Last Life

Last Life
Masuk Kedalam Ingatan Seseorang 2


__ADS_3

Aku pun menoleh kearah belakang saat suara gaduh yang ku dengar semakin keras seperti menuju kemari. Terlihat segerombolan manusia entah ras normal atau berkemampuan yang berjalan dengan suara langkah kaki yang aneh.


Wajah mereka pucat sekali seperti mayat, di bagian wajahnya pun ada retakan, namun tidak semua dari mereka memilikinya.


Kemudian mereka berhenti pada lingkaran tempat tangan besar dari portal tadi muncul. Selang beberapa waktu aku melihat hal yang mengejutkan lagi.


Kini bukan portal lagi yang muncul, melainkan debu yang berterbangan membentuk sosok menyeramkan bergigi tajam.


Lalu datang sekelebat bayangan hitam dan membentuk manusia berjubah dengan sabit di tangannya.


"Kerja bagus, kau memang bisa diandalkan. Kali ini para pasukan ku bertambah lagi!" ucap sosok berjubah hitam yang kulihat wajahnya kosong sedang berbicara kepada pria yang aku cari.


"Terimakasih, aku hanya membantu tujuan anda saja."


Sosok berjubah tersebut mengangkat tangannya sembari menunjuk pada manusia-manusia malang di depannya. Aku menyembutnya begitu karena spekulasi yang aku pikirkan.


Keluarlah bayangan hitam lalu menyelimuti seluruh tubuh orang-orang yang diam tak bergerak sama sekali. Mereka seakan mematung semenjak memasuki lingkaran aneh tersebut.


Bayangan hitam yang menyelimuti seluruh tubuh setiap orang kini merubah mereka menjadi sosok yang menyeramkan.


Berbagai bentuk wajah, tubuh, cara mereka berdiri dan berjalan semuanya berbeda pada satu kelompok tertentu. Sepertinya mereka dikelompokkan dalam tipe yang berbeda menurutku.


Mungkin para manusia ini sudah meninggal dan dijadikan pasukan iblis maupun monster oleh sosok jahat di depanku ini.


Aku melihatnya dari dekat dan memang sosok ini tidak memiliki wajah sama sekali, anehnya dia dapat berbicara dengan suaranya yang serak.


Tak lama para manusia yang diubah menjadi sosok hitam menyeramkan tadi menghilang bersamaan dengan sosok berjubah.


Sementara sosok menyeramkan yang satunya menghampiri ke arahku dengan berjalan.


"Apa dia tahu aku memperhatikannya, mana mungkin kan?"


Tubuhku gemetaran saat sosok tersebut perlahan mendekat ke arahku dengan santainya. Dilihat-lihat lagi dia ini seperti monster hewan berbadan manusia, kepalanya mirip dengan ular namun bergigi tajam.


Begitu dekat dia hanya tembus melewati ku serta melanjutkan langkahnya ke arah yang ditujunya.


"Peti ini, apa kau sudah bisa menemukan sesuatu yang dapat membukanya?" tanya sosok menyeramkan tersebut.


"Belum. Meski aku sudah mencoba segala cara dengan sangat keras namun hasilnya tetap saja nihil. Kelihatannya peti mati ini menyimpan suatu misteri untuk sekedar membukanya!"


"Aku harap kau segera tahu cara membuka peti ini, karena kemampuan ku saja sangat sulit untuk membukanya. Untuk batas dari tugas ini adalah empat hari, jika tidak, kau tahu akibatnya!"


"Baik tuan, saya akan bersungguh-sungguh lagi menemukan caranya."


"Tubuh wanita tadi sangat bagus, kemampuannya lumayan menurutku tuan. Kemampuan yang dapat merubah apapun menjadi debu hanya sekedar sentuhan!"

__ADS_1


"Jadi tangan dalam portal tadi adalah tangan sosok ini! Tapi kelihatannya berbeda dengan yang kulihat sebelumnya?"


"Hemm, tapi berkatnya, aku masih bisa melihat kenangan wanita tadi lumayan cukup lama hingga sekarang."


"Anita, apa kamu sudah mendapatkan informasi?" tanya Yanwu saat aku kembali tersadar sembari aku menepuk-nepuk pipiku.


"Aku tidak mendapatkannya, cuma satu yang aku tahu. Sebuah altar!"


"Baiklah. Aku akan mencari tahu," sahut Yanwu setelah aku beri tahu, yang mana membuatku heran.


