Last Life

Last Life
Rekan Yang Dapat Dipercaya


__ADS_3

"Gunakan pelindung berlian milikmu!"


"Huh? Marin..."


Brak!!


Di detik-detik membahayakan aku mendengar suara Marin dari alat ciptaan Brain yang terpasang di dekat telingaku.


Suaranya itu terdengar keras membuatku sadar dari lamunan dan langsung bertindak untuk melindungi diri dari hantaman iblis ini.


"Berhasil, pelindung ini terlalu kuat untuk dihancurkan oleh iblis itu."


Aku berada didalam pelindung berlian yang telah ku buat seperti telur.


"Dengarkan aku, sekarang dirimu keluar dari dalam pelindung itu dan loncat ke arah kanan jam dua!" titah Marin yang terdengar lewat alat komunikasi itu lagi, yang ku usahakan untuk menurutinya sesuai perintahnya.


Nyatanya setelah menuruti perkataannya aku terhindar dari serangan tajam senjata yang dipakai oleh iblis itu.


Berupa sejenis senjata mirip tongkat dan sepertinya menyatu dengan dirinya saat aku lihat aura hitam masuk kedalam tongkat itu, berasal dari tubuh iblis itu.


Sementara Mark dia kemungkinan sedang melakukan suatu teknik untuk mengalahkan lawannya. Dia masih tidak bergeming dalam keadaan memasang kuda-kuda.


Shut!


Dia lalu mulai bergerak terlihat cahaya pada tangannya nampak terang berwarna emas.


"Iblis ini bisa menyerap vitalitas manusia yang dekat dengan-nya lebih dari 5 menit, setahuku seperti itu!"


Marin memberikan informasi penting kepadaku jadi aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk serangan besar terhadap iblis itu, setelah peningkatan kemampuan berlian milikku mulai terbentuk.


Keduanya sedang saling serang terlihat pergerakan mereka yang dipercepat saat aku mengarahkan anak panah pada target utama.


Wuss...


"Ughh!!"


Mark terhempas dikala iblis itu berhasil menangkap anak panah yang aku arahkan kepadanya.


Dan saatnya peningkatan kemampuan berlian aku gunakan disaat seperti ini sudah aku kalkulasikan sebelumnya.


Saat iblis itu menangkap anak panah maka akan mengaktifkan mode pengkristalan pada tubuhnya hingga membuatnya menjadi kristal setengah berlian.


Dia rupanya menyadarinya itulah mengapa Mark menggunakan kesempatan saat iblis itu tidak bergerak beberapa saat.


"Apa aku harus membantunya, dia sebelumnya..."


"Sial kekuatan macam apa ini, diriku terhisap olehnya...argh..."


Tubuh Mark terhisap oleh tekanan pada sekitaran iblis itu melihatnya meraung kesaktian aku langsung saja menargetkan iblis itu dengan panah ciptaan ku kembali.


Wus...


Wus...

__ADS_1


Sayangnya aura hitam pekat pada dirinya itu menghalau semua serangan anak panah berjumlah lebih dari dua puluh tanpa bisa mengenainya sama sekali.


Sementara aku harus kehilangan rekan saat tubuh Mark terhisap dan menyatu kedalam tubuh iblis itu.


Dia berbeda dengan monster serigala karena tidak banyak bicara atau sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata hingga detik ini.


Hanya menyerang saat diserang dan dia berhasil selamat dari peningkatan berlian miliknya yaitu pengubah tubuh musuh menjadikan kristal dan berlian.


Kini aku berdiri tegap menghadap pada iblis itu yang sekarang ini melihatku dengan tatapan kosong.


"Hmm, jika sudah sampai seperti ini aku tidak boleh mundur. Harus ku lawan dirinya semampuku!"


"Heh, kira-kira dari mana asal monster dan makhluk yang dipanggil ini?"


Kini diriku melakukan serangan dari berbagai arah terhadap iblis ini menghadapinya dengan sungguh-sungguh berharap bisa melumpuhkannya tanpa membunuhnya. Hanya saja dia sama sekali tidak menyerang diriku maupun melakukan serangan balik.


Dia menghindar dan terus menghindar sampaikan membuatku bosan pada pertarungan ini.


Bugh!


Drash! drash! drash!


Aku lengah saat memikirkan serangan apa lagi yang akan ku gunakan padanya dan berakibat fatal pada diriku sekarang ini.


Tidak bisa bergerak lagi, bahkan bangkit saja aku kesulitan. Dan benar-benar pukulan iblis ini sangat kuat diluar dugaan ku hingga aku terseret beberapa langkah setelah terkena pukulannya.


"Emm... aku tidak berniat untuk mengalahkan dirimu, asal aku lolos di babak ini aku..."


Brak!!


"Tenang saja, aku menggunakan kemampuan pemindah tubuh untuk membantumu, meskipun sebenarnya pacarmu ini yang meminta diriku untuk membantu!" ucap orang yang sebelumnya terus berkomentar di sisiku saat jalannya penilaian berlangsung.


Kini dia bekerjasama dengan Marin demi membantu diriku melawan iblis setara lima pelindung raja sekaligus, entah kenapa aku bisa menyebutnya seperti itu.


