan keluh kesahnya padaku, dia aku lihat dari samping nampak sedih.


Biar ku tebak, dia mungkin kehilangan seseorang yang sebelumnya menemaninya. Lalu seseorang itu pamit keluar dan tak pernah kembali.


"Aku baru saja membunuh satu temanku..."


"Heh.. iya kah, dari ekspresinya dia kelihatannya serius."


Tapi bagiku membunuh di dunia ini adalah hal yang wajar, karena selain bertahan hidup kita juga harus berhati-hati pada seseorang. Yang mungkin saja memiliki niatan jahat.


"...kenapa kamu membunuhnya?" tanyaku dengan wajah ku buat gelisah.


"Aku tak sengaja menginjaknya, dia kemudian mati setelah aku cek!" jelasnya membuatku kebingungan, sebenarnya siapa temannya itu.


"Tunggu dulu, barusan temanmu terbunuh hanya karena... diinjak?"


Dia lalu menghela nafas panjang dan membuka mulutnya kembali.


"Sebenarnya temanku adalah ikan-ikan di akuarium raksasa ini, dan salah satu dari mereka keluar dari akuarium tanpa aku ketahui. Baru setelah aku merasakan kakiku menginjak sesuatu, rupanya aku telah membunuhnya!"


Tentu saja penuturannya membuatku terkejut sampai tak mungkin aku berpikiran kesitu menebak siapa yang dibunuhnya.


Aku diam menahan tawa kecil sembari memikirkan cara agar membuatnya tidak sedih lagi, mungkin baginya ikan adalah teman pelipur lara dan eksistensi sahabat sejati.


Berhasil menenangkan dirinya aku pun mendapatkan kepercayaan darinya, karena disela-sela aku berucap sebelumnya aku sempatkan membicarakan tentang diriku.


"Pergi dari dunia ini menarik sekali, tapi apa kamu tahu. Aku ini bukan berasal dari bumi! Dan aku tidak mengetahui secara jelas kehidupan kalian orang-orang yang berada di dunia alternatif sebelum berada disini, jika tidak salah manusia yang berada di dunia ini berasal dari bumi yang berbeda. Penyebabnya tak lain karena bunuh diri."


Itu membuat tercengang dan hanyut memikirkan sesuatu.


"Maaf, kamu mungkin berpikir keras mengapa aku bisa ada di dunia ini, jadi menurut pendapatku. Aku ini adalah karakter sampingan!"


"Huh...? Aku ngga yakin. Em..."


"Kenapa kamu menatapku dengan pandangan seperti itu, apa yang kamu cari?"


"Aku mencari bug?"


"Bug? Apa itu?"


"Sebuah kesalahan dari sistem operasi tertentu, aku berpendapat jika saja dunia ini adalah simulasi, terus ada eksistensi pencipta yang mengatur kehidupan ini dan memiliki pengaruh begitu besar."


"Hahahaha, belum pernah aku tertawa lagi. Jadi terimakasih telah membuatku tertawa untuk yang kedua kalinya."

__ADS_1


Aneh, dia berujar tertawa untuk yang kedua kalinya. Apa itu asli, dan perkataannya apakah dapat dipercaya?


"Terus apa yang lucu hingga membuatnya tertawa?"


Sekai lalu menunjukkan akuarium terbesar miliknya di tempat ini yang memang sangat luas dan tinggi.


Mengejutkannya tidak ada kaca sama sekali pada air yang aku sangka dalam sebuah akuarium itu. Sebagai pembatas.


Didalamnya aku melihat hewan air prasejarah hidup berdampingan dengan hewan lain yang bisa aku sebut adalah mangsanya, dan terlihat tidak saling memakan dan di makan, seperti rantai makanan.


Ini tidak logis jadi aku butuh penjelasan dari Sekai semoga saja jawabannya memuaskan rasa penasaranku.


"Sekai, apa ini? Aku merasa..."


"Berhubungan dengan kemampuanku, aku bisa memanipulasi sesuatu yang dianggap fantasi menjadi nyata. Hanya saja ada harga yang harus aku bayar!" jawabnya sembari melihat dengan seksama karya dari kemampuannya, aku anggap begitu.


Aku pun tak punya pilihan lain selain melihat hal luar biasa ini, yang Sekai tunjukkan padaku dan ini sungguh sangat menarik.


Seperti sebuah mahakarya yang luar biasa, ternyata dunia ini lumayan kompleks pada segi kemampuan orang-orang didalamnya.


"Bagaimana menurutmu?" ucap Sekai dalam keheningan beberapa saat ini padaku.


"Aku terkesan, idemu saat menggunakan kemampuanmu sangat kreatif. Kalau bisa tunjukkan hal menarik lainnya hehe.."


"Sesuai permintaan, tapi kamu jangan bergeming dan ketakutan ya!" ujarnya semakin membuatku penasaran.


Seekor paus aku lihat sedang mendekat kemari dengan kecepatan konstan dan agak lambat, awalnya aku abaikan karena aman-aman saja.


Tapi paus ini terus mendekat kemudian keluar dari dalam air tanpa kaca itu. Cuma aku bingungnya kenapa pas keluar tubuh paus ini malah menjadi kerangka.



Aku menoleh sedikit kebelakang, lalu aku berpikir agar berpura-pura takut saja pada apa yang aku lihat sekarang. Supaya kesannya aku seperti gadis biasa pada umumnya. Aslinya sih aku tidak takut.


"Kyaa!? Apa itu..."


Kini aku bersembunyi dibelakang Sekai berpura-pura ngeri dan takut agar terlihat realistis aku menggunakan air tetesan saat paus tadi keluar.


Aku menyentuh wajah lalu menaruh setitik air di atas alisku.


"Pfff... kamu seperti anak kecil saja, lebih tepatnya seperti kucing kecil yang ketakutan sih!"


"Aww!"

__ADS_1


"Itu hukuman karena kamu mengatai aku kucing kecil, cubitan tadi pantas kamu dapatkan!"


Bukan hanya paus saja, tapi ikan-ikan mulai mendekati kemari seperti akan keluar lagi. Apa hewan-hewan air prasejarah itu dikendalikan oleh Sekai?


__ADS_2