Kembali ke tempat semula setelah berada dalam ingatan seseorang aku baru sadar jika tempat yang sebelumnya gelap gulita menjadi terang dapat terlihat oleh mata.


"Kenapa tempat ini bisa terang?" tanyaku dengan suara kecil kebingungan.


"Mungkin kamu kaget melihat tempat ini kan, Anita? Ya, semua ini karena pria sok tenang itu!" ujar Willy yang mendengar perkataan ku.


Apa aku harus memasuki ingatan dari para makhluk ini lagi yang sekarang diserang habis-habisan oleh mereka berdua.


"Ah, iya! Makhluk ini aslinya manusia!"


Aku baru ingat tentang wujud asli makhluk-makluk ini saat masuk kedalam ingatan perempuan bernama Lisa.


"Begitu ya, oke. Hehe.." ucap Willy.


"Tapi kalian jangan..."


"Tenang saja Anita, makhluk ini memang manusia yang diubah menjadi sosok menyeramkan. Tapi mereka sudah tiada sebelumnya. Jadi kita bebas-bebas saja membunuhnya!"


"Umm??"


"Kalau begitu aku tidak akan berbelas kasih lagi kepada mereka!!" Willy berucap dengan suaranya yang meninggi, dia lalu menebas para makhluk tersebut dengan gerakan yang cepat dan mematikan.


Sebenarnya ada yang mengganjal di dalam hatiku saat ini sampai-sampai aku ingin bertanya perihal kemampuan yang dimiliki oleh Yanwu.


Yang menjadi pertanyaan adalah kemampuan miliknya yang berbeda-beda ketika aku perhatikan. Dari awal aku bertemu dengannya hingga sekarang dia menggunakan kemampuan yang beragam.


Seperti dapat menghilangkan keberadaan seseorang, kemampuan angin, dan mungkin saja bisa membaca pikiran.


Karena sebelumnya Yanwu mengatakan Informasi yang belum dia ketahui olehnya kepadaku, dan informasi tersebut hanya aku yang mengetahuinya. Aku beranggapan jika dia menyembunyikan sesuatu misalnya kemampuan aslinya.


Yang mungkin saja berhubungan dengan yang diceritakan oleh Geisha waktu itu. Cuma jika saja aku menuruti anggapan tersebut maka Yanwu sebelumnya tidak menunjukkan beberapa kemampuannya yang berbeda.


Breg..! breg! breg! breg!


"Huh? Itu mungkin..."

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar bergemuruh menuju kemari.


"Musnahlah para manusia tidak berguna!!"


Sosok menyeramkan berkepala ular dengan tubuh manusia serta berukuran besar datang dan langsung menyerang Willy yang posisinya berada pada arah kedatangannya.


Cairan berwarna hijau kecoklatan baru disemburkan olehnya kepada Willy. Di saat Willy menghindari cairan tersebut yang melesat di sampingnya.


Tiba-tiba saja semburan yang melesat disampingnya itu meledak dan mengeluarkan api.


Blarr...


Terlihat di sekitar Willy ada cahaya putih yang melindunginya dari ledakan api tadi. Kali ini bisa saja ia terselamatkan kembali atau mungkin itu adalah peningkatan kemampuan miliknya.


"Heh, hebat juga ternyata sampah ini!" kata sosok menyeramkan seraya melayangkan pukulannya ke arah Willy.


"Willy Awas!!!" ucapku berteriak kepadanya.


Damm!!


Shut!


"Rasakan ini makhluk jelek, "Devil's scythe"


Bresak!


Tap!


Brak!


"Willy kamu..."


"Hehe mudah saja melawan makhluk jelek tadi."


Sebelumnya Willy menghindari pukulan sosok tadi sembari bergaya keren karena sempat-sempatnya tersenyum ke arahku.


Dia lalu melompat dengan lompatan tingginya dan mengatakan teknik sabitnya di depan sosok menyeramkan tersebut. Dan...


Seketika sosok tersebut ambruk terkena tebasan sabit milik Willy yang mengeluarkan cahaya kemerahan.


Tapi...


"Heheh kau ternyata bodoh ya," kata sosok menyeramkan yang tiba-tiba berbicara.


"Gawat. Sosok menyeramkan ini, masih hidup setelah terkena tebasan tadi! Dan mala menyentuh kaki Willy. Bukannya dia bisa menjadi... debu."

__ADS_1


__ADS_2