Asalnya dari aura kuat yang aku rasakan saat berada di dekat iblis itu cuma aku penasaran kenapa dia di kontrol oleh orang-orang kerajaan.


Jika dia sekuat itu pasti dia tidak akan dikendalikan seperti ini. Apa mungkin dia langsung terpanggil ke tempat ini begitu saja tanpa sepengetahuan dirinya sebelumnya?


Dan pelakunya pasti orang itu si pemanggil makhluk maupun monster ke arena sebagai lawan bagi para peserta seleksi prajurit.


"Oh ya, aku tidak selamanya kan berada di tubuh Marin?" tanyaku pada pria ini.


"Ada batasan waktu tertentu, durasinya hanya bertahan 10 menit saja. Aku tidak nyakin pacarmu akan mampu mengalahkan iblis itu selama kurun waktu 10 menit!"


Aku hanya bisa berharap yang terbaik bagi Marin pada kesempatan bernafas lega sekarang ini, ku harap Marin mampu melawan iblis itu.


Tapi setelah ku pikir-pikir bukannya dia pengguna senjata pedang tanpa pedang dia mungkin saja kewalahan, kecuali menggunakan kemampuan diriku untuk menciptakan pedang kristal.


"Aku mau tanya lagi, apa Marin yang berpindah tubuh denganku bisa menggunakan kemampuan yang dimiliki olehku?"


"Hmm bisa."


"Huh... syukurlah, aku tertolong."

__ADS_1


"Jangan senang dulu. Lihat pacarmu itu, dia terus menghindar dari serangan iblis itu!"


"Boleh aku tanya sekali lagi?" tanyaku kembali sembari menonton diriku sendiri yang tengah dimasuki oleh Marin.


"Silahkan, apa yang ingin kamu tanyakan?" balas pria ini dengan senyum diwajahnya saat aku lihat.


"Jika tubuhku yang di sana mati, akankah aku..."


"Ya ya, aku mengerti. Tentu saja kamu akan mati bersamaan dengan dirinya. Kecuali si pengguna asli yang bisa bertukar tubuh dan selamanya bisa menggunakan tubuh orang lain!"


"Maksudmu, dirimu. Berarti..."


"Hehe ini tubuh yang ke 35 aku masuki, sekarang ini aku menempatinya karena dia masih berguna bagiku."


Yang artinya orang itu sudah tiada tubuhnya sudah diambil oleh orang asing yang menempati tubuhnya saat ini.


Tanpa disangka Marin berhasil mengalahkan iblis itu hingga membuatnya terpotong-potong dan membeku didalam berlian.


"Ini baru pertarungan sengit menggunakan kecerdasan, pacarmu benar-benar hebat. Aku sangat mengapresiasinya."


Setelah orang itu berucap diriku kembali pada tubuhku yang asli dan perasaan lega menyelimuti ku sekarang ini.


"Langsung saja peserta yang lolos di level dua akan berhadapan dengan monster maupun sesuatu yang mengerikan!"


"Tunggu, tunggu kenapa bisa seperti ini. Apa aku tidak diberi istirahat dan langsung melawan musuh di level ini?"


Tidak aku duga jika akhirnya akan seperti ini aku dipaksa dalam kondisi kelelahan untuk menghadapi lawan selanjutnya, orang itu bahkan sudah memunculkan sebuah portal tak jauh di depanku.



"Apa itu makhluk terakhir di level tiga yang akan aku lawan, dia sama sekali tidak mirip seperti monster. Malahan persis seperti seorang kesatria?!"


Kini aku mendengar suara sorakan yang sebelumnya hening.


"Seorang gadis ya, apa mereka benar-benar mengirim mu mati huh?" ucap lawan ku ini, aku tidak bisa memastikan apakah dirinya manusia atau bukan.


Posisiku di level tiga sangat tidak menguntungkan sekarang, karena aku sendirian menghadapi lawan di depanku.


Beda pada level satu saat aku ditemani oleh Mark dan bekerjasama dengannya. Kali ini sepertinya aku harus berhati-hati, karena setahuku di level tiga adalah lawan yang lebih kuat dibandingkan di level satu maupun dua.


Bahkan jelas lebih kuat dari monster serigala dan iblis yang telah Marin kalahkan.


"Ada apa, apa kau takut gadis kecil? Tenang saja, karena aku membunuh mangsa ku tanpa memberinya rasa sakit yang lama, hanya sekejap saja!"


"Sebelum aku mati bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" tanyaku mengulur waktu sembari memikirkan taktik.


"Yah, tanyakan saja. Lagipula aku tidak ada waktu meladeni dirimu. Aku ini sebenarnya di paksa oleh seseorang, dan seperti biasa oleh orang itu. Jika saja aku dapat membunuhnya sekarang, maka diriku bisa lolos dari kendalinya!" sahutnya yang malah curhat kepadaku.


"Apa kamu manusia?" tanyaku langsung saja.


Dia lalu diam sesaat lalu berdecak.


"Karena dirimu akan mati aku katakan saja, jika diriku ini adalah manusia yang dikutuk menjadi mayat hidup. Dan didalam baju besi ini aku memiliki tubuh yang rusak, hanya saja aku terkurung didalamnya!"

__ADS_1


__ADS